NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Sandra Martin - narakabar.com

Foto : Sandra Martin - narakabar.com

Kedaulatan RI Bukan Soal Senjata: Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Pilar yang Sering Diabaikan

Narakabar.com – Memiliki persenjataan mutakhir tidak serta-merta membuat sebuah negara aman dari ancaman eksternal. Pandangan itulah yang diutarakan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, ketika menegaskan bahwa kekuatan militer saja tidak cukup untuk melindungi kedaulatan Indonesia.

Menurut Gatot, arsitektur pertahanan modern harus ditopang oleh tiga elemen utama: ketahanan pangan, industri pertahanan yang kokoh, dan kemandirian ekonomi. Tanpa ketiganya, persenjataan paling canggih pun menjadi rapuh.

Konteks Geopolitik yang Memaksa Kemandirian

Gatot mengingatkan bahwa peta geopolitik global tengah memanas. Sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia tetap berisiko menjadi objek kepentingan pihak asing. Dalam kondisi demikian, kemandirian ekonomi bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan fondasi pertahanan itu sendiri.

Ia juga menekankan bahwa doktrin pertahanan harus terus beradaptasi seiring bergesernya bentuk ancaman. Kedaulatan hari ini tidak lagi diukur semata dari kekuatan tembakan, melainkan dari kemampuan negara mempertahankan stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, keamanan siber, dan kohesi sosial.

"Ketahanan nasional seperti itulah yang harus terus kita wujudkan," ucap Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab pada Rabu (19/8/2026).

Pengangguran sebagai Ancaman Keamanan

Dalam paparannya, Gatot menyoroti kondisi ekonomi domestik, khususnya tingginya angka pengangguran. Baginya, persoalan tersebut tidak boleh direduksi menjadi isu ekonomi biasa.

"Jika tidak terkelola bisa menjadi bom waktu sosial. Dapat menjadi ancaman terhadap keamanan nasional," katanya.

Kekhawatiran serupa ia arahkan pada kelompok muda yang kesulitan memperoleh pekerjaan. Tanpa penanganan cepat, kondisi itu dikhawatirkan memicu demoralisasi massal. Ia turut menyinggung puluhan ribu calon mahasiswa yang telah lolos seleksi perguruan tinggi negeri namun gagal melanjutkan pendaftaran karena terkendala mahalnya biaya pendidikan.

Tiga Prioritas yang Wajib Diperkuat

Gatot kemudian merumuskan tiga aspek yang harus menjadi fokus pemerintah dalam menjaga kedaulatan ke depan.

Pertama, penguatan pertahanan nirmiliter melalui ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri. Ketergantungan pada impor kebutuhan pokok, menurutnya, merupakan titik lemah struktural. Ketika kebutuhan dasar rakyat sepenuhnya bergantung pada negara lain, Indonesia menjadi rentan terhadap tekanan ekonomi maupun politik dari luar.

Kedua, pembangunan industri pertahanan dalam negeri agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada pasokan persenjataan asing.

Ketiga, penguatan kemandirian ekonomi dan industri padat karya sebagai instrumen penyerapan tenaga kerja sekaligus penopang stabilitas nasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan?

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan matter?

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.