NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor, Pengamat: Retorika dan Aksi Belum Selaras

Published September 19, 2026 · Updated September 19, 2026 · By Sarah Martinez - narakabar.com

Foto : Sarah Martinez - narakabar.com

Seruan Palestina di Gontor Disorot sebagai Ujian Konsistensi Diplomasi Indonesia

Narakabar.com – Presiden Prabowo Subianto kembali mengangkat isu kemerdekaan Palestina saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 19 September 2026. Di hadapan para santri, Prabowo menyuarakan “Free Palestine”, sebuah pesan yang mengulang dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Seruan tersebut memperoleh perhatian karena disampaikan dalam forum besar yang mempertemukan pemimpin negara dengan lingkungan pendidikan Islam. Bagi banyak pihak, pernyataan itu menegaskan bahwa isu Palestina masih memiliki tempat penting dalam percakapan publik dan sikap politik Indonesia.

Namun, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono, menilai pernyataan publik saja belum dapat menjadi ukuran keberhasilan dukungan terhadap Palestina. Ia memandang tantangan utamanya berada pada kesesuaian antara pernyataan politik dan tindakan Indonesia di arena diplomasi internasional.

Dukungan Lama yang Perlu Diterjemahkan

Muhadi menekankan bahwa posisi Indonesia yang berpihak pada Palestina bukanlah hal baru. Karena itu, pengulangan seruan kemerdekaan Palestina perlu disertai langkah yang lebih nyata dan dapat ditelusuri dampaknya dalam kebijakan luar negeri.

"Statement Free Palestine itu sudah statement lama dan secara konsisten kita suarakan, jadi kalau Pak Prabowo mengatakan itu, what is new?"

Dalam pandangannya, dukungan terhadap Palestina tidak cukup berhenti pada pernyataan di dalam negeri. Pemerintah memiliki perangkat diplomasi yang jauh lebih luas daripada warga biasa, termasuk keterlibatan dalam forum antarnegara dan perumusan posisi politik di tingkat global.

Karena itu, pidato kepala negara dinilai akan memiliki bobot lebih besar apabila diikuti agenda diplomatik yang jelas. Ukurannya bukan hanya seberapa sering dukungan diucapkan, melainkan juga bagaimana Indonesia menggunakan ruang diplomasi untuk memperjuangkan kepentingan Palestina secara konsisten.

Retorika dan Langkah Internasional

Muhadi melihat adanya jarak antara pesan yang disampaikan kepada publik dengan sejumlah pilihan Indonesia dalam hubungan internasional. Ia menyebut kondisi tersebut berisiko menjadikan dukungan Palestina sebatas retorika politik domestik, tanpa pengaruh yang cukup kuat terhadap perkembangan isu di luar negeri.

"Jadi saya khawatir terlalu banyak retorika yang dijalankan sekarang. Tetapi tanpa disadari konsistensinya itu kecil, konsistensi antara retorika dengan aksinya nyata itu loh."

Kritik ini tidak diarahkan pada keberpihakan Indonesia kepada Palestina sebagai prinsip. Yang dipersoalkan adalah penerjemahan prinsip tersebut ke dalam tindakan. Dalam isu internasional, pernyataan moral dan politik dapat membangun perhatian publik, tetapi hasilnya sangat ditentukan oleh strategi, negosiasi, koalisi, serta posisi yang diambil dalam lembaga-lembaga multilateral.

Perbedaan antara suara publik dan kebijakan praktis juga menjadi penting karena pemerintah memiliki kapasitas untuk melampaui simbolisme. Ketika masyarakat menyampaikan solidaritas melalui aksi atau seruan, negara dapat bekerja melalui jalur diplomasi, pembicaraan politik, dan forum kerja sama internasional.

Keanggotaan dalam Board of Peace

Sorotan Muhadi secara khusus tertuju pada keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau BOP. Ia menilai keberadaan Israel di forum itu menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Indonesia untuk secara konsisten mendorong agenda Palestina merdeka dari dalam organisasi tersebut.

"Sekarang jelas-jelas kalau kita ingin konsistenkan, keanggotaan kita di BOP itu kan jelas tidak mungkin membawa Free Palestina, itu bagaimana. Wong BOP itu posisi Israel itu jelas tidak mungkin ada Palestina merdeka dan kita ada di dalamnya, kita mau bisa apa itu."

Baginya, susunan keanggotaan forum dapat menentukan batas gerak sebuah negara. Kehadiran pihak-pihak dengan kepentingan yang bertentangan membuat tuntutan kemerdekaan Palestina sulit didorong hanya dengan deklarasi politik. Situasi seperti ini menuntut strategi yang lebih terukur agar partisipasi Indonesia tidak justru mengurangi ketegasan pesan yang ingin dibawa.

Muhadi juga mengaitkan persoalan tersebut dengan arah pembicaraan solusi dua negara. Ia menilai posisi Israel dalam BOP membuat ruang bagi agenda Palestina merdeka menjadi semakin sempit.

"Posisi Israel sebagai sesama anggota BOP sudah sangat jelas, two state solution, tidak ada Palestina merdeka. Ya sudah jalan buntu to itu."

Tuntutan atas Kebijakan yang Terukur

Seruan “Free Palestine” di Gontor memperlihatkan bahwa Palestina tetap menjadi isu yang dekat dengan perhatian masyarakat Indonesia. Akan tetapi, perhatian publik itu juga membawa tuntutan agar pemerintah menjelaskan arah perjuangannya secara lebih konkret di tingkat internasional.

Muhadi menilai negara tidak dapat disamakan dengan individu yang hanya memiliki ruang untuk menyuarakan aspirasi. Pemerintah, kata dia, harus memakai kewenangan dan sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan pengaruh diplomatik.

"Ya kalau misalkan rakyat jalanan berteriak 'Free Palestine, Free Palestine' karena memang dia hanya bisanya begitu. Tetapi kalau sebuah pemerintahan sebuah negara, itu kan bisa banyak hal yang dilakukan, diplomasi dan sebagainya. Tetapi pernyataan tegas begitu hanya di depan para santri yo percuma."

Perdebatan ini menempatkan dukungan terhadap Palestina dalam konteks yang lebih luas: bukan sekadar soal pidato, melainkan tentang konsistensi keputusan politik Indonesia. Pernyataan Presiden di Ponorogo dapat memperkuat solidaritas nasional, tetapi efektivitasnya akan terus diuji oleh langkah Indonesia saat menghadapi forum dan kepentingan internasional yang lebih kompleks.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor?

Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor matter?

Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.