NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Robert Wilson - narakabar.com

Foto : Robert Wilson - narakabar.com

Menjelang Satu Tahun Demo Agustus 2025, Masduki Minta Prabowo Ganti Jajaran Komunikasi hingga Kapolri

Narakabar.com – Peringatan satu tahun aksi demonstrasi yang pecah pada Agustus 2025 kian dekat. Di tengah momentum itu, Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi dan melakukan perombakan terhadap sejumlah posisi kunci di kabinet.

Menurut Masduki, permintaan maaf atau sekadar klarifikasi publik tidak memadai untuk menjawab persoalan yang telah berlangsung lama. Ia menegaskan bahwa Presiden memiliki kewajiban untuk merespons kritik rakyat melalui tindakan nyata, bukan retorika kosong.

Tim Komunikasi Dinilai Tidak Profesional

Masduki menyebut buruknya pola komunikasi politik yang dijalankan pemerintah mengindikasikan kegagalan internal dalam tim yang bertugas menyampaikan informasi kepada kepala negara sekaligus mengelola pesan publik. Ia menilai kerja tim tersebut jauh dari standar profesionalisme yang diharapkan.

"Misalnya ini kalau berarti komunikasi yang buruk, ini menyangkut tim komunikasi yang juga kerjanya tidak profesional. Jadi, harus ada reshuffle," kata Masduki kepada Suara.com, Jumat (21/8/2026).

Seskab Teddy hingga Komdigi Masuk Radar Evaluasi

Salah satu nama yang paling disorot adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Masduki mengaitkan usulan pergantian tersebut dengan isu yang beredar soal bagaimana informasi riil sampai ke meja Presiden. Apabila data lapangan tidak tersampaikan secara utuh, respons dan keputusan Prabowo terhadap persoalan publik bisa terdistorsi.

Di luar Seskab, Masduki juga mendorong evaluasi terhadap Kepala Badan Komunikasi Pemerintah serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kedua entitas itu, menurutnya, memegang peran sentral dalam membenahi pola komunikasi negara kepada masyarakat.

Kapolri: Target Reshuffle Paling Substantif

Di samping persoalan komunikasi, Masduki menyoroti tindakan anarkis aparat kepolisian yang menjadi salah satu pemicu kerusuhan Agustus tahun sebelumnya. Ia menilai momentum setahun kerusuhan menuntut langkah konkret terhadap pimpinan Polri.

"Dan kemudian ada yang lebih substantif nih, menjelang peringatan satu tahun kerusuhan Agustus tahun lalu, itu kan salah satu pemicunya adalah tindakan anarkis dari Kepolisian. Nah, oleh karena itu, Prabowo harus juga segera mereshuffle Kapolri, mengganti Kapolri," tegasnya.

Peringatan: Tekanan Politik Bisa Berbalik Arah

Masduki mengingatkan agar Prabowo tidak meremehkan eskalasi tekanan dari publik. Ia menilai apabila Presiden enggan melakukan evaluasi dan perombakan, beban politik justru akan membengkak dan berbalik menjadi ancaman bagi kepemimpinan sendiri.

"Jadi, intinya ini bukan sekadar permohonan maaf atau klarifikasi, tapi Prabowo harus bertindak. Tugas Presiden kan memang bertindak, merespons dengan tindakan," tandasnya.

"Dan orang menunggu sekarang reshuffle kabinet. Kalau tidak, lama-lama nanti yang di-reshuffle Presiden dan Wakil Presiden, kira-kira gitu," pungkasnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kinerja Tim Komunikasi Buruk Prabowo Diingatkan?

Kinerja Tim Komunikasi Buruk Prabowo Diingatkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kinerja Tim Komunikasi Buruk Prabowo Diingatkan matter?

Kinerja Tim Komunikasi Buruk Prabowo Diingatkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.