NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung Ijazah Mesir-Maroko Tak Dihargai: Saya Akan Lawan!

Published Oktober 9, 2026 · Updated Oktober 9, 2026 · By Sandra Martin - narakabar.com

Foto : Sandra Martin - narakabar.com

Potongan Ceramah UAS Ramai Dibahas Usai Menyinggung Pengakuan Ijazah

Narakabar.com – Sebuah potongan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) ramai beredar di Threads setelah ia mengungkap pengalaman ketika kembali ke Indonesia dengan latar pendidikan dari Mesir dan Maroko. Dalam video itu, UAS menyampaikan kekecewaannya karena ijazah yang dibawanya merasa tidak memperoleh perhatian yang semestinya.

Bagian yang paling banyak memancing respons adalah pernyataannya bahwa ia siap melawan apabila capaian pendidikannya diabaikan. Ucapan tersebut kemudian tersebar ulang melalui sejumlah akun di Threads dan memunculkan beragam tafsir dari pengguna media sosial.

Pengalaman Pulang Membawa Dua Ijazah

Dalam rekaman ceramah yang beredar, UAS menceritakan masa setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Ia menyebut pulang ke kampung dengan dua ijazah, yaitu pendidikan strata satu dari Mesir dan strata dua dari Maroko.

“Saya pulang ke kampung membawa dua ijazah. LC, MA. S1 Mesir, S2 Maroko,” ujar UAS.

LC merujuk pada gelar Licence, sedangkan MA merupakan Master of Arts. Pernyataan itu menjadi bagian dari kisah personal UAS mengenai perjalanan pendidikan dan pengalamannya setelah kembali ke Tanah Air.

Ia lalu mengaitkan persoalan pengakuan pendidikan dengan latar keluarga serta jaringan kekuasaan. Dalam pandangannya, ijazah dapat kehilangan arti apabila seseorang tidak memiliki hubungan keluarga atau koneksi tertentu.

“Tapi ternyata di negara itu ijazah tidak ada apa-apanya kalau kau bukan anak siapa dan pamanmu bukan hakim konstitusi,” katanya.

Kalimat itu ikut dikaitkan oleh warganet dengan putusan Mahkamah Konstitusi dalam polemik riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, potongan video yang beredar hanya memperlihatkan bagian ceramah UAS dan tidak memuat penjelasan lebih jauh mengenai konteks lengkap keterkaitan yang dimaksud.

Kisah Saat Bekerja di Arab Saudi

UAS juga menuturkan pengalaman ketika pernah bekerja di Arab Saudi sebagai tenaga kerja Indonesia. Ia mengatakan pernah menerima ejekan, termasuk tudingan bahwa dirinya tidak benar-benar berangkat ke Mesir. Kendati demikian, ia menyatakan tidak terpancing kemarahan oleh ucapan tersebut.

“Saya diejek-ejek ketika saya dikatakan nggak berangkat ke Mesir, saya nggak marah,” lanjutnya.

Bagian ini menggambarkan perbedaan sikapnya terhadap ejekan pribadi dan persoalan pengakuan atas pendidikan. UAS menegaskan bahwa ia dapat menerima anggapan meremehkan terhadap dirinya, tetapi bereaksi berbeda saat membahas ijazah yang dibawanya sepulang dari luar negeri.

“Tapi ketika saya pulang membawa dua ijazah tidak diperhatikan, saya akan lawan!” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penggalan utama yang beredar luas. Nada tegas UAS dalam rekaman itu membuat video ceramahnya kembali menjadi perbincangan di ruang digital, terutama karena isu pendidikan dan pengakuan terhadap kompetensi kerap memicu perhatian publik.

Respons Warganet di Threads

Berbagai tanggapan muncul setelah video itu dibagikan ulang. Sebagian pengguna Threads menanggapi dengan candaan terkait kemungkinan tawaran jabatan kepada UAS.

“Semoga tidak ditawari jabatan WANTIMPRES,” tulis salah satu akun Threads.

Respons lain justru menilai UAS memiliki ruang untuk menerima jabatan bila memang menghendakinya. Ada pula komentar yang menyebut ia pernah menolak tawaran menjadi calon wakil presiden. Pernyataan dalam komentar tersebut tidak disertai penjelasan tambahan mengenai tawaran yang dimaksud.

Perbincangan di media sosial sering kali berkembang dari potongan video berdurasi singkat. Karena itu, pembaca perlu membedakan antara isi yang benar-benar tampak dalam rekaman, tafsir pribadi pengguna media sosial, serta klaim tambahan yang muncul di kolom komentar tanpa uraian pendukung.

Isu Pendidikan dan Pengakuan Kompetensi

Ceramah UAS menyoroti tema yang dekat dengan pengalaman banyak orang: apakah pendidikan formal selalu memperoleh penghargaan setara dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja. Ijazah dapat menjadi bukti perjalanan akademik, tetapi pengakuan terhadap seseorang juga kerap dipengaruhi oleh banyak faktor lain, termasuk kesempatan, pengalaman, dan relasi sosial.

Dalam video tersebut, UAS menyampaikan pandangan pribadi melalui pengalaman yang ia ceritakan. Fokus ceramahnya bukan sekadar pada gelar pendidikan, melainkan pada rasa kecewa ketika pencapaian akademik dipandang tidak cukup untuk memperoleh perhatian atau penghargaan.

Viralnya penggalan tersebut memperlihatkan bahwa isu merit, kesempatan, dan koneksi masih mudah memantik diskusi. Di sisi lain, percakapan publik akan lebih utuh apabila sebuah video tidak hanya dinilai dari satu kutipan, melainkan juga dari konteks ceramah serta maksud pembicara secara menyeluruh.

Hingga potongan itu ramai dibahas, perhatian publik terutama tertuju pada penegasan UAS mengenai dua ijazah yang ia bawa dari Mesir dan Maroko, serta kalimat “Saya akan lawan!” yang ia sampaikan ketika membicarakan pengabaian terhadap capaian pendidikannya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung?

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung matter?

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.