Jelang Demo 27 Agustus, DPR Klaim Aktivitas Parlemen Tetap Berjalan Normal
Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia menanggapi rencana unjuk rasa masyarakat pada 27 Agustus 2026.
Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia menanggapi rencana unjuk rasa masyarakat pada 27 Agustus 2026.
GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi oleh narasi provokatif yang beredar menjelang unjuk rasa besar di Jakarta. Pada Rabu,…
Narakabar.com – Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia menanggapi rencana unjuk rasa masyarakat pada 27 Agustus 2026. Doli menyatakan penyampaian aspirasi di Gedung Parlemen merupakan hak konstitusional yang harus dijaga agar tetap kondusif dan tertib. Ia memastikan aktivitas kedewanan dan agenda rapat legislasi di DPR RI tetap berjalan normal tanpa gangguan. Anggota DPR RI Fraksi Golkar sekaligus Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia , menanggapi rencana aksi unjuk rasa sekelompok masyarakat yang akan digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026. Doli menilai kedatangan masyarakat ke Gedung Parlemen untuk beraspirasi adalah hal yang wajar dan merupakan hak konstitusional. "Anggota masyarakat datang ke rumahnya, ke rumah rakyat ini kan…
Dishub DKI Siagakan 120 Petugas Antisipasi Kemacetan Saat Aksi 27 Agustus Narakabar.com – Menjelang aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026), Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta telah menyusun skenario pengendalian arus kendaraan di sejumlah titik rawan kepadatan di Ibu Kota. Total 120 personel akan diterjunkan ke lapangan untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Pengawasan di lapangan dijalankan dalam dua shift kerja, mencakup rentang waktu pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, sehingga tidak ada jeda dalam pemantauan kondisi jalan sepanjang hari aksi. Tiga Zona Pengamanan Utama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan tiga zona pengamanan utama guna mengatur pergerakan kendaraan di…
Imbalan Rp156 Miliar untuk Nyawa Barron Trump: Dinas Rahasia AS Gerak Cepat Narakabar.com – Di tengah ketegangan berkepanjangan antara Washington dan Teheran, sebuah video berdurak sekitar tiga menit yang disiarkan televisi pemerintah Iran memicu respons cepat dari lembaga keamanan tertinggi Amerika Serikat. Dalam rekaman tersebut, Teheran secara terbuka menjanjikan hadiah uang sebesar US$10 juta—setara sekitar Rp156 miliar—bagi siapa pun yang berhasil membunuh Barron Trump, putra bungsu Presiden Donald Trump. Video itu juga mengklaim bahwa seluruh aktivitas Barron tengah berada di bawah pengawasan ketat. Pernyataan semacam ini menambah lapisan baru pada konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan antara kedua negara, di mana ancaman verbal dan pernyataan keras saling berbalas tanpa henti. Respons…