Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Solution For: Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Sarah Martinez - narakabar.com 4 mins read 7 views

g dan Penegakan Hukum di Indonesia Solution For: Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, menyoroti peran politik uang dalam

Solution For: Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Solution For: Mahfud MD Jelaskan Politik Uang dan Penegakan Hukum di Indonesia

Solution For: Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, menyoroti peran politik uang dalam menurunkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. Ia menekankan bahwa sistem politik yang tidak sehat telah menggerus integritas hukum, terutama sejak masa Reformasi 2009. Politik uang, menurutnya, tidak hanya memengaruhi pilihan legislatif tetapi juga mengakar dalam proses pengambilan keputusan hukum. “Jika kita ingin hukum yang baik, kita harus memiliki politik yang demokratis,” ujarnya dalam acara peluncuran bukunya, ‘Politik Hukum di Indonesia’, beberapa waktu lalu.

Politik Uang sebagai Pendorong Kemunduran Demokrasi

Dalam buku tersebut, Mahfud MD menyatakan bahwa politik uang menjadi salah satu penyebab utama kemunduran demokrasi di Tanah Air. Faktor ini mengubah sistem hukum dari alat yang mengikat menjadi instrumen untuk memuluskan kepentingan politik. Mahfud menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, praktik politik uang semakin menguat, mengakibatkan kesenjangan antara keadilan dan penerapan hukum. “Hukum harus menjadi pedoman, bukan alat untuk menekan orang yang tidak setuju,” tambahnya.

Kejatuhan itu bisa sangat cepat kalau tidak dijaga secara hati-hati oleh perilaku para pejabat dalam menegakkan hukum dan keadilan tentu saja di tengah masyarakat.

Menurut Mahfud, perubahan sistem hukum tidak bisa terlepas dari dinamika politik. Ia mencontohkan bagaimana kejatuhan pemerintahan di masa lalu, seperti era Soeharto dan Soekarno, seringkali dipicu oleh ketidakseimbangan antara politik dan hukum. “Kita perlu kembali ke rel yang benar, jangan biarkan politik uang menggerus fondasi hukum,” tegasnya. Dalam konteks saat ini, Mahfud menyoroti bahwa kekuasaan legislatif dan eksekutif terkadang tidak lagi berjalan secara transparan, sehingga mengancam supremasi hukum.

Analisis Masa Lalu dan Tantangan Saat Ini

Dalam bukunya, Mahfud MD juga mengulas kemajuan sistem hukum Indonesia sebelumnya. Era Reformasi membawa perubahan signifikan, seperti penghapusan kursi TNI di DPR dan penguatan lembaga antikorupsi. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan ini tidak sepenuhnya berkelanjutan. “Banyak kebijakan yang tidak dijalankan dengan konsisten,” katanya. Selain itu, Mahfud memperingatkan bahaya tren hukum ortodoks yang memicu ketidakadilan, terutama jika tidak diperkuat oleh institusi independen.

Sebenarnya kalau kita mau mencari hukum yang baik ya kita bikin politiknya itu menjadi demokratis. Intinya itu harus perbaiki politik.

Analisis Mahfud menunjukkan bahwa politik uang telah menjadi perangkat yang efektif untuk mempercepat proses korupsi. Dalam banyak kasus, uang politik memungkinkan kelompok tertentu mengontrol lembaga hukum demi kepentingan pribadi. Ia menyoroti bahwa keadilan tidak bisa terwujud jika hukum hanya dipakai sebagai alat politik. “Jika tidak ada perubahan, sistem hukum kita akan terus berjalan di luar jalur yang benar,” jelasnya.

Mahfud MD juga menyoroti keterlibatan media dalam menyebarluaskan kasus korupsi yang diakibatkan oleh politik uang. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. “Media harus menjadi pelindung hukum, bukan penyalahguna hukum,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa penyadaran masyarakat akan pentingnya hukum yang adil adalah langkah awal untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.

Kebijakan Politik yang Tidak Konstitusional

Mahfud MD mengkritik kebijakan politik yang tidak lagi berada dalam koridor konstitusi. Ia mencontohkan beberapa keputusan pemerintah yang dianggap tidak adil karena dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan kepentingan kelompok tertentu. “Solusi for-nya adalah dengan memperkuat peran lembaga independen seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” imbuhnya. Dengan membangun sistem politik yang lebih demokratis, Mahfud berharap penegakan hukum bisa kembali menjadi prioritas.

Solution For: Politik uang bukan hanya menggerus hukum, tetapi juga mengakar dalam kehidupan politik nasional. Jika tidak diperbaiki, Indonesia akan kembali ke masa kejahan di mana hukum menjadi alat untuk menindas.

Dalam pandangan Mahfud, solusi for penegakan hukum tidak bisa dicapai hanya dengan mengganti orang atau lembaga. Ia menekankan bahwa perubahan harus terjadi dari dalam, dengan memperkuat kelembagaan dan memastikan setiap kebijakan politik tetap berada dalam bingkai konstitusi. “Kita perlu membangun sistem hukum yang sehat, bukan hanya untuk orang-orang tertentu,” pungkasnya. Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keingkaran pemerintah sendiri terhadap masalah ini.

Pola Penegakan Hukum yang Terganggu

Mahfud MD juga memperlihatkan bagaimana penegakan hukum di Indonesia terus bergerak jauh dari idealnya. Ia menjelaskan bahwa keputusan hukum seringkali tidak lagi didasarkan pada fakta tetapi dipengaruhi oleh tekanan politik. “Jika kita tidak melawan hal ini, hukum kita akan kehilangan makna,” tambahnya. Dalam konteks ini, Mahfud memandang bahwa solusi for keberlanjutan demokrasi adalah dengan memastikan bahwa hukum tidak menjadi alat untuk menegakkan kekuasaan politik.

Kita harus ingat bahwa hukum adalah relnya, dan politik adalah gerbong yang harus berjalan di atasnya. Jika rel itu tidak diperbaiki, gerbong politik bisa melompat jauh dari jalur yang benar.

Persoalan ini, menurut Mahfud, tidak hanya terjadi di tingkat kebijakan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana kasus korupsi yang terbongkar seringkali diikuti oleh pembelaan yang mengabaikan fakta. “Solusi for memperbaiki ini adalah dengan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya penegakan hukum yang adil,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketidakseimbangan antara kekuasaan politik dan kekuasaan hukum, yang perlu diperbaiki segera untuk mencegah kemunduran lebih lanjut.

Gabung diskusi