NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Emily Moore - narakabar.com

Foto : Emily Moore - narakabar.com

Arab Saudi Perluas Kolaborasi ASEAN untuk Pengembangan Makkah dan Madinah

Narakabar.com – Arab Saudi membuka peluang investasi dan pengembangan kawasan suci melalui kemitraan baru dengan Malaysia serta Brunei Darussalam. Tiga perjanjian strategis diteken di Kuala Lumpur dan Bandar Seri Begawan pada penghujung September 2026, dengan fokus pada proyek-proyek yang mendukung kapasitas layanan bagi jemaah dan pengunjung di Makkah maupun Madinah.

Kesepakatan tersebut mencakup penjajakan pembangunan kawasan terpadu, akomodasi, hunian, ruang komersial, serta infrastruktur transportasi. Salah satu area utama yang menjadi perhatian ialah King Salman Gate di Makkah, kawasan yang direncanakan memiliki konektivitas lebih baik dengan berbagai fasilitas pendukung.

Pengembangan transit terpadu di King Salman Gate

RUA AlHaram AlMakki Company menjalin kerja sama dengan MRCB International Sdn Bhd dari Malaysia untuk menelaah potensi pembangunan kawasan berorientasi transit di King Salman Gate. Konsep ini menggabungkan fungsi transportasi dengan fasilitas kota, sehingga mobilitas pengunjung dapat terhubung dengan kebutuhan penginapan, belanja, hunian, dan kegiatan komersial.

Dalam rencana awal, proyek tersebut meliputi terminal bus umum yang terintegrasi. Terminal itu dirancang sebagai salah satu elemen penting untuk memperkuat akses transportasi di kawasan Makkah, terutama ketika jumlah jemaah dan pengunjung meningkat pada periode tertentu.

Selain sarana transportasi, cakupan proyek yang sedang dieksplorasi juga mencakup pengembangan properti residensial, area ritel, ruang komersial, dan berbagai fasilitas terpadu lainnya. Nilai indikatif pengembangan ini mencapai sekitar SAR 21 miliar atau 21 miliar riyal Arab Saudi.

Angka tersebut masih merupakan indikasi awal, bukan nilai investasi yang telah bersifat final. Pelaksanaan proyek tetap memerlukan proses uji tuntas, persetujuan dari pihak terkait, pengaturan pembiayaan, penetapan tahapan pembangunan, dan kesepakatan definitif antara para pihak.

Penjajakan proyek perhotelan dan hunian bersama Brunei

Kemitraan lain dilakukan bersama Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei atau TAIB. RUA AlHaram AlMakki dan TAIB akan mengeksplorasi pengembangan sejumlah lahan di King Salman Gate, termasuk peluang pembangunan fasilitas perhotelan dan hunian.

Proyek yang melibatkan TAIB itu memiliki nilai indikatif sekitar SAR 9,7 miliar. Seperti kerja sama dengan mitra Malaysia, rencana ini belum memasuki tahap akhir dan masih bergantung pada kajian proyek, persetujuan, kesiapan pembiayaan, serta perjanjian lanjutan yang akan disusun para pihak.

Fasilitas hotel dan hunian memiliki peran penting dalam pengembangan kawasan Makkah. Ketersediaan akomodasi yang terencana dapat membantu memenuhi kebutuhan beragam pengunjung, mulai dari jemaah yang datang untuk beribadah hingga pihak lain yang berada di kota tersebut dalam rangka kunjungan keagamaan.

Kolaborasi dengan Brunei juga tidak hanya diarahkan pada satu lokasi. RUA AlHaram AlMakki, Rua Al Madinah Holding, dan TAIB menandatangani perjanjian terpisah untuk mempelajari kemungkinan pengembangan di Makkah, Madinah, serta Brunei Darussalam.

Komitmen memperkuat hubungan internasional

CEO RUA AlHaram AlMakki, Bambang Kajairi, menyampaikan bahwa rangkaian kesepakatan itu memperlihatkan upaya memperdalam hubungan internasional Arab Saudi dengan negara-negara Asia Tenggara. Kerja sama lintas negara dinilai dapat mempertemukan modal, pengalaman, keahlian, dan kapasitas pembangunan dari masing-masing mitra.

“Kerja sama ini membuka peluang untuk memperluas kolaborasi, termasuk dengan Indonesia, dengan menggabungkan investasi, keahlian, dan kemampuan untuk mendukung pengembangan Makkah serta meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung,” kata Bambang.

Pernyataan itu juga memberi gambaran bahwa ruang kemitraan dapat berkembang ke negara ASEAN lain, termasuk Indonesia. Dalam konteks pengembangan kota suci, kerja sama internasional dapat menghadirkan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki pengalaman di bidang investasi, pembangunan properti, manajemen fasilitas, dan pelayanan bagi pengunjung.

Namun, setiap rencana pengembangan yang diumumkan tetap berada dalam kerangka tahapan komersial dan teknis. Nilai indikatif dalam perjanjian eksplorasi tidak serta-merta berarti seluruh pembangunan telah disetujui atau segera dimulai. Uji kelayakan, struktur pembiayaan, desain proyek, serta kesepakatan akhir akan menentukan bentuk dan skala realisasinya.

Bagian dari arah Saudi Vision 2030

Pengembangan Makkah dan Madinah melalui kemitraan ini selaras dengan arah Saudi Vision 2030. Peningkatan kualitas fasilitas, pengelolaan kawasan, konektivitas transportasi, serta pilihan akomodasi menjadi bagian dari upaya memperbaiki pengalaman jemaah dan pengunjung dari berbagai negara.

Bagi calon jemaah, pembangunan infrastruktur semacam terminal bus terpadu, hotel, hunian, dan area layanan pendukung berpotensi memberi dampak pada kemudahan aktivitas selama berada di kawasan suci. Meski demikian, manfaat langsung dari proyek-proyek tersebut akan bergantung pada realisasi tahap pembangunan serta pengoperasian fasilitas di masa mendatang.

Kesepakatan di Kuala Lumpur dan Bandar Seri Begawan memperlihatkan bahwa pengembangan Makkah dan Madinah melibatkan jejaring kerja sama yang semakin luas. Dengan nilai indikatif gabungan dari dua proyek utama mencapai sekitar SAR 30,7 miliar, kemitraan ini menempatkan Malaysia dan Brunei sebagai bagian dari penjajakan investasi serta pengembangan fasilitas penting di kawasan Makkah.

Pada akhirnya, fokus utama dari rangkaian kerja sama tersebut adalah memperkuat kesiapan kawasan suci dalam melayani jemaah dan pengunjung. Perluasan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan bangunan baru, melainkan juga dengan keterhubungan transportasi, pilihan tempat tinggal, layanan komersial, dan tata kawasan yang mendukung perjalanan ibadah dengan lebih tertata.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei?

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei matter?

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.