NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

9 Program BERANI Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Jadi Sorotan Berkat Utas Arie Kriting

Published September 1, 2026 · Updated September 1, 2026 · By Karen Martinez - narakabar.com

Foto : Karen Martinez - narakabar.com

Utas Komika Arie Kriting Memicu Gelombang Pujian untuk Gubernur Sulawesi Tengah

Narakabar.com – Sebuah pertanyaan sederhana yang dilontarkan komika Arie Kriting di platform Threads beberapa waktu lalu ternyata memicu reaksi tak terduga di ruang digital Indonesia. Kriting menantang warganet untuk menunjuk gubernur mana pun di antara 38 provinsi yang benar-benar menjalankan program nyata bagi rakyatnya. Jawaban yang paling banyak muncul di kolom komentar bukan nama-nama besar yang biasa disebut, melainkan Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah dari Partai Demokrat.

"Adakah provinsi yang gubernurnya saat ini mempunyai program dan berhasil memberikan hal baik untuk rakyatnya dari program itu? Gak mungkin lah dari 38 provinsi ini tidak ada satu pun yang punya kinerja baik."

Pernyataan tersebut, yang awalnya bernada skeptis, justru berubah menjadi panggung bagi satu figur politik daerah. Ribuan komentar membanjiri utas tersebut, dan mayoritas menyebut nama Anwar Hafid beserta daftar program yang telah ia jalankan. Akun @dramatheutic turut mengamati fenomena ini dan menyimpulkan bahwa pujian tersebut bukan sekadar euforia sesaat.

"Bagi banyak netizen, Anwar Hafid dianggap sebagai contoh gubernur yang tidak hanya mengobral janji, tetapi mengeksekusi program secara konkret."

Mengapa Nama Anwar Hafid Muncul di Puncak Diskusi

Reaksi warganet ini bukan muncul dari ruang hampa. Anwar Hafid memiliki rekam jejak panjang di birokrasi dan pemerintahan daerah yang membentang lebih dari satu dekade. Ia memulai karier sebagai Asisten Bagian Pemerintahan, kemudian naik ke posisi Bupati Morowali selama dua periode penuh (2007–2018). Setelah meninggalkan kursi bupati, ia melanjutkan kiprah politik di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024. Kini, bersama wakilnya Reny Lamadjido, ia memimpin Sulawesi Tengah dengan agenda yang ia sebut Program 9 BERANI.

Yang membedakan figur ini dari banyak pemimpin daerah lain, menurut pengamat publik dan warganet, adalah konsistensi eksekusi. Program-program yang ia usung tidak berhenti di tahap pidato kampanye atau dokumen perencanaan, melainkan menyentuh langsung kebutuhan primer masyarakat: pendidikan, kesehatan, energi, konektivitas, dan ketahanan pangan.

Dua Program yang Paling Sering Disebutkan Warganet

Dari seluruh daftar BERANI, dua inisiatif yang paling kerap muncul dalam percakapan daring adalah "Berani Cerdas" dan "Berani Sehat". Keduanya menyasar lapisan masyarakat paling rentan.

Berani Cerdas menjamin akses pendidikan gratis dan bermutu bagi siswa maupun mahasiswa asal Sulawesi Tengah, termasuk subsidi biaya kuliah. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang telah ia terapkan saat memimpin Morowali, di mana jumlah mahasiswa lokal melonjak dari sekitar 700 menjadi 3.400 orang melalui skema Morowali Sarjana.

Berani Sehat menyediakan layanan kesehatan tanpa biaya bagi warga, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran soal tagihan rumah sakit ketika seseorang jatuh sakit. Bagi masyarakat pedesaan dan pesisir Sulawesi Tengah yang selama ini bergantung pada jarak tempuh jauh untuk mendapat penanganan medis, jaminan semacam ini mengubah dinamika kesehatan secara fundamental.

Kedua program tersebut, menurut banyak pengamat kebijakan publik, bukan sekadar slogan elektoral. Mereka memiliki mekanisme pendanaan, target penerima manfaat, dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.

