NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Published Oktober 1, 2026 · Updated Oktober 1, 2026 · By Christopher Williams - narakabar.com

Foto : Christopher Williams - narakabar.com

Dedi Prasetyo Siap Dukung Pembenahan Polri dari Posisi Barunya

Narakabar.com – Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan harapannya agar Polri terus berkembang menjadi institusi yang lebih baik di bawah kepemimpinan baru. Pesan itu disampaikan setelah mantan Wakapolri tersebut menerima amanah baru sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN.

Presiden Prabowo Subianto melantik Dedi sebagai Kepala BRAN di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penugasan itu membawa perwira tinggi polisi bintang tiga tersebut ke jabatan di luar struktur resmi kepolisian, setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Wakapolri.

Dalam keterangannya di Mabes Polri pada hari yang sama, Dedi menaruh keyakinan terhadap jajaran pimpinan Polri yang kini dipimpin Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, dengan Komjen Wahyu Hardiningrat sebagai Wakapolri. Ia menilai kepemimpinan yang baru perlu mendapat dukungan agar agenda perbaikan institusi dapat berjalan dengan baik.

“Insyaallah di bawah kepemimpinan Pak Suyudi, Pak Kapolri, dan Pak Wakapolri Pak Wahyu, insyaallah ya Polri akan menjadi semakin lebih baik,” kata Dedi.

Dukungan Senior untuk Pimpinan Baru

Dedi menegaskan bahwa pergantian jabatan tidak mengakhiri komitmennya untuk memberi dukungan bagi institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Sebagai senior, ia menyatakan akan tetap memberikan sokongan kepada Suyudi dan Wahyu dalam menjalankan tugas memimpin Polri.

“Ya kami sebagai senior-senior tetap akan memberikan support kepada beliau-beliau,” ujar Dedi.

Dukungan dari para senior, dalam konteks pergantian kepemimpinan, menjadi penegasan bahwa kesinambungan organisasi tetap dijaga. Kepemimpinan baru memiliki tanggung jawab untuk membawa Polri menghadapi berbagai tugas pelayanan, keamanan, penegakan hukum, serta pembinaan internal. Sementara itu, pengalaman para pejabat yang pernah menduduki posisi strategis dapat menjadi bagian dari dukungan moral bagi jajaran yang sedang bertugas.

Dedi juga menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung para juniornya. Baginya, harapan akan Polri yang lebih baik ke depan harus diwujudkan melalui kepemimpinan yang memperoleh dukungan dari seluruh unsur di lingkungan institusi.

“Kami selalu akan dukung beliau-beliau untuk memimpin Polri pasti akan menjadi lebih baik ke depannya,” tandas Dedi.

Masuk ke Badan Reforma Agraria Nasional

Jabatan Kepala BRAN menandai babak baru bagi Dedi Prasetyo. Presiden Prabowo memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Badan Reforma Agraria Nasional, sebuah penugasan yang berbeda dari jalur kepolisian yang selama ini digelutinya.

Pelantikan di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut menjadi bagian dari perubahan pada sejumlah posisi menteri dan pejabat negara. Dengan penugasan baru itu, Dedi tidak lagi berada dalam rantai struktur kepolisian seperti ketika ia menjabat Wakapolri.

Perpindahan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengalaman pejabat negara dapat digunakan dalam mandat pemerintahan yang berbeda. Sebagai kepala BRAN, Dedi kini mengemban tanggung jawab di bidang reforma agraria, sedangkan di Polri ia sebelumnya berada pada posisi puncak kedua dalam struktur kepemimpinan institusi.

Meski telah berpindah tugas, pernyataannya menunjukkan perhatian Dedi terhadap kelanjutan Polri. Ia tidak hanya menyampaikan optimisme terhadap Suyudi dan Wahyu, tetapi juga menekankan pentingnya dukungan bagi kepemimpinan baru untuk menjaga arah perbaikan institusi.

Rekam Jejak Dedi di Kepolisian

Sebelum dipercaya sebagai Wakapolri, Dedi memiliki pengalaman di sejumlah jabatan penting di lingkungan Polri. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1990 ini pernah bertugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.

Ia juga pernah menjabat Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia atau As SDM Kapolri. Posisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di tubuh kepolisian, sebuah unsur yang penting dalam pembinaan personel dan penguatan organisasi.

Jabatan strategis lain yang pernah diembannya adalah Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri. Pengalaman pada posisi pengawasan, pengelolaan sumber daya manusia, dan kepemimpinan wilayah memberi Dedi perjalanan karier yang beragam sebelum kemudian dipercaya sebagai Wakapolri.

Dengan latar belakang itu, Dedi memasuki peran Kepala BRAN setelah bertahun-tahun menjalani penugasan di kepolisian. Pelantikannya pada 1 Oktober 2026 sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa tugasnya di struktur kepolisian aktif pada posisi Wakapolri.

Harapan bagi Kelanjutan Institusi

Pernyataan Dedi mengenai kepemimpinan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hardiningrat menyoroti arti kesinambungan saat terjadi perubahan di pucuk organisasi. Pergantian pimpinan merupakan momentum bagi institusi untuk melanjutkan tugas yang berjalan sambil memperkuat perbaikan di masa mendatang.

Bagi masyarakat, harapan terhadap Polri yang semakin baik berkaitan dengan pelaksanaan peran kepolisian dalam kehidupan sehari-hari. Kepemimpinan di tingkat tertinggi akan menentukan arah kerja organisasi, sementara dukungan dari seluruh jajaran menjadi bagian penting dalam penerapan arah tersebut.

Dedi memilih menyampaikan optimisme ketimbang melihat perpindahan tugasnya sebagai jarak dari institusi. Dari posisi barunya sebagai Kepala BRAN, ia menegaskan bahwa dukungan kepada pimpinan Polri tetap akan diberikan. Pesan itu menjadi penutup dari masa pengabdiannya sebagai Wakapolri sekaligus awal penugasan baru di pemerintahan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jabat Kepala BRAN Dedi Prasetyo Berharap?

Jabat Kepala BRAN Dedi Prasetyo Berharap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jabat Kepala BRAN Dedi Prasetyo Berharap matter?

Jabat Kepala BRAN Dedi Prasetyo Berharap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.