NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bobol 5 Toko HP, 3 Anak di Padang Pakai Uang Curian untuk Beli Motor

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Emily Moore - narakabar.com

Foto : Emily Moore - narakabar.com

Bobol 5 Toko HP 3 Anak di Plaza Andalas: Uang Curian Berujung Pembelian Motor

Narakabar.com – Kasus Bobol 5 Toko HP 3 Anak yang menggemparkan warga Kota Padang akhirnya menemui titik terang. Polresta Padang mengumumkan penangkapan tiga anak di bawah umur yang diduga melakukan pencurian beruntun di lima gerai telepon seluler kawasan Plaza Andalas, Sumatera Barat. Operasi penangkapan dilaksanakan pada Senin malam (24/8/2026) oleh Tim 1 Klewang (Opsnal) Satreskrim Polresta Padang, mengakhiri kegelisahan masyarakat yang selama beberapa hari memantau perkembangan kasus ini di berbagai platform media sosial.

Profil Tersangka dan Dasar Hukum

Ketiga pelaku yang kini berstatus tersangka masih berusia sangat muda. Mereka adalah AG (10 tahun), Ar (14 tahun), dan Ad (10 tahun). Kompol M Yasin, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, menjelaskan bahwa seluruh proses hukum akan mengikuti kerangka peradilan pidana anak sebagaimana diatur dalam undang-undang yang berlaku. Penanganan kasus Bobol 5 Toko HP 3 Anak ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anak-anak yang seharusnya masih berada di bangku sekolah. Aparat menegaskan bahwa selain proses hukum, aspek rehabilitasi dan pendampingan psikologis juga akan menjadi bagian integral dari penanganan.

"Ketiga pelaku semuanya berstatus di bawah umur, untuk proses hukumnya kami mempedomani sistem peradilan pidana anak," ujar Kompol M Yasin di Padang, Selasa (25/8/2026).

Modus Operandi dan Perhitungan Kerugian

Hasil penyidikan mengungkap bahwa aksi pencurian dilakukan dalam dua gelombang terpisah, yakni pada Jumat dini hari dan Senin (24/8) dini hari. Targetnya mencakup lima toko di area Plaza Andalas. Barang yang berhasil dibawa meliputi ponsel baru, uang tunai, serta sejumlah pakaian. Total kerugian yang ditanggung para korban ditaksir mencapai Rp50 juta, angka yang cukup besar mengingat pelaku masih anak-anak.

Yang menarik dari rangkaian peristiwa ini adalah penggunaan hasil curian. Sebagian barang yang dicuri dilaporkan telah dijual kembali di pasar lokal, sementara uang tunai yang berhasil diraup diakui para pelaku telah dipakai untuk membeli sebuah sepeda motor. Fakta ini menjadi salah satu petunjuk penting yang membantu aparat melacak keberadaan mereka setelah pengejaran awal gagal.

Jejak CCTV, Pengejaran, dan Peran TNI AL

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Plaza Andalas menjadi kunci utama identifikasi wajah para pelaku. Setelah identitas berhasil dikonfirmasi dari rekaman tersebut, petugas langsung bergerak melacak keberadaan ketiga anak ke berbagai titik di Kota Padang. Pengejaran menyusuri kawasan Marapalam, Jati, hingga Gunung Pangilun, namun jejak mereka sempat hilang di wilayah Teluk Bayur sehingga operasi pencarian harus dihentikan sementara.

Benang merah kembali muncul ketika jajaran TNI Angkatan Laut di Kodaeral II melaporkan adanya tiga anak di bawah umur yang masuk ke area markas komando tanpa izin. Polisi segera berkoordinasi dengan pihak TNI AL untuk memverifikasi identitas ketiganya. Hasil pengecekan memastikan bahwa anak-anak tersebut memang pelaku yang tengah diburu dalam kasus Bobol 5 Toko HP 3 Anak di Plaza Andalas. Ketiganya kemudian diamankan dan dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat masih mendalami peran masing-masing anak dalam rangkaian pencurian serta berupaya menemukan barang bukti yang belum ditemukan.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ketiga pelaku akan dipenjara seperti tersangka dewasa?

Berdasarkan keterangan resmi Kompol M Yasin, penanganan hukum mengacu pada sistem peradilan pidana anak. Prosesnya berbeda secara fundamental dari penanganan tersangka dewasa, dengan penekanan pada rehabilitasi, mediasi dengan korban, serta pendampingan psikologis, bukan semata-mata hukuman penjara.

Berapa total kerugian dari kasus pencurian ini?

Para korban menaksir kerugian keseluruhan mencapai Rp50 juta. Angka tersebut mencakup ponsel baru, uang tunai, dan pakaian yang berhasil dibawa dari lima toko di Plaza Andalas dalam dua gelombang pencurian terpisah.

Bagaimana aparat berhasil melacak pelaku setelah jejak hilang di Teluk Bayur?

Setelah pengejaran di Marapalam, Jati, dan Gunung Pangilun gagal menemukan pelaku di Teluk Bayur, laporan dari TNI AL Kodaeral II tentang tiga anak yang masuk area markas menjadi titik balik. Koordinasi cepat antara Polresta Padang dan TNI AL kemudian memastikan identitas ketiganya dan mengakhiri pengejaran.

Related Reading