NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Belum Dapat Tenda Pemerintah, Warga Korban Gempa Flores Mulai Sakit-sakitan

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By David Moore - narakabar.com

Foto : David Moore - narakabar.com

Korban Gempa Flores di Manggarai Alami Gelombang Penyakit, Tenda Pemerintah Belum Tiba

Narakabar.com – Sejak gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, penduduk Desa Golo Lanak di Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di tempat perlindungan darurat. Hingga akhir Agustus, bantuan tenda pengungsian dari pemerintah pusat belum sampai ke lokasi.

Tenda Mandiri dari Terpal dan Bambu

Kepala Desa Golo Lanak, Sebastian Mbaik, menjelaskan bahwa warga terpaksa membangun tempat berlindung sendiri menggunakan bahan seadanya. Tidak ada satu pun tenda dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima oleh masyarakat setempat.

"(Tenda BNPB) sama sekali tidak dapat. Terpal mandiri punya kami ini, pakai kayu, bambu," kata Sebastian kepada Suara.com, saat dihubungi Rabu (26/8/2026).

Ia menambahkan bahwa sejumlah pihak, termasuk lembaga sosial Plan, telah mengirimkan terpal. Akan tetapi, jumlah tersebut jauh dari memadai untuk menampung seluruh warga yang membutuhkan perlindungan dari cuaca terbuka.

"Kami tenda mandiri kampungnya ini," tutur Sebastian.

Cuaca Ekstrem Perparah Kondisi Kesehatan

Lokasi Desa Golo Lanak yang berada di kawasan pegunungan sekaligus berdekatan dengan laut menciptakan tantangan tersendiri. Angin bertiup kencang setiap malam, sementara debu beterbangan di siang hari karena kondisi tanah yang gersang. Kombinasi kedua faktor itu memicu gelombang gangguan kesehatan di kalangan pengungsi.

Sebastian melaporkan bahwa banyak warganya kini menderita batuk, pilek, demam, dan sakit kepala. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut semakin memburuk dari hari ke hari.

"Keadaan masyarakat saya di sini sakit, batuk, pilek, demam mereka. Karena kampung kami ini kan gersang, itu debu pada siang hari, malam hari angin kencang," ujarnya.

"Angin kencang memang. Ini kan Desa Golo Lanak ini dekat dengan laut, di pegunungan tinggi memang, jadi banyak yang sakit kepala," katanya.

Permintaan Tenaga Medis dan Pendampingan Psikologis

Dampak gempa tidak hanya dirasakan secara fisik. Efridus Jerahi, warga Kampung Gurung di desa yang sama, menilai bahwa trauma psikologis akibat guncangan 7,7 SR juga menghantui masyarakat. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengirimkan psikolog, psikiater, serta tenaga medis ke lokasi pengungsian.

"Dalam kondisi seperti ini mestinya kami masyarakat terdampak dapat banyak dukungan dari pemerintah, terutama untuk pemulihan. Yang pertama sekali secara psikologis mestinya datangkan dokter, tenaga medis, terutama dari segi psikologis," kata Efridus.

Ia berharap kehadiran psikiater secara langsung dapat memberikan pendampingan kepada warga yang masih terpukul oleh pengalaman bencana.

"Syukur kalau misalnya ada psikiater untuk datang menemui kami, memberikan dukungan bahwa bencana ini sesuatu yang tidak bisa dielakkan, tapi paling tidak kami harus masih bisa bertahan," ujarnya.

Menurut Efridus, dukungan psikologis menjadi kunci agar masyarakat mampu pulih dan kembali menguat setelah melewati situasi yang sangat berat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Belum Dapat Tenda Pemerintah Warga Korban?

Belum Dapat Tenda Pemerintah Warga Korban is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Belum Dapat Tenda Pemerintah Warga Korban matter?

Belum Dapat Tenda Pemerintah Warga Korban matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.