NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Robert Wilson - narakabar.com

Foto : Robert Wilson - narakabar.com

Transjakarta Siapkan Layanan Laut untuk Kepulauan Seribu

Narakabar.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka rencana baru untuk memperluas layanan transportasi publik hingga ke wilayah Kepulauan Seribu. Melalui pengembangan Transjakarta di jalur perairan, layanan ini diarahkan untuk memperkuat akses perjalanan antara pulau-pulau sekaligus menghubungkan kawasan kepulauan dengan sistem transportasi massal Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana tersebut di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 30 September 2026. Program ini masih memerlukan sejumlah perhitungan, termasuk penyiapan titik terminal, pengaturan layanan gratis bagi warga, serta kebutuhan modal tambahan bagi PT Transportasi Jakarta.

Pengembangan angkutan laut dipandang penting karena Kepulauan Seribu memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda dari kawasan daratan. Perjalanan warga, distribusi aktivitas antarpulau, serta pergerakan wisatawan membutuhkan sarana transportasi yang lebih mudah dijangkau dan terhubung.

Tiga Pulau Disiapkan sebagai Terminal Utama

Pemprov DKI telah memetakan sejumlah pulau yang akan menjadi titik penting dalam pengoperasian Transjakarta Laut. Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka termasuk dalam daftar lokasi yang diproyeksikan sebagai terminal utama atau tempat persinggahan kapal.

“Kami sudah tahu beberapa pulau yang akan menjadi terminal utama. Sebagai contoh, Pulau Tidung, Pulau Pari dan sebagainya, Pulau Pramuka dan sebagainya,“ jelas Pramono.

Penetapan pulau-pulau tersebut menjadi langkah awal dalam merancang jaringan pelayanan. Terminal utama nantinya akan berperan sebagai simpul perjalanan, sehingga rute laut dapat disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan warga dan aktivitas pengunjung di Kepulauan Seribu.

Pulau Tidung, Pulau Pari, serta Pulau Pramuka selama ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata. Kehadiran layanan publik berbasis air diharapkan dapat membuat perjalanan ke maupun antarwilayah kepulauan menjadi lebih tertata.

Mobilitas Warga dan Wisatawan Menjadi Sasaran

Rencana ekspansi ini tidak semata-mata menambah moda transportasi. Pemprov DKI ingin membangun konektivitas yang lebih terintegrasi antara Jakarta daratan dan wilayah kepulauan. Dengan begitu, warga Kepulauan Seribu memiliki pilihan perjalanan yang lebih jelas dalam jaringan angkutan umum ibu kota.

Bagi wisatawan, layanan tersebut berpotensi mempermudah akses menuju sejumlah pulau tujuan. Namun, orientasi utama program tetap mencakup kebutuhan masyarakat setempat, terutama untuk mendukung perjalanan rutin dan hubungan antarpulau.

Pengoperasian jalur laut juga akan membutuhkan perencanaan yang cermat. Berbeda dengan layanan bus di daratan, transportasi perairan harus disesuaikan dengan terminal, armada, jadwal perjalanan, serta kemampuan pelayanan di setiap titik singgah. Karena itu, penentuan rute dan skema operasional menjadi bagian penting sebelum layanan dijalankan.

Skema Kartu Layanan Gratis Akan Dihitung Ulang

Salah satu persoalan yang sedang disiapkan Pemprov DKI adalah dampak layanan baru terhadap penerima Kartu Layanan Gratis atau KLG. Warga Kepulauan Seribu selama ini masuk dalam 15 kelompok yang memperoleh fasilitas perjalanan gratis pada transportasi umum Jakarta.

Apabila Transjakarta Laut beroperasi dan sebagian besar penumpangnya merupakan warga Kepulauan Seribu, biaya layanan gratis akan menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi ini membuat pemerintah perlu menghitung model pembiayaan yang tepat agar kebijakan tersebut tetap berjalan sesuai tujuan.

“Sebab kalau ada transportasi ke Pulau Seribu, kalau yang naik hanya warga Pulau Seribu, ini kan menjadi gratis semua. Dan untuk itu, beban menjadi semuanya ke Pemerintah DKI Jakarta. Jadi, kami akan melakukan perhitungan untuk itu,“ terang Pramono.

Perhitungan itu penting untuk menjaga keseimbangan antara akses transportasi yang terjangkau dan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Kebijakan KLG dirancang untuk membantu kelompok penerima manfaat menggunakan angkutan umum, sehingga perlu ada penyesuaian ketika cakupan pelayanan berkembang ke jalur laut.

Modal Transjakarta Perlu Ditambah

Selain skema tarif dan layanan gratis, rencana masuknya Transjakarta ke sektor perairan akan berpengaruh pada kebutuhan pendanaan perusahaan daerah tersebut. Penugasan baru berarti PT Transportasi Jakarta memerlukan modal kerja yang lebih besar.

“Karena nanti akan mendapatkan tugas tambahan untuk Transjakarta bagian laut, Kepulauan Seribu, maka modal untuk Transjakarta pasti harus diperbesar,“ ucap Pramono.

Penambahan modal diperlukan karena layanan laut membawa kebutuhan operasional yang berbeda dengan pengelolaan transportasi darat. Pemerintah perlu menyiapkan dukungan agar Transjakarta mampu menjalankan mandat tambahan tersebut tanpa mengabaikan pelayanan yang telah berjalan di Jakarta.

Rencana Transjakarta Laut menandai upaya Pemprov DKI untuk memperluas konsep transportasi massal ke wilayah yang secara geografis terpisah oleh laut. Tahap selanjutnya akan sangat bergantung pada kesiapan pembiayaan, penataan terminal, dan rancangan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Kepulauan Seribu.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama?

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama matter?

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.