Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau
Pendekatan Ilmiah Perkuat Antisipasi Karhutla di Kalimantan Barat Menjelang Puncak Kemarau
Narakabar.com – Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat meningkat seiring mendekatnya puncak musim kemarau serta pengaruh fenomena El Niño. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, berbagai langkah berbasis sains kini diaktifkan, mencakup pemantauan titik panas secara langsung, penguatan kapasitas tim pemadam, serta pengelolaan hidrologi pada kawasan gambut.
Pengerahan Personel dan Teknologi di Lapangan
Di wilayah konsesi PT Mayawana Persada yang meliputi Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, kesiapan penanganan karhutla ditopang oleh tujuh regu inti ditambah regu pendukung. Sebanyak 170 personel disebar ke delapan posko pemadam yang tersebar di empat sektor operasional.
Pengawasan lapangan diperkuat dengan menara pantau, drone, pesawat nirawak VTOL, serta kamera CCTV. Total 74 titik sumber air juga disiapkan untuk mendukung aktivitas pemadaman. Patroli dilaksanakan secara kontinu selama 24 jam, baik siang maupun malam.
Apabila titik api terdeteksi, tim langsung melakukan pemadaman serentak disertai upaya pengendalian penyebaran api, termasuk pembuatan sekat bakar yang disesuaikan dengan kondisi medan. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pendinginan serta pemantauan berkala guna mencegah munculnya kembali titik api.
Pemantauan hotspot juga diintegrasikan dengan platform resmi SiPongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sehingga data satelit dapat langsung ditindaklanjuti melalui patroli darat.
Tata Air Gambut sebagai Kunci Pencegahan
Gambut yang kehilangan kelembapan jauh lebih rentan terbakar, dan api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, pengelolaan hidrologi gambut menjadi elemen sentral dalam strategi pencegahan.
Asisten Kepala Environment PT Mayawana Persada, Agus Trijoko, menjelaskan bahwa infrastruktur kanal di kawasan konsesi difungsikan untuk menahan dan mengatur distribusi air (rewetting) pada lahan gambut.
"Menghadapi musim kemarau dan El Niño, seluruh pintu kanal ditutup rapat guna mempertahankan cadangan air di dalam bentang lahan. Secara teknis, perusahaan menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata pada kisaran 40 sentimeter untuk memastikan lahan tetap lembap tanpa menggenangi perakaran tanaman," jelas Agus.
Pemantauan tinggi muka air dilakukan secara kontinu selama 24 jam melalui stasiun sensor telemetri otomatis atau level logger. Tujuan pengelolaan ini adalah menjaga kelembapan gambut sekaligus menekan risiko kebakaran bawah permukaan atau smoldering combustion yang sulit terdeteksi dan dipadamkan.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas lokal, PT Mayawana Persada menyalurkan bantuan peralatan pemadam kepada Desa Padu Banjar. Langkah ini bertujuan agar warga memiliki kemampuan awal dalam mendeteksi dan merespons kebakaran di lingkungan sekitar.
Komitmen Perusahaan
Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak semata-mata berorientasi pada pemadaman, melainkan juga pada pencegahan agar dampak kebakaran tidak meluas.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secepat dan seefektif mungkin, sekaligus mencegah dampaknya meluas terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami menyadari bahwa kejadian ini juga menjadi perhatian berbagai pihak. Karena itu, selain mengerahkan sumber daya untuk penanganan di lapangan, kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi kawasan dan langkah-langkah pengelolaan yang perlu diperkuat ke depan," ujar Iwan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang?Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang matter?Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.