NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Robert Wilson - narakabar.com

Foto : Robert Wilson - narakabar.com

Siswa Kelas 12 MA Faturohman Dipukuli Kelompok yang Mengaku Intel di Pejompongan

Narakabar.com – Seorang pelajar Madrasah Aliyah (MA) Faturohman bernama Fatur, yang duduk di kelas 12, menjadi korban kekerasan fisik oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jalan Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Peristiwa itu terjadi hanya sekitar 10 meter dari kediamannya.

Kronologi: Dari Gang hingga Gedung DPR

Fatur menjelaskan bahwa awalnya ia menyaksikan suasana kericuhan di depan perkampungan. Ketika situasi memburuk, ia memilih masuk ke dalam gang tempat rumahnya berada. Namun, massa yang terlibat bentrokan dengan aparat ikut menyerbu masuk ke gang tersebut, dan Fatur sempat terjatuh akibat dorongan kerumunan.

Belum lama berselang, sejumlah orang tak dikenal menyusul masuk ke gang. Mereka memperkenalkan diri sebagai agen intel, namun Fatur menyebut kelompok itu mengklaim berasal dari intel DPR. Ia kemudian ditarik paksa keluar gang dan diseret menuju jalan raya.

"Kemudian intel-intel juga masuk ke sini dan menarik saya. Langsung narik ke luar, dan langsung disamperin sama temen-temennya digebugin saya."

Setelah berada di jalan raya, Fatur menerima rentetan pukulan dan tendangan. Ia kemudian digiring menuju Gedung DPR RI. Sesampainya di pos gedung tersebut, kekerasan kembali terjadi berupa pukulan dan tendangan.

"Ngakunya intel. Intel polisi ngakunya, intel dari DPR."

Dirujuk ke Polda Metro Jaya, Kekerasan Berlanjut

Dari Gedung DPR, Fatur diserahkan ke Polda Metro Jaya. Di sana, ia kembali dipukul di area kepala, punggung, dan dada. Ia dituduh sebagai provokator kericuhan meskipun telah menjelaskan bahwa dirinya hanyalah warga setempat.

"Sudah ngaku, saya ngomong warga sini. Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar."

Fatur mengungkapkan bahwa selain tangan, pelaku juga menggunakan benda logam tipis menyerupai pisau atau penggaris untuk memukulnya.

"Menggunakan tangan sama alat semacam pisau deh. Macam seperti penggaris."

Kondisi Korban

Wajah Fatur tampak dipenuhi luka saat dijemput orang tuanya dari Polda Metro Jaya. Sebagian area luka tertutup perban. Ia mengalami cedera akibat kombinasi pukulan tangan, tendangan, serta benturan dengan benda logam tipis selama proses penganiayaan yang berlangsung dari gang hingga ke markas kepolisian.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok?

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok matter?

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.