Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal di Kementerian PU
Narakabar.com – Sosok Arnold Aristoteles Mantan Jenderal kembali menjadi perhatian setelah Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memberikan teguran keras saat meninjau kondisi irigasi di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Teguran itu disampaikan melalui sambungan telepon ketika Dody menemukan area persawahan yang mengalami kekeringan akibat saluran irigasi tersier rusak dan tidak terawat.
Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum. Sebelum menjalankan tugas di kementerian, ia memiliki perjalanan panjang di TNI Angkatan Darat hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal atau Mayjen.
Teguran Menteri PU Saat Meninjau Sawah Kering
Peninjauan lapangan dilakukan Dody Hanggodo pada Sabtu, 26 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi saluran irigasi tersier di Karangharja yang tidak berfungsi dengan baik. Kerusakan jaringan pengairan itu berdampak pada sekitar 1.000 hektare lahan sawah yang disebut tidak mendapatkan pasokan air selama tujuh bulan.
Situasi di lapangan dinilai tidak sesuai dengan informasi yang sebelumnya diterima kementerian. Dody kemudian menghubungi Arnold untuk meminta pejabat pembuat komitmen atau PPK yang paling dekat dengan lokasi segera datang dan menangani persoalan tersebut.
Permintaan itu tidak dimaksudkan untuk ditindaklanjuti pada hari berikutnya. Menteri PU menekankan bahwa respons harus dilakukan secepatnya karena petani telah menghadapi kesulitan pengairan selama berbulan-bulan. Teguran tersebut menunjukkan urgensi perbaikan infrastruktur yang langsung memengaruhi kegiatan pertanian warga.
“Besok? Sekarang! Besok di mana sih lo? Kan sudah enggak dapat air tujuh bulan, baru besok. Sekarang! Jalan kamu sekarang!”
Peristiwa tersebut membuat perhatian publik tertuju pada kinerja penanganan jaringan irigasi di tingkat lapangan. Saluran tersier merupakan bagian penting dalam distribusi air karena menjadi jalur yang paling dekat dengan area persawahan. Ketika bagian ini rusak, pasokan air menuju sawah dapat terganggu meskipun jaringan irigasi pada bagian lain tersedia.
Karier Militer Arnold Aristoteles
Sosok Arnold Aristoteles Mantan Jenderal dikenal melalui riwayat pengabdiannya di TNI AD. Ia merupakan alumnus Akademi Militer tahun 1991 dan meniti karier hingga meraih pangkat Mayor Jenderal. Pengalaman tersebut membawanya menjalankan sejumlah jabatan strategis di lingkungan militer.
Sebelum menjadi Gubernur Akademi Militer, Arnold pernah bertugas sebagai Inspektur Divisi 3 Kostrad. Ia juga pernah menjabat Inspektur Akademi Militer atau Akmil. Pada 2024, Arnold memperoleh promosi sebagai Gubernur Akmil, sebuah posisi yang berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan bagi calon perwira TNI AD.
Dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Akmil, Arnold turut mendampingi agenda kunjungan Presiden Republik Indonesia dan Presiden Prancis ke Akademi Militer pada Mei 2025. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan tugasnya sebelum mendapat penugasan di pemerintahan sipil.
Menjabat Direktur Jenderal Sumber Daya Air
Setelah menyelesaikan perjalanan karier di TNI AD, Arnold mendapat amanah di Kementerian Pekerjaan Umum. Dody Hanggodo melantiknya sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada 1 Mei 2026. Jabatan tersebut menempatkan Arnold pada direktorat yang menangani pengelolaan sumber daya air serta infrastruktur pengairan.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memiliki peran yang erat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk ketersediaan air untuk pertanian. Bagi petani, kelancaran jaringan irigasi menentukan kemampuan mereka mengolah lahan dan menjaga keberlangsungan tanaman. Karena itu, kerusakan saluran tersier di Karangharja memiliki dampak langsung terhadap aktivitas pertanian setempat.
Sosok Arnold Aristoteles Mantan Jenderal kini berada dalam sorotan seiring dorongan agar persoalan irigasi di Bekasi segera ditangani. Hingga kini, ia masih tercantum di situs resmi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air.
Kasus di Desa Karangharja juga menegaskan pentingnya pemeriksaan langsung terhadap kondisi infrastruktur. Laporan administrasi perlu selaras dengan keadaan di lapangan agar gangguan distribusi air dapat diketahui lebih cepat dan petani tidak menanggung dampak kekeringan terlalu lama.
FAQ tentang Arnold Aristoteles dan Irigasi Karangharja
Siapa Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw?
Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Ia merupakan purnawirawan TNI AD berpangkat terakhir Mayor Jenderal dan alumnus Akademi Militer tahun 1991.
Mengapa Menteri PU Dody Hanggodo menegur Arnold Aristoteles?
Dody Hanggodo menegur Arnold setelah menemukan saluran irigasi tersier rusak di Desa Karangharja, Bekasi. Kondisi tersebut disebut menyebabkan sekitar 1.000 hektare sawah tidak memperoleh air selama tujuh bulan.
Apa pentingnya saluran irigasi tersier bagi petani?
Saluran tersier berfungsi menyalurkan air menuju area persawahan. Jika saluran ini rusak atau tidak terawat, air sulit mencapai lahan pertanian sehingga kegiatan budidaya dan pengolahan sawah dapat terganggu.