Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
Botok Pati: Korupsi Perusak Masa Depan Bangsa
Narakabar.com – Bukan Sekadar Isu Elite Botok Pati menjadi sorotan ketika aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono yang akrab disapa Mas Botok, mengumumkan rencana demonstrasi besar anti-korupsi di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa korupsi bukan persoalan yang hanya menyangkut kalangan elite politik, melainkan ancaman langsung bagi kelangsungan ekonomi rakyat dan masa depan seluruh bangsa Indonesia.
Dua Tuntutan Konkret yang Disuarakan
Supriyono menjelaskan bahwa aksi kali ini difokuskan pada dua tuntutan yang dianggap mendesak. Tuntutan pertama adalah pengesahan RUU Perampasan Aset oleh pemerintah dan Presiden, sehingga harta hasil korupsi dapat ditarik kembali secara hukum. Tuntutan kedua adalah penerapan hukuman mati bagi setiap pelaku korupsi yang terbukti bersalah. Menurutnya, kedua langkah tersebut merupakan prasyarat untuk memutus mata rantai korupsi yang telah merembet ke hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pengadaan negara hingga pelayanan publik di tingkat daerah.
"Korupsi itu adalah sumber masalah ya di Indonesia, korupsi ini penjajah bangsa dan korupsi juga merusak ya masa depan bangsa dan juga merusak ekonomi."
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Supriyono ditemui di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa tanpa langkah tegas dari negara, generasi muda akan terus menanggung beban ekonomi yang dipicu oleh praktik korupsi di berbagai level pemerintahan.
Jaminan Aksi Tertib dan Damai
Mengantisipasi kekhawatiran publik, Supriyono menekankan bahwa demonstrasi yang akan digelar akan berlangsung secara tertib, aman, dan damai tanpa menimbulkan kerusuhan atau gangguan lalu lintas. Ia berharap pemerintah tidak perlu melakukan pengawasan ketat maupun tekanan terhadap para peserta aksi, karena tujuan utama mereka adalah menyampaikan aspirasi rakyat, bukan menciptakan konflik.
"Harapannya pemerintah tidak perlu mengawasi kami atau menekan kami, kita juga datang ke Jakarta ini membawa aspirasi rakyat Indonesia dengan tertib aman dan damai."
Sebagai penutup pernyataannya, ia kembali mendesak Presiden untuk segera menindaklanjuti kedua tuntutan tersebut tanpa penundaan.
"Jadi saya harap Pak Presiden segera lah ya mengesahkan RUU Perampasan Aset koruptor dan hukum mati koruptor."
Persiapan Logistik di Senayan
Sebagaimana diberitakan, rombongan massa dari AMPB telah mulai memadati area depan Gedung DPR RI sejak Jumat, 22 Agustus 2026. Kehadiran mereka lebih awal bertujuan mempersiapkan logistik, koordinasi lapangan, serta memastikan seluruh peserta aksi memahami alur dan aturan yang berlaku. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan aksi pada 27 Agustus berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan bagi aktivitas warga sekitar.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Aksi Anti-Korupsi AMPB
Kapan dan di mana demonstrasi akan dilaksanakan? Aksi dijadwalkan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Peserta dari AMPB telah tiba lebih awal sejak 22 Agustus untuk persiapan logistik.
Apa saja tuntutan utama yang dibawa? Dua tuntutan inti adalah pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Keduanya dianggap langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Apakah aksi ini berpotensi mengganggu lalu lintas? Supriyono menegaskan bahwa demonstrasi akan berlangsung tertib dan damai. Peserta diminta mengikuti arahan panitia agar tidak menghambat aktivitas warga maupun kendaraan di sekitar Senayan.
Siapa yang memimpin aksi ini? Supriyono (Mas Botok), aktivis AMPB, memimpin langsung gelombang demonstrasi dan menjadi juru bicara utama yang menyampaikan pernyataan kepada media di kawasan Senayan.