NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik

Published Agustus 27, 2026 · Updated Agustus 27, 2026 · By Elizabeth Martin - narakabar.com

Foto : Elizabeth Martin - narakabar.com

Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: "Ada Orang yang Panik"

Narakabar.com – Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur dari jabatannya — kabar yang sempat beredar luas di media sosial dan sejumlah kanal berita — ditepis langsung oleh yang bersangkutan. Dalam sambungan telepon dengan Suara.com pada Rabu (26/8/2026), Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tidak pernah ada niat, apalagi surat resmi, untuk melepaskan posisi di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia menduga kabar tersebut lahir dari kepanikan sejumlah pihak yang merespons dinamika internal kementerian secara berlebihan, sehingga informasi yang belum terverifikasi justru menyebar lebih cepat daripada klarifikasi resmi.

"Kata siapa? Kita tidak pernah. Itu kayaknya ada orang panik itu," ujar Nasaruddin dengan nada tenang.

Tidak Ada Surat Pengunduran Diri ke Istana

Menjawab pertanyaan spesifik apakah pernah ada dokumen pengunduran diri yang dikirimkan ke Presiden, Nasaruddin menjawab singkat dan tegas: "Enggak pernah." Ia menambahkan bahwa pada hari yang sama kabar itu beredar, dirinya justru masih menjalankan agenda resmi di lingkungan Kementerian Agama, termasuk menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi di kantor pusat. Seluruh aktivitas kementerian, lanjutnya, tetap berjalan normal tanpa perubahan struktur kepemimpinan maupun penundaan program kerja.

"Kita enggak pernah melakukan itu (mengundurkan diri). Malah kita telah melakukan kegiatan di kantor, peringatan Maulid," tegasnya.

Nasaruddin juga menjelaskan bahwa tidak ada mekanisme internal maupun eksternal yang menunjukkan adanya proses pengunduran diri yang sedang berjalan. Ia menekankan bahwa klarifikasi langsung dari pejabat yang bersangkutan merupakan sumber paling akurat untuk memverifikasi status jabatan, bukan spekulasi yang beredar di ruang digital.

Pencalonan di PBNU Bukan Pemicu Rumor

Salah satu spekulasi yang mengiringi kabar tersebut adalah dugaan bahwa Nasaruddin akan mundur untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menanggapi hal itu, ia menyatakan bahwa pencalonan di organisasi keagamaan tidak secara otomatis mengharuskan seorang menteri melepaskan jabatannya. Tidak ada ketentuan hukum maupun etika yang melarang seorang pejabat negara ikut serta dalam proses pemilihan internal organisasi tanpa harus mundur terlebih dahulu.

Ia kembali menyinggung dugaan adanya pihak yang sengaja memperbesar isu karena panik terhadap dinamika politik keagamaan yang sedang berlangsung menjelang Muktamar.

"Kayanya ada orang panik itu," ulangnya.

Agenda di Surabaya: Pelantikan Ikatan Ahli Ekonomi Islam

Saat dihubungi, Nasaruddin tengah berada di dalam pesawat yang menuju Surabaya, Jawa Timur. Ketika ditanyakan apakah kunjungan tersebut berkaitan dengan kehadiran di Muktamar PBNU, ia tidak memberikan jawaban tegas. Yang ia sampaikan hanyalah adanya agenda pelantikan keesokan paginya.

"Melantik ... Ikatan Ahli Ekonomi Islam di Jawa Timur besok pagi," kata Nasaruddin.

Kehadiran di acara pelantikan tersebut justru menjadi bukti bahwa aktivitas resmi kementerian tetap berjalan tanpa gangguan, sekaligus memperkuat bantahannya terhadap rumor pengunduran diri yang beredar. Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur bukan sekadar pernyataan reaktif, melainkan konfirmasi bahwa seluruh agenda publik dan internal kementerian tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

FAQ: Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur

Apakah Nasaruddin Umar benar-benar mengirim surat pengunduran diri ke Presiden? Tidak. Dalam pernyataan langsungnya pada 26 Agustus 2026, Nasaruddin menegaskan bahwa tidak pernah ada surat pengunduran diri yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto, baik secara tertulis maupun lisan.

Apakah pencalonan di PBNU mengharuskan Nasaruddin mundur dari jabatan Menteri Agama? Menurut Nasaruddin sendiri, tidak ada ketentuan yang mewajibkan seorang menteri mundur untuk mencalonkan diri di organisasi keagamaan. Ia tetap menjalankan tugas kementerian secara normal dan menghadiri kegiatan resmi pada hari yang sama.

Kapan dan di mana pernyataan bantahan ini disampaikan? Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon dengan Suara.com pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat Nasaruddin berada di pesawat menuju Surabaya, Jawa Timur.

Apa agenda Nasaruddin di Surabaya? Ia dijadwalkan melantik pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam di Jawa Timur pada pagi hari setelah penerbangan tersebut.

Related Reading