Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar
Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Bukti Rp60 Miliar
Narakabar.com – Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba menjadi temuan dalam operasi kepolisian Malaysia di Klang, Selangor. Polisi menduga sebuah rumah ibadah yang tidak terdaftar dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan narkotika sebelum barang terlarang tersebut diedarkan. Dalam operasi yang berlangsung pada pertengahan Oktober 2026, aparat menangkap delapan orang dan menyita barang bukti senilai sekitar 16,2 juta ringgit Malaysia atau kurang lebih Rp60 miliar.
Kasus ini terungkap melalui lima penggerebekan terpisah di sejumlah wilayah Selangor pada 13 hingga 19 Oktober 2026. Operasi tersebut menyasar empat sindikat narkoba yang diduga memiliki pola kerja dan jaringan distribusi berbeda. Polisi kini masih mendalami hubungan antarsindikat serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Lokasi rumah ibadah di Klang diduga dipakai bukan hanya untuk aktivitas keagamaan, tetapi juga sebagai tempat menyembunyikan narkoba. Penelusuran polisi bermula setelah seorang pria yang bekerja paruh waktu di lokasi tersebut diamankan. Dari pengembangan pemeriksaan, aparat kemudian mendatangi sejumlah tempat yang diyakini terhubung dengan peredaran narkotika.
Delapan Orang Diamankan dalam Operasi
Delapan tersangka yang ditangkap berusia antara 19 hingga 48 tahun. Empat di antaranya merupakan warga negara asing yang masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian Selangor turut bekerja sama dengan Departemen Imigrasi Malaysia untuk memeriksa identitas, status keimigrasian, dan riwayat perjalanan para tersangka.
Kepala Kepolisian Selangor Datuk Shazeli Kahar mengatakan tiga pria dan seorang perempuan warga asing diduga berkaitan dengan jaringan narkoba yang beroperasi di Malaysia maupun lintas negara. Sejumlah tersangka disebut baru tiba di Malaysia sehari atau beberapa hari sebelum penangkapan dilakukan.
Mereka diduga masuk melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA sebelum bergerak menuju lokasi lain. Dalam pemeriksaan, polisi menemukan narkoba yang disimpan di dalam bagasi. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk bagi penyidik untuk menelusuri jalur masuk dan distribusi barang terlarang tersebut.
“Sejauh ini, kami meyakini kasus ini berkaitan dengan sindikat narkoba. Namun, kami masih memastikan apakah ada keterlibatan aktivitas gangster atau kelompok kriminal terorganisasi,” kata Shazeli.
Pernyataan itu menunjukkan penyidikan belum berakhir pada penangkapan delapan orang. Polisi masih memetakan peran tiap tersangka, aliran barang, kemungkinan pemasok, hingga pihak yang diduga menerima narkotika tersebut. Dugaan keterlibatan kelompok kriminal terorganisasi juga masih diperiksa berdasarkan hasil pengembangan perkara.
Ganja, Ketamin, Ekstasi, hingga Heroin Disita
Dalam lima penggerebekan tersebut, polisi menyita berbagai jenis narkotika, termasuk ganja, ketamin, ekstasi, dan heroin. Total barang bukti disebut mencapai puluhan kilogram serta ribuan unit produk narkotika. Nilai sitaan yang mencapai 16,2 juta ringgit Malaysia memperlihatkan besarnya skala perkara yang sedang ditangani aparat.
Polisi masih menyelidiki apakah seluruh narkotika yang ditemukan berasal dari satu jalur distribusi atau merupakan bagian dari beberapa jaringan yang memiliki keterkaitan. Pemeriksaan barang bukti, perangkat komunikasi, dokumen perjalanan, serta keterangan tersangka akan menjadi bagian penting untuk mengurai dugaan jaringan tersebut.
Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba juga menyoroti cara sindikat memilih lokasi penyimpanan yang tidak selalu mudah dicurigai. Lokasi yang tampak biasa dapat digunakan untuk menyembunyikan barang sebelum dipindahkan ke tempat lain atau diedarkan. Karena itu, penyidikan tidak hanya berfokus pada pelaku yang tertangkap, tetapi juga pada pergerakan barang dan komunikasi yang diduga berlangsung di balik operasi tersebut.
Polisi belum menjelaskan apakah pengelola rumah ibadah di Klang mengetahui dugaan penyimpanan narkoba di lokasi itu. Sejauh ini, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tempat tersebut digunakan dan siapa saja yang memiliki akses terhadap area penyimpanan barang bukti.
Penyidikan dan Pemeriksaan Imigrasi Berlanjut
Koordinasi dengan otoritas imigrasi dinilai penting karena empat tersangka merupakan warga negara asing. Pemeriksaan terhadap dokumen perjalanan dan riwayat kedatangan diharapkan dapat membantu penyidik menelusuri rute para tersangka sebelum berada di Selangor.
Fokus penyidikan kini mencakup pencarian pemasok, pihak yang mengatur pengiriman, serta tujuan akhir narkotika yang disita. Polisi juga mendalami dugaan hubungan antara jaringan lokal dan lintas negara, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok kriminal terorganisasi.
Dengan nilai sitaan sekitar Rp60 miliar, pengungkapan Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba menjadi salah satu kasus besar yang ditangani kepolisian Selangor pada Oktober 2026. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan delapan tersangka, analisis barang bukti, dan penelusuran jaringan di balik dugaan penyimpanan serta peredaran narkotika tersebut.
FAQ Kasus Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba
Di mana lokasi rumah ibadah yang diduga digunakan menyimpan narkoba?
Lokasi tersebut berada di Klang, Selangor, Malaysia. Polisi menyebut rumah ibadah itu tidak terdaftar dan sedang diperiksa dalam rangka pengembangan perkara.
Berapa orang yang ditangkap polisi?
Polisi menangkap delapan orang berusia 19 hingga 48 tahun. Empat orang di antaranya merupakan warga negara asing.
Jenis narkoba apa saja yang disita?
Barang bukti yang diamankan mencakup ganja, ketamin, ekstasi, dan heroin. Nilai keseluruhan sitaan diperkirakan mencapai 16,2 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp60 miliar.