Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Discussion: Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

Christopher Williams - narakabar.com 3 mins read 5 views

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Dorong Key Discussion Sekolah Rakyat Key Discussion - Dalam Key Discussion terkini, Kementerian Sosial RI

Key Discussion: Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Dorong Key Discussion Sekolah Rakyat

Key Discussion – Dalam Key Discussion terkini, Kementerian Sosial RI melalui Menteri Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa sekitar empat juta anak Indonesia masih belum memiliki akses pendidikan. Ia mengajak kepala daerah untuk berkolaborasi dalam program Sekolah Rakyat sebagai solusi utama mengatasi masalah ini. Key Discussion ini menjadi panggung penting untuk membahas tantangan pendidikan dan strategi percepatan akses bagi anak-anak yang terlantar.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (29/6/2026) dihadiri oleh Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, Bupati Solok Selatan Khairunas, Bupati Bantul Abdul Hasim Muslih, serta Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal. Mereka berdiskusi tentang peran pemerintah daerah dalam menyelenggarakan Sekolah Rakyat, yang merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat pemerataan pendidikan.

“Sekolah Rakyat dimulai dari kejujuran. Kita harus mengakui bahwa di tengah masyarakat masih banyak anak-anak usia sekolah yang belum terdaftar. Menurut data BPS, jumlah mereka mencapai empat juta lebih, dengan kondisi beragam: belum sekolah, tidak sekolah, dan berpotensi putus,” kata Gus Ipul yang didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Gus Ipul menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak sekolah sering kali terlewat dari perhatian publik. Mereka bisa ditemukan di sekitar kita, namun belum dimasukkan ke dalam kebijakan pembangunan. Ia mencontohkan kasus seorang remaja bernama Al-Jabbar di Jakarta yang berusia 15 tahun tapi belum pernah mengenyam pendidikan formal. Key Discussion ini menjadi kesempatan untuk menyoroti pentingnya kebijakan inklusif yang menjangkau kelompok yang paling rentan.

Strategi Pemutakhiran Data untuk Key Discussion Sekolah Rakyat

Menyikapi hal tersebut, Gus Ipul mengajak kepala daerah untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Key Discussion Sekolah Rakyat, terutama dalam percepatan pembangunan dan ekspansi program sesuai target satu kabupaten/kota satu sekolah rakyat. Ia menekankan bahwa data yang akurat adalah dasar keberhasilan program ini.

“Saya percaya para pemimpin daerah telah memahami kondisi masyarakatnya. Dengan dukungan bersama, kita bisa mencapai tujuan ini secara efektif,” tambahnya. Key Discussion ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan pemerintah daerah agar memperhatikan kebutuhan anak-anak yang belum terakomodasi. Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi kunci dalam mengidentifikasi kelompok rentan ini.

Dalam rangka memastikan data akurat, Gus Ipul menyoroti peran pemerintah daerah dalam jalur formal via aplikasi SIKS-NG yang dioperasikan desa/kelurahan dan Dinsos, serta jalur partisipatif melalui Cek Bansos, ground check oleh pendamping, call center, dan whatsapp center. Key Discussion menggarisbawahi bahwa kualitas data dari tingkat bawah menjadi penentu keakuratan kebijakan nasional.

Inisiatif Khusus dalam Key Discussion Sekolah Rakyat

Salah satu inisiatif menarik dalam Key Discussion ini adalah penempatan 1.000 taruna Kemhan untuk menggembleng disiplin siswa. Ini menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat dikelola dengan pendekatan yang lebih intensif dan berbasis komunitas. Pemimpin daerah seperti Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri mengapresiasi inisiatif ini.

“Program ini membantu menyediakan layanan pendidikan bagi anak-anak Papua. Kami akan memastikan pembangunan gedung permanen di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Biak Numfor, Jayapura, dan Sarmi, agar segera terealisasi dalam 2026-2027,” tegas Mathius. Key Discussion ini juga menjadi kesempatan untuk mendiskusikan pengembangan model pendidikan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan anak-anak di daerah terpencil.

Peserta Key Discussion lainnya, seperti Kepala Bapperinda Provinsi Papua Jimmy Albertho Yosaphat Thesia, menegaskan komitmen dalam memastikan program Sekolah Rakyat berjalan secara terpadu. Dengan partisipasi aktif dari berbagai stakeholder, Key Discussion diharapkan mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Gus Ipul juga meminta kepedulian masyarakat luas untuk mendukung visi ini.

Gabung diskusi