Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian
Korban Tewas Tembus 103 Jiwa, Prabowo Tinjau Gempa NTT
Narakabar.com – Korban Tewas Tembus 103 Jiwa menjadi kenyataan pahit yang menyelimuti Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sebelas hari setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto akhirnya mendarat di NTT setelah bertolak dari Bali untuk meninjau langsung kondisi pengungsi, menyalurkan pesan solidaritas, dan memastikan bahwa seluruh mekanisme penanganan bencana berjalan tanpa hambatan. Kunjungan ini menandai titik balik dari fase tanggap darurat menuju koordinasi pemulihan jangka panjang.
Gempa Magnitudo 7,7 dan Dampaknya di Tujuh Kabupaten
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Kabupaten Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Guncangan dahsyat itu tidak hanya menghancurkan permukiman di episenter, tetapi juga merambat ke enam kabupaten lain di Pulau Flores. Hingga sebelum kunjungan presiden, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban jiwa telah menembus 103 orang. Kabupaten Manggarai mencatat angka tertinggi dengan 41 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 jiwa. Ratusan bangunan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur jalan dilaporkan rusak berat hingga total.
Operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung tanpa henti sejak hari pertama. Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan lokal bekerja bergantian di puing-puing bangunan untuk mengevakuasi korban yang terjebak. Setiap jam yang berlalu menambah tekanan pada kapasitas medis yang terbatas di daerah terpencil tersebut.
Respons Pemerintah: Distribusi Logistik dan Layanan Medis
Sejak instruksi pertama diberikan oleh Presiden Prabowo pada hari bencana, pemerintah pusat menggerakkan seluruh lini logistik untuk memastikan bantuan tiba cepat, terarah, dan merata. Dalam rentang 15–24 Agustus 2026, total 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral telah didistribusikan ke titik-titik pengungsian. Selain bahan pangan, pemerintah juga mengerahkan obat-obatan, tenda pengungsian, selimut, matras, peralatan komunikasi darurat, serta dua unit rumah sakit lapangan.
Dua rumah sakit lapangan kini beroperasi penuh di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Di RSUD Ruteng sendiri, tim medis telah melaksanakan 29 tindakan operasi besar bagi korban dengan luka fraktur dan cedera internal. Kapasitas bedah terus diperkuat dengan penambahan tenaga dokter spesialis dan perawat dari berbagai provinsi.
Pesan Koordinasi dari Mensesneg
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kunjungan presiden bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan mekanisme pengawasan langsung terhadap efektivitas koordinasi lintas lembaga.
"Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT," kata Pras, dikutip dari ANTARA.
Pras menambahkan bahwa dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus diperkuat melalui pengerahan fasilitas kesehatan tanggap bencana, termasuk mobilisasi ambulans udara untuk evakuasi medis korban dengan kondisi kritis.
Melangkah ke Fase Pemulihan dan Rekonstruksi
Pras menegaskan bahwa penanganan tidak akan berhenti pada tahap tanggap darurat semata. Pemerintah telah menyusun peta jalan pemulihan bertahap yang mencakup rehabilitasi fasilitas publik, rekonstruksi infrastruktur jalan dan jembatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat melalui program kerja produktif.
"Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," ungkapnya.
Anggaran pemulihan akan dialokasikan melalui APBN dan APBD dengan mekanisme pengawasan ketat agar setiap rupiah tersalurkan tepat sasaran. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BNPB dan pemerintah daerah, serta melaporkan kebutuhan mendesak melalui posko pengungsian terdekat.
FAQ: Informasi Praktis Pascagempa Flores
Bagaimana cara melaporkan anggota keluarga yang belum ditemukan?
Masyarakat dapat menghubungi posko pengungsian di masing-masing kecamatan atau menghubungi call center BNPB. Data identitas lengkap, lokasi terakhir, dan nomor telepon penjamin perlu disiapkan agar proses pencocokan berjalan cepat.
Apakah bantuan logistik masih dapat diterima oleh pengungsi?
Ya. Distribusi sembako, air mineral, dan kebutuhan dasar terus berlangsung setiap hari. Pengungsi yang belum menerima bantuan dapat melapor ke petugas posko terdekat atau menghubungi pemerintah desa setempat agar data penerima diperbarui.
Kapan fase rekonstruksi dimulai?
Fase rekonstruksi dijadwalkan dimulai setelah seluruh operasi tanggap darurat dinyatakan selesai oleh BNPB. Prioritas awal mencakup perbaikan jalan akses, fasilitas kesehatan, dan sekolah. Masyarakat akan dilibatkan dalam perencanaan melalui musyawarah desa agar hasil rekonstruksi sesuai kebutuhan lokal.