Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Strategy: 5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 7 views

Key Strategy: 5 Peserta SPPI Meninggal, TB Hasanuddin Desak Hentikan Latsarmil Key Strategy - Dalam konteks peningkatan efisiensi dan kualitas, Key Strategy

Key Strategy: 5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

Key Strategy: 5 Peserta SPPI Meninggal, TB Hasanuddin Desak Hentikan Latsarmil

Key Strategy – Dalam konteks peningkatan efisiensi dan kualitas, Key Strategy menjadi fokus utama dalam mengevaluasi program Latsarmil yang menyebabkan kecelakaan fatal pada lima peserta SPPI. Politisi senior TB Hasanuddin mengemukakan kebutuhan perubahan strategis terhadap latihan dasar kemiliteran yang dianggap berisiko tinggi, terutama dalam memperkuat kemampuan manajerial peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Korban Kelima dalam Program SPPI

Kabar duka mengguncang lingkungan pendidikan koperasi setelah Nola Dya Sari, peserta SPPI dari Dodik Bela Negara Kalimantan, meninggal dunia akibat kecelakaan selama Latsarmil. Ini menandai korban kelima dalam program tersebut yang selama ini dikenal sebagai sarana pengembangan kompetensi manajer koperasi desa. Kematian ini memicu perdebatan terkait keselamatan dan relevansi pelatihan fisik dalam kurikulum SPPI.

“Pembentukan manajer koperasi harus tetap dilanjutkan, namun metode latihan kemiliteran yang mengorbankan nyawa peserta perlu direvisi. Key Strategy menekankan bahwa pelatihan harus selaras dengan tugas utama peserta, yaitu meningkatkan kemampuan profesional dalam pengelolaan koperasi,” kata TB Hasanuddin dalam pernyataannya kepada media, Sabtu (27/6/2026).

Strategi Pelatihan yang Tak Sesuai Tujuan

Program SPPI, yang bertujuan melahirkan pemimpin lokal berwawasan nasional, dirasa tidak optimal karena kurikulum Latsarmil yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan manajerial peserta. TB Hasanuddin menyoroti bahwa latihan fisik dengan intensitas tinggi lebih cocok untuk pasukan militer daripada untuk calon manajer koperasi yang seharusnya fokus pada keterampilan administratif dan keuangan. Key Strategy diterapkan dalam rekomendasi untuk mengganti Latsarmil dengan pendekatan pembelajaran berbasis kebutuhan nyata peserta.

Respons Kementerian Pertahanan dan Penyelenggara

Kementerian Pertahanan mengungkapkan duka cita atas kematian lima peserta SPPI yang sedang menjalani Latsarmil. Dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan bahwa penyelenggara akan memeriksa prosedur pelatihan dan menyesuaikan metode dengan Key Strategy. Ia juga menegaskan komitmen untuk memperbaiki kurikulum agar lebih aman dan bermakna bagi peserta.

“Dengan Key Strategy, kami bertekad menyelaraskan latihan dengan tujuan utama SPPI, yaitu menghasilkan manajer koperasi yang berwawasan kebangsaan dan berkinerja unggul. Kematian peserta menjadi pelajaran penting dalam mengoptimalkan program ini,” ujar Mayjen Ketut Gede dalam konferensi pers, Sabtu (27/6/2026).

Analisis dari Ahli Pendidikan Koperasi

Para ahli pendidikan koperasi menyetujui kritik TB Hasanuddin terhadap Latsarmil. Dalam studi terbaru, mereka menyoroti bahwa metode pelatihan berbasis fisik berisiko tinggi lebih cocok untuk latihan kebugaran daripada pelatihan manajerial. Key Strategy dalam perbaikan kurikulum mencakup penggantian Latsarmil dengan sesi diskusi, simulasi, dan pembelajaran praktis yang lebih relevan.

Kemungkinan Perubahan dalam Program SPPI

Pemerintah sedang meninjau ulang program SPPI untuk mengadopsi Key Strategy yang lebih efektif. Perubahan ini mencakup penyederhanaan Latsarmil menjadi sesi wajib selama satu hari dan penggunaan fasilitas yang lebih aman. KBPMP (Kementerian Koperasi dan UKM) juga mengungkapkan komitmen untuk menyelaraskan kurikulum SPPI dengan kebutuhan praktis calon manajer koperasi, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelatihan.

“Key Strategy terhadap pelatihan SPPI harus mencakup evaluasi berkala dan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, kematian peserta tidak hanya menjadi kejadian luar biasa, tetapi juga momentum untuk mereformasi sistem pendidikan koperasi di Indonesia,” jelas salah satu pengamat koperasi kepada media, Sabtu (27/6/2026).

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Kecelakaan ini menghadirkan tantangan besar bagi program SPPI, yang sebelumnya dianggap sebagai bagian integral dari pembentukan SDM unggul. TB Hasanuddin menekankan bahwa Key Strategy perlu menjadi panduan utama dalam menyesuaikan kurikulum agar tidak menyimpang dari tujuan utama, yaitu meningkatkan kemampuan manajerial peserta. Ia juga menunggu tindakan nyata dari pemerintah untuk memastikan keselamatan peserta tidak lagi terabaikan dalam proses pembelajaran.

Gabung diskusi