Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Main Agenda: Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Elizabeth Martin - narakabar.com 4 mins read 17 views

Pemkot Depok Usulkan Peningkatan Jaringan Transjabodetabek Main Agenda menjadi prioritas utama Pemkot Depok dalam meningkatkan aksesibilitas warga kota yang

Main Agenda: Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Pemkot Depok Usulkan Peningkatan Jaringan Transjabodetabek

Main Agenda menjadi prioritas utama Pemkot Depok dalam meningkatkan aksesibilitas warga kota yang bekerja di sekitar wilayah Jabodetabek. Sejak April 2026, Kota Depok mengirimkan usulan lima rute baru Transjabodetabek ke Pemprov DKI Jakarta, yang diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi massal lintas kota dan mendorong mobilitas penduduk. Tujuan utama dari Main Agenda ini adalah menyediakan alternatif transportasi yang lebih efisien, terutama untuk masyarakat yang tinggal di area luar kota namun bekerja di pusat Kota Jakarta.

Penyesuaian Rute sebagai Solusi Transportasi Lintas Wilayah

Pemkot Depok berargumen bahwa saat ini, jaringan Transjabodetabek masih kurang memadai dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang tinggal di sektor terpencil. Dengan menambahkan lima rute baru, mereka ingin menghubungkan beberapa area strategis seperti perumahan, kawasan industri, dan pusat perbelanjaan. Rute ini juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan di jalur utama dan meminimalkan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

“Main Agenda kami adalah memastikan bahwa setiap warga Depok dapat menjangkau Jakarta dengan lebih mudah. Ini adalah langkah untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kapasitas transportasi massal yang lebih luas,” ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, pada hari Selasa (30/6/2026).

Proses Koordinasi dengan Pihak Terkait

Usulan lima rute baru Transjabodetabek telah melalui proses koordinasi intensif dengan Transjakarta dan Dishub DKI Jakarta. Dalam beberapa bulan terakhir, Pemkot Depok mengadakan pertemuan rutin untuk menyesuaikan rincian jadwal, biaya, dan infrastruktur. Hal ini menjadi bagian dari Main Agenda yang bertujuan menciptakan konsistensi antara kebijakan transportasi kota-kota sekitar.

“Kami sangat mendukung inisiatif Main Agenda Depok, karena Transjabodetabek adalah salah satu solusi transportasi lintas wilayah yang bisa diandalkan. Sinergi antara daerah sangat penting untuk mempercepat proses implementasi,” kata Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, pada hari Jumat (3/7/2026).

Detail Rute dan Manfaatnya bagi Warga

Lima rute yang diusulkan oleh Pemkot Depok meliputi jalur Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan, serta satu penyesuaian jalur di Universitas Indonesia–Manggarai (D21). Rute-rute ini dirancang untuk mengakomodasi area yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal, seperti kawasan perumahan di Sawangan atau akses ke kawasan industri Cinere.

Menurut Aan Syurahman, rute baru ini bisa membantu mengurangi beban transportasi warga Depok yang bekerja di Jakarta. “Main Agenda ini juga mencakup penyesuaian tarif Transjabodetabek dan Transjakarta agar lebih terjangkau. Kami berharap kebijakan ini bisa mempercepat proses integrasi transportasi lintas kota,” tambahnya.

Kebutuhan Konsistensi Biaya Transportasi

Dalam usulan yang diberikan, Pemkot Depok juga menyarankan penyesuaian tarif untuk Transjakarta sebesar Rp 5.000 dan Transjabodetabek sebesar Rp 10.000 per trip. Kebijakan ini bertujuan menjaga konsistensi biaya transportasi massal antar kota dan memberi kemudahan bagi masyarakat yang bekerja di berbagai wilayah. Tarif yang diusulkan diharapkan bisa mencerminkan kebutuhan nyata warga, terutama yang tinggal di area pinggiran.

“Main Agenda kita adalah memberi pengalaman transportasi yang lebih baik tanpa mengurangi kualitas layanan. Dengan tarif yang konsisten, warga akan lebih terdorong untuk menggunakan transportasi umum,” jelas Aan, menambahkan bahwa rincian tarif ini akan dipertimbangkan bersama Pemprov DKI.

Persiapan Infrastruktur dan Pengujian Rute

Setelah usulan rute disetujui, Pemkot Depok berencana menyiapkan fasilitas pendukung seperti penambahan halte dan pengaturan jadwal operasional yang lebih fleksibel. Namun, saat ini fokus utama masih pada tahap pemetaan rute dan pengujian konsep. “Main Agenda ini membutuhkan kerja sama yang solid antar pihak terkait, agar hasilnya bisa dirasakan warga dalam waktu dekat,” kata Aan.

Pengujian rute akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan untuk mengevaluasi kepadatan penumpang, waktu tempuh, dan kemudahan akses. Proses ini dianggap penting sebelum rute resmi dioperasikan, sehingga layanan bisa memberikan kualitas yang maksimal. Selain itu, Pemkot Depok juga menginginkan adanya keterlibatan masyarakat dalam menentukan rute yang paling efektif.

Perspektif Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut positif usulan dari Pemkot Depok. Ia menekankan bahwa Main Agenda ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transportasi umum yang lebih terjangkau dan efisien. “Kami akan melihat rincian usulan tersebut secara detail dan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan kebijakan,” katanya saat meninjau proposal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (4/7/2026).

“Main Agenda Depok ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mengoptimalkan sistem transportasi Jabodetabek. Kami harapkan kerja sama yang lebih erat antar daerah,” imbuh Pramono, menambahkan bahwa kebijakan ini bisa menjadi referensi untuk kota-kota lain yang ingin meningkatkan jaringan transportasi lintas wilayah.

Dengan Main Agenda yang terus dijalankan, Pemkot Depok berharap rute baru Transjabodetabek bisa segera diimplementasikan. Proses ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan warga tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Jabodetabek. Penyesuaian rute dan tarif akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Gabung diskusi