Rekam Jejak di Morowali: Data yang Membuktikan Klaim

Sebelum memimpin Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meninggalkan jejak kuantitatif yang sulit diabaikan selama masa jabatan di Morowali:

Pertumbuhan ekonomi daerah rata-rata mencapai 7–8 persen per tahun, angka yang jauh melampaui rata-rata nasional pada periode yang sama. Pada saat yang bersamaan, tingkat kemiskinan turun dari 12 persen menjadi 9 persen dalam rentang dua periode kepemimpinannya.

Di bidang infrastruktur, ia mendorong pembangunan Bandara Morowali Maleo, pelabuhan laut, serta sekitar 1.000 kilometer jalan aspal yang menghubungkan sentra-sentra pertanian. Program Aladin (Atap, Lantai, Dinding) berhasil merenovasi ribuan rumah tidak layak huni, memangkas angka dari 12.000 unit menjadi hanya 2.200 unit yang tersisa.

Data-data ini menjadi konteks penting ketika warganet menilai apakah pujian terhadap figur tersebut berdasar atau sekadar bias emosional.

Sembilan Pilar Program BERANI di Sulawesi Tengah

Visi pemerintahan Anwar Hafid–Reny Lamadjido dirangkum dalam sembilan pilar yang masing-masing diberi awalan "BERANI". Berikut ringkasan fungsionalnya:

BERANI Cerdas – Pendidikan gratis bagi siswa dan mahasiswa.

BERANI Sehat – Layanan kesehatan tanpa beban biaya.

BERANI Menyala – Penuntasan rasio elektrifikasi serta pemasangan lampu jalan tenaga surya hingga pelosok, dengan target penyelesaian pada 2028.

BERANI Lancar – Perbaikan jaringan jalan dan konektivitas antarwilayah.

BERANI Berkah – Penguatan nilai spiritual dan program keagamaan.

BERANI Makmur – Pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya sektor pertanian.

BERANI Harmoni – Pemeliharaan kerukunan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

BERANI Tanggap – Penanganan cepat bencana dan keadaan darurat sebagai bagian dari pelayanan prima.

BERANI Sejahtera – Program SAWIRA (Sawit Milik Rakyat), yakni pemberian bibit sawit untuk meningkatkan pendapatan petani perkebunan.

Implikasi dan Konteks Lebih Luas

Fenomena viral ini menyoroti satu persoalan struktural dalam politik daerah Indonesia: kesenjangan antara retorika dan eksekusi. Selama bertahun-tahun, banyak pemimpin daerah terpilih dengan janji ambisius namun gagal menerjemahkannya menjadi kebijakan operasional. Ketika satu figur berhasil menjembatani jurang tersebut, perhatian publik yang tadinya apatis berubah menjadi sorotan intensif.

Bagi Sulawesi Tengah sendiri, momentum ini membawa konsekuensi ganda. Di satu sisi, tekanan publik yang meningkat menuntut transparansi dan akuntabilitas lebih tinggi dalam pelaksanaan program. Di sisi lain, visibilitas nasional yang tiba-tiba dapat membuka akses pendanaan, kerja sama antardaerah, dan investasi yang sebelumnya sulit diraih oleh provinsi dengan populasi relatif kecil.

Apakah pujian daring ini akan bertahan setelah euforia media sosial mereda, ataukah ia akan tergerus oleh siklus berita berikutnya, masih menjadi pertanyaan terbuka. Namun satu hal yang jelas: utas singkat seorang komika telah mengubah cara ribuan orang memandang satu provinsi di timur Indonesia, dan mengubah standar ekspektasi publik terhadap kinerja kepala daerah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 9 Program BERANI Gubernur Sulteng Anwar?

9 Program BERANI Gubernur Sulteng Anwar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 9 Program BERANI Gubernur Sulteng Anwar matter?

9 Program BERANI Gubernur Sulteng Anwar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.