Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
Warga Sumbar Diminta Pakai Masker, Asap dari Jambi dan Riau Menutupi Langit
Narakabar.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengenakan masker serta membatasi kegiatan di luar ruangan. Langkah ini diambil setelah kabut tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga menyelimuti beberapa wilayah perbatasan Sumbar pada Selasa (25/8/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menjelaskan bahwa jarak pandang di sejumlah daerah turun drastis dibanding kondisi biasa, sementara kualitas udara turut terganggu.
"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," kata Tasliatul.
Daerah yang Terkena Dampak
Kabut asap paling terasa di Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, serta sebagian wilayah Tanah Datar dan Solok. Tasliatul menegaskan bahwa seluruh wilayah tersebut berada di zona perbatasan provinsi.
"Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga," ujarnya, sebagaimana dikutip ANTARA.
Bukan Api Lokal, Melainkan Kiriman dari Luar
Tasliatul menegaskan bahwa kabut yang masuk ke Sumbar bukan dipicu kebakaran di dalam provinsi itu sendiri. Sumber asap diduga berasal dari Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan. Bukti pendukungnya terlihat dari merosotnya jumlah titik api di Sumbar dalam beberapa hari terakhir.
Pada rentang 1–13 Agustus 2026, tercatat 232 titik api di Sumbar. Angka itu anjlok lebih dari separuh menjadi 103 titik pada periode 14–23 Agustus.
"Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga," kata Tasliatul.
Data Titik Api di Provinsi Sekitar
Berdasarkan catatan Sipongi Gakkum Kehutanan untuk periode 14–23 Agustus, jumlah titik api di Jambi mencapai 1.281, Riau 1.433, dan Sumatra Selatan melonjak hingga 4.975 titik. Bengkulu dan Sumatra Utara terpantau jauh lebih rendah, yakni 154 dan 214 titik.
Walaupun Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 23 Agustus masih berada pada kategori baik hingga sedang, Pemprov Sumbar tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut belum mereda.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi?Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi matter?Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.