Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Topics Covered: Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 9 views

Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur: Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum Topics Covered: Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur, yang digelar pada 27 Juni

Topics Covered: Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum

Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur: Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum

Topics Covered: Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur, yang digelar pada 27 Juni 2026 di Sarongge Valley, menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi dan tata kelola desa yang lebih baik. Kegiatan ini menarik partisipasi ratusan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh penjuru Kabupaten Cianjur, dengan harapan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penguatan kelembagaan desa dan perlindungan hukum bagi para pengurusnya.

Pelatihan dan Diskusi untuk Penguatan Kapasitas

Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur tidak hanya sebatas pertemuan rutin, tetapi merupakan forum pelatihan dan diskusi intensif yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota BPD. Dalam rangkaian acara ini, para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, memahami peran hukum dalam pengelolaan dana desa, serta menerima pembinaan teknis terkait tata kelola yang lebih transparan.

Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, hadir sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dan menegaskan pentingnya konsolidasi di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi para aparat desa, sekaligus memperkuat koordinasi antar lembaga. “Topics Covered: Jambore ini adalah upaya untuk menjawab tantangan tata kelola desa yang masih ada, termasuk meningkatkan perlindungan hukum bagi anggota BPD,” ujarnya.

“Kita perlu mengedepankan keadilan dan transparansi dalam penggunaan dana desa agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program pembangunan,” tambah Bupati Wahyu di hadapan peserta.

Sebagai jambore tingkat kabupaten pertama di Indonesia, acara ini dihadiri perwakilan BPD dari 32 kecamatan, sejumlah penegak hukum, serta tokoh-tokoh desa. Mereka berkumpul untuk memperkuat sinergi dan menciptakan sistem pengelolaan desa yang lebih akuntabel. Diskusi yang berlangsung di Lapangan Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, juga menyoroti perlunya adopsi pendekatan baru dalam penegakan hukum.

Penguatan Hukum dan Pembinaan Administratif

Salah satu topik utama yang dibahas adalah peningkatan perlindungan hukum bagi pengurus desa. Wakil Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Irfan Aghasar, menjelaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya berupa sanksi, tetapi juga mencakup pembinaan untuk kesalahan administratif. “Topics Covered: Jika kesalahan teknis seperti salah pencatatan atau transfer dana desa bisa diperbaiki melalui pelatihan, maka itu lebih baik daripada hukuman langsung,” katanya.

Dalam forum ini, pihak ABPEDNAS dan Kejaksaan Negeri Cianjur menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terbuka terhadap dugaan penyimpangan. Mereka menyarankan bahwa para BPD perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pengawasan, dengan dukungan hukum yang lebih kuat. “Topics Covered: Dengan sistem hukum yang lebih baik, kita bisa mencegah korupsi dan memastikan dana desa digunakan secara efisien,” imbuh Irfan.

Bupati Wahyu juga memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan anggota BPD. Ia menyampaikan bahwa aspirasi peningkatan tunjangan dan dukungan anggaran akan dipertimbangkan dalam rangka meningkatkan kinerja mereka. “Topics Covered: Kami berkomitmen untuk memberikan apresiasi yang sepadan kepada mereka yang bekerja keras untuk kemajuan desa,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola desa bergantung pada kualitas aparatur.

Selain itu, jambore ini menjadi wadah untuk menyoroti beberapa isu yang sering muncul dalam pengelolaan dana desa. Peserta menyebutkan bahwa adanya program pelatihan berkala, pembinaan teknis, dan sistem pengawasan yang lebih ketat dapat menjadi solusi jangka panjang. “Topics Covered: Jambore ini memberikan kesempatan untuk merumuskan strategi baru yang lebih terarah,” kata salah satu peserta, mengingatkan bahwa keberhasilan tata kelola desa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan kompetensi aparatur.

Gabung diskusi