Special Plan: Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
Program Special Plan: Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Adaptasi Hidup Asrama Special Plan - Dalam rangka program Special Plan yang dirancang oleh
Program Special Plan: Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Adaptasi Hidup Asrama
Special Plan – Dalam rangka program Special Plan yang dirancang oleh Kementerian Sosial dan TNI, sekitar 1.000 personel taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II akan ditempatkan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat dalam adaptasi kehidupan berasrama selama lima hari. Program ini berlangsung dari 3 hingga 8 Agustus 2026, dengan tujuan membantu anak-anak yang tinggal jauh dari keluarga menjadi lebih mandiri dan terbiasa dengan lingkungan asrama.
Peran Taruna Akmil dalam Pembinaan Kemandirian
“Program Special Plan hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya adalah membantu siswa Sekolah Rakyat beradaptasi dengan lingkungan asrama agar lebih mandiri. Mereka akan dibimbing melakukan kegiatan sederhana, seperti merapikan lemari, menata tempat tidur, hingga membiasakan kerapian dalam berseragam,” jelas Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial, dalam wawancara di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Agus Jabo menegaskan bahwa kehadiran para taruna bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mendampingi siswa dalam aspek kehidupan berasrama. Ia menambahkan, program ini dirancang agar anak-anak yang tinggal di asrama dapat merasa nyaman meskipun jauh dari keluarga. “Taruna tidak mengajar seperti guru, tetapi mereka memberikan bimbingan di asrama untuk memastikan adik-adik Sekolah Rakyat tidak mengalami kekerasan, baik dari kakak kelas maupun lingkungan asrama,” imbuhnya.
Struktur Program dan Pelaksanaan
Program Special Plan memiliki dasar hukum yang jelas, yaitu Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim. Dalam pelaksanaannya, setiap Sekolah Rakyat akan didampingi oleh lima personel taruna secara intensif. “Taruna Akmil dipilih karena memiliki pengalaman langsung dalam hidup berasrama, sehingga bisa memberikan pendekatan yang tepat untuk membina kemandirian siswa,” kata Agus Jabo.
Kementerian Sosial bekerja sama dengan TNI telah mempersiapkan rencana penuh dalam program Special Plan ini. Selain bimbingan rutin, para taruna juga akan melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa secara berkala. “Kami ingin menciptakan lingkungan asrama yang sehat, harmonis, dan bisa mendukung pertumbuhan karakter anak-anak,” ujar salah satu perwakilan dari TNI.
Materi bimbingan dalam program Special Plan mencakup berbagai keterampilan dasar kehidupan sehari-hari, seperti menyetrika seragam, merapikan seprei dan lemari pakaian, menyemir sepatu, serta mengembangkan kebiasaan hidup mandiri. Para taruna juga akan membimbing siswa dalam mengatur waktu belajar, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama penghuni asrama. Program ini diharapkan menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terpadu dengan pengasuhan langsung di lingkungan berasrama.
Kegiatan Pendukung dan Evaluasi
Dalam program Special Plan, selain aktivitas bimbingan langsung, akan dilakukan evaluasi berkala untuk mengukur tingkat adaptasi siswa. Evaluasi ini melibatkan penilaian dari para taruna, guru, dan orang tua. “Kami ingin memastikan program ini memberikan dampak nyata pada kemandirian dan kebiasaan baik siswa,” kata Agus Jabo. Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah-daerah terpencil.
Program Special Plan akan diterapkan di 178 pusat Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Setiap taruna akan bertugas di satu lokasi selama lima hari, dengan pembagian tugas yang jelas agar dapat memberikan dukungan optimal. “Taruna Akmil akan menjadi bagian dari keluarga asrama selama masa pendampingan, sehingga bisa membangun hubungan yang baik dengan siswa,” tambahnya.
Kepala Sekolah Rakyat di salah satu lokasi menyampaikan bahwa program Special Plan sangat membantu dalam membentuk mental siswa. “Anak-anak awalnya merasa kewalahan, tetapi setelah ditemani taruna, mereka menjadi lebih percaya diri dan menghargai lingkungan asrama,” ujar salah satu staf pendidikan. Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan institusi militer dalam memberikan pendidikan yang lebih holistik kepada anak-anak yang membutuhkan bantuan.
Program Special Plan diharapkan menjadi contoh sukses dalam pengasuhan siswa di asrama. Dengan partisipasi aktif taruna Akmil, para siswa tidak hanya belajar keterampilan hidup mandiri, tetapi juga memperoleh nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan rasa tanggung jawab. “Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di Sekolah Rakyat,” pungkas Agus Jabo, menutup wawancaranya.
