NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lebih Banyak Mudaratnya! Menkes Kabinet Bayangan Desak MBG Dihentikan

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Elizabeth Martin - narakabar.com

Foto : Elizabeth Martin - narakabar.com

Irma Hidayana: MBG Lebih Banyak Membahayakan daripada Membantu

Narakabar.com – Desakan tegas agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan datang dari Irma Hidayana, sosok yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Bayangan. Ia menyampaikan tuntutan tersebut di tengah Aksi Kamisan ke-921 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (20/8/2026).

"Perlu dihentikan, stop, stop,"

Pernyataan itu diucapkan Irma kepada Suara.com di sela aksi demonstrasi. Baginya, program unggulan pemerintah tersebut belum mampu menghadirkan manfaat yang proporsional dibandingkan deretan masalah yang terus bermunculan.

MBG Watch dan Landasan Data

Irma menjelaskan bahwa ia merupakan bagian dari MBG Watch, sebuah wadah di bawah Kementerian Kabinet Bayangan yang berfungsi sebagai saluran masyarakat sipil untuk mengkritisi pelaksanaan MBG. Tim tersebut telah menyusun riset berbasis data lapangan, mencakup berbagai insiden yang sudah dilaporkan media.

"Jadi kami sudah bekerja, udah bikin riset, karena kita ngomong nggak mau tidak berbasis data ya, media udah banyak meliput kejadian keracunan,"

Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap program harus dilakukan secara komprehensif, menyangkut dimensi kesehatan, gizi, serta tata kelola.

Keracunan, Stunting, dan Kegagalan Tata Kelola

Dari sisi kesehatan, Irma mempertanyakan kemampuan MBG dalam memperbaiki status gizi anak, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Ia menilai insiden keracunan yang berulang justru menjadi alarm serius bagi pemerintah.

"Program MBG tidak mungkin mendongkrak atau memperbaiki status gizi, alih-alih stunting, pertama keracunan, habis itu stunting itu tidak bisa diobati, hanya bisa dicegah,"

Ia menambahkan bahwa stunting merupakan kondisi kronis yang berakar pada masalah gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Intervensi yang tepat hanya bisa dilakukan sebelum kondisi itu terbentuk.

"Stunting itu irreversible condition kronik gizi akut yang dialami oleh anak di 1000 hari kehidupannya, jadi intervensinya harus sebelumnya, jadi gagal harus di-stop aja,"

Selain persoalan kesehatan dan gizi, Irma juga menyoroti lemahnya tata kelola program. Menurut hasil kajian timnya, seluruh aspek yang diteliti—mulai dari sektor kesehatan, gizi, hingga manajemen—hanya menunjukkan mudarat tanpa manfaat yang berarti.

"Intinya dari apa yang kami lakukan, baik melihat MBG dari sektor kesehatan dan gizi maupun tata kelola itu yang ada mudarat aja, manfaat nggak ada,"

Usulan Penggantian Mekanisme: Bantuan Tunai Langsung

Di luar tuntutan penghentian, Irma mengajukan alternatif konkret: pemerintah sebaiknya mengubah pola bantuan dari penyediaan makanan menjadi transfer tunai langsung kepada masyarakat. Dengan mekanisme tersebut, ia berargumen, sasaran bantuan dapat lebih tepat dan risiko kegagalan operasional dapat diminimalkan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Lebih Banyak Mudaratnya Menkes Kabinet Bayangan?

Lebih Banyak Mudaratnya Menkes Kabinet Bayangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lebih Banyak Mudaratnya Menkes Kabinet Bayangan matter?

Lebih Banyak Mudaratnya Menkes Kabinet Bayangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.