Sentil Fasilitas Mewah DPR, Aktivis Pati: Bapak Tetap Kaya Meski Ada Korupsi
Aktivis Pati Serukan: Pejabat DPR Tetap Makmur di Tengah Korupsi
Narakabar.com – Teguh Istiyanto, perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menyampaikan kritik tajam kepada pimpinan DPR RI. Ia menyoroti kontras mencolok antara kemapanan hidup para wakil rakyat dan penderitaan masyarakat kecil yang menjadi korban langsung praktik korupsi.
Audiensi di Kompleks Parlemen Senayan
Kritik tersebut dilontarkan Teguh dalam pertemuan resmi bersama tiga Wakil Ketua DPR RI—Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal—di Gedung Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026). Di hadapan para legislator, ia menegaskan bahwa korupsi merupakan akar utama kemiskinan yang paling menghantam warga desa di posisi paling rapuh.
Ia mengingatkan bahwa meskipun kas negara terus terkuras oleh praktik korupsi, para pejabat tetap menerima gaji, tunjangan, dan berbagai fasilitas negara tanpa terganggu.
"Korupsi ini memang sebagai biang hancurnya negara ini, biang kesengsaraan rakyat, Pak. Kami dari desa yang sangat jadi korban, yang sangat terasa. Mungkin Bapak kalau ada korupsi itu ya biar biarkan saja. Bapak masih punya gaji, punya fasilitas, punya tunjangan, bisa makan enak. Biar ada korupsi di Indonesia, Bapak masih kaya."
Gugatan Mundur bagi Wakil Rakyat yang Gagal
Teguh kemudian mempertanyakan legitimasi jabatan anggota DPR yang tidak mampu menjalankan amanah rakyat. Menurutnya, posisi wakil rakyat semestinya dipakai untuk melindungi dan menaikkan taraf hidup masyarakat, bukan memperdalam luka kemiskinan.
Ia menyatakan bahwa apabila para legislator terbukti tidak sanggup mewujudkan kesejahteraan, langkah paling tepat adalah mengundurkan diri dari jabatan.
"Kalau jenengan yang sudah kami amanahi, kami percayai ini tidak bisa memberikan kemakmuran kepada kami, tidak bisa mengayomi kami... mendingan jenengan itu undur diri saja. Kami tidak ikhlas uang dari pajak kami dibuat untuk membayar jenengan-jenengan yang justru bukan meningkatkan kesejahteraan kepada kami, tapi justru malah memberikan kesengsaraan kepada kami."
Peringatan Bernuansa Religius: Mandat Dicabut Lewat Doa
Lebih jauh, Teguh menyampaikan peringatan bahwa apabila jalur formal tidak memungkinkan untuk mencabut mandat wakil rakyat, masyarakat akan menempuh jalan spiritual. Ia menegaskan bahwa rakyat tidak berniat melawan negara, melainkan menyerahkan urusan pencabutan mandat kepada Tuhan melalui doa dan zikir.
"Akan kami cabut mandat itu, Pak, meskipun dari prosedur enggak bisa. Tapi wallahi, Pak, kami akan wiritan kami zikir sehingga nanti Allah yang akan mencabut lewat doa-doa kami dan lewat kesengsaraan yang kami alami. Kami tidak mau melawan negara, kami hanya lewat doa saja."
Kesenjapan antara Pejabat dan Pekerja Harian
Menutup penyampaiannya, Teguh meminta DPR memberikan perhatian lebih serius kepada kelompok rentan yang penghidupannya bergantung sepenuhnya pada penghasilan harian. Ia kembali menggarisbawahi perbedaan nasib: pejabat tetap menerima gaji dan fasilitas bahkan tanpa hadir di kantor, sementara pekerja harian yang tidak bisa berangkat bekerja tidak memperoleh apa-apa.
"Rakyat rentan itu, besok kita dapat apa tidak tahu, itu namanya rentan. Nek jenengan besok nyorek wis cetho, karuane. Ora berangkat pun jenengan gajian, dapat tunjangan, dapat fasilitas. Kalau kami ora berangkat, tidak berangkat kerja ya tidak dapat apa-apa."
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sentil Fasilitas Mewah DPR Aktivis Pati?Sentil Fasilitas Mewah DPR Aktivis Pati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sentil Fasilitas Mewah DPR Aktivis Pati matter?Sentil Fasilitas Mewah DPR Aktivis Pati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.