NaraKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Waspada Gempa Susulan! Warga Ngada Diimbau Tak Masuk ke Dalam Rumah

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Sarah Jackson - narakabar.com

Foto : Sarah Jackson - narakabar.com

Ngada Tetapkan Tanggap Darurat 30 Hari Pasca Gempa, Ribuan Warga Mengungsi

Narakabar.com – Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama satu bulan penuh, terhitung 15 Agustus hingga 15 September 2026. Keputusan ini diambil menyusul skala kerusakan masif yang melanda wilayah tersebut.

Hingga saat ini, 2.551 jiwa dari 1.425 kepala keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan tersebar di 81 titik pengungsian. Mayoritas pengungsi, yakni 67 titik, berada di Kecamatan Riung, sementara 12 titik lainnya tersebar di Aimere dan dua titik di Bajawa.

Skala Kerusakan Bangunan dan Fasilitas Publik

Total 4.914 unit rumah dilaporkan rusak di 12 kecamatan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, mengonfirmasi data tersebut saat memberikan keterangan di Kupang pada Kamis (20/8/2026).

"Kerusakan rumah di Kabupaten Ngada tersebar di 12 kecamatan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan," kata Mahadin.

Dampak gempa tidak terbatas pada permukiman. BPBD mencatat kerusakan pada satu perkampungan di Kampung Dhokudou/Tololela, Desa Manubhara, 12 ruas jalan, 55 kantor pemerintahan, 41 fasilitas kesehatan, enam fasilitas kesehatan hewan, 85 satuan pendidikan, serta 32 rumah ibadah.

Korban Jiwa

Gempa menewaskan dua orang dan melukai 43 lainnya. Dari total korban luka, 16 orang mengalami luka berat, tiga luka sedang, dan 24 luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan.

"Korban telah ditangani oleh petugas kesehatan," ungkap Mahadin.

Imbauan Kewaspadaan dan Distribusi Bantuan

BPBD terus mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki rumah yang belum dipastikan aman serta menjauhi kawasan berisiko longsor. Warga di wilayah pesisir juga diimbau melakukan pengungsian sementara sebagai langkah antisipasi potensi tsunami.

Di sisi lain, distribusi bantuan logistik dan sembako telah dikirim ke tiga kecamatan terdampak, yaitu Riung, Riung Barat, dan Aimere. Proses pendataan dampak gempa masih berlangsung untuk memetakan perkembangan situasi di lapangan.

"Hingga saat ini penanganan sudah dilakukan dan pendataan masih terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan dampak gempa di Kabupaten Ngada," katanya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Waspada Gempa Susulan Warga Ngada Diimbau?

Waspada Gempa Susulan Warga Ngada Diimbau is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Waspada Gempa Susulan Warga Ngada Diimbau matter?

Waspada Gempa Susulan Warga Ngada Diimbau matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.