Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan – Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Christopher Williams - narakabar.com 4 mins read 19 views

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Tunggu Konfirmasi Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan – Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Tunggu Konfirmasi

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan – Sejumlah warga sekitar Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan suara dentuman kembang api yang terdengar hampir setiap hari. Kegiatan ini diduga terkait acara pre-wedding Sekretaris Pribadi Presiden RI Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, yang diadakan di Desa Tlogo, Rabu (24/6/2026). Meski acara berlangsung di luar zona operasional candi, kebisingan yang dihasilkan menimbulkan kekhawatiran warga akan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Warga menyebut dentuman kembang api tersebut terdengar sangat keras dan mengganggu kenyamanan. Ada laporan bahwa suara itu muncul sejak malam hari dan terus berlanjut hingga pagi hari, menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengunjung dan penduduk setempat. Beberapa dari mereka mengungkapkan keberatannya melalui media sosial, mengingat Candi Prambanan adalah situs budaya yang dijaga ketat dan kawasan yang seharusnya tenang.

Acara Pre-Wedding dan Izin Resmi

Kepala Desa Tlogo, Raksono, mengonfirmasi bahwa acara pesta kembang api merupakan bagian dari perayaan pre-wedding Rizky Irmansyah. Menurutnya, acara tersebut sudah memiliki izin resmi dari instansi terkait. Namun, ia tidak menyangka bahwa suara dentuman akan terdengar begitu jelas di sekitar kompleks candi, terutama karena lokasi pesta terletak di area yang relatif dekat dengan kawasan wisata.

Dalam pernyataannya, Raksono menyatakan bahwa warga merasa keberat karena dentuman kembang api dianggap terlalu berisik, terlebih di tengah malam. “Kami sudah memberi izin, tapi mungkin durasinya terlalu lama,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa warga setempat berharap acara tersebut bisa diadakan dengan lebih terperinci, agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari maupun pengunjung candi.

“Warga mengeluhkan dentuman kembang api yang terus-menerus muncul, terutama di malam hari. Ini bisa mengganggu kenyamanan dan suasana tenang yang selama ini dijaga,” jelas Raksono.

Respons Manajemen Candi Prambanan

Dalam konfirmasi terpisah, General Manager Prambanan & Ratu Boko, Leonardus Adityo Nugroho, menegaskan bahwa kembang api tidak dinyalakan di area operasional candi maupun Zona 2. “Kami memastikan lokasi kegiatan berada di luar kawasan cagar budaya, sehingga tidak mengganggu operasional atau kelestarian situs sejarah,” kata Leonardus.

Leonardus menuturkan bahwa pihak manajemen terus berkoordinasi dengan desa setempat untuk memastikan semua kegiatan tidak merusak lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa acara pre-wedding Sespri Prabowo Subianto sudah direncanakan dengan matang, termasuk pertimbangan terhadap kebisingan dan dampak terhadap wisatawan. “Kami juga memastikan bahwa suara dentuman tidak mengganggu pengunjung yang sedang berwisata,” tambahnya.

“Pihak manajemen mengaku tidak mengetahui detail suara kembang api yang terdengar di sekitar Candi Prambanan. Kami sedang mempelajari laporan warga untuk mengetahui penyebabnya,” lanjut Leonardus.

Pengelolaan Kawasan Budaya dan Perayaan Pernikahan

Candi Prambanan, yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia, dikelola dengan ketat untuk menjaga keaslian dan keindahannya. Namun, penggunaan kembang api dalam acara pernikahan sebelumnya menimbulkan polemik, karena suara tersebut sering terdengar hingga ke bagian terpencil kawasan wisata. Warga mengkhawatirkan pengaruh suara dentuman terhadap lingkungan sekitar, termasuk bangunan candi yang rentan terhadap getaran.

Acara pre-wedding Rizky Irmansyah di Desa Tlogo, yang disebut sebagai bagian dari perayaan pernikahan Prabowo Subianto, dianggap sebagai upaya untuk memperkaya pengalaman wisata. Namun, suara kembang api yang terdengar begitu jelas menimbulkan protes dari sejumlah warga dan pengunjung. Leonardus menyatakan bahwa pihaknya sudah memberi instruksi agar kegiatan bisa berjalan aman dan tidak mengganggu kehidupan sekitar.

Menurut pihak manajemen, acara tersebut diadakan dengan perencanaan yang matang, termasuk pembatasan durasi dan volume suara. “Kami berharap warga bisa memahami bahwa kegiatan ini adalah bagian dari budaya dan tradisi pernikahan, tetapi juga berusaha meminimalkan dampak negatif,” jelas Leonardus. Meski demikian, ia mengakui bahwa perlu ada komunikasi yang lebih baik antara desa dan pengelola candi agar keberadaan acara seperti ini tidak memicu kekhawatiran.

Proses Penyelesaian Masalah dan Penyesuaian

Setelah mendapat laporan warga, pihak manajemen Candi Prambanan dan Desa Tlogo sepakat untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Pihak desa menyatakan bahwa mereka sudah memastikan acara berjalan sesuai aturan, tetapi warga menginginkan penyesuaian agar suara dentuman tidak terdengar begitu jelas di area candi. “Kami sedang mencari solusi, baik melalui pengurangan durasi atau penyesuaian lokasi acara,” ujar Raksono.

Pemangku kepentingan juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan sosial dan konservasi budaya. Suara dentuman kembang api, meski menjadi bagian dari tradisi, perlu dikelola dengan hati-hati di kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan adanya kekhawatiran warga, pihak manajemen berharap bisa menjalin komunikasi yang lebih intensif dan merangkul masukan dari masyarakat setempat.

Dengan harapan ini, acara pre-wedding Sespri Prabowo Subianto bisa menjadi contoh keberhasilan dalam menggabungkan budaya modern dengan nilai tradisional. Namun, tantangan utamanya adalah menjaga keberlanjutan kegiatan wisata dan kenyamanan warga sekitar. Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan semua pihak puas dengan hasilnya.

Gabung diskusi