Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah

William Williams - narakabar.com 3 mins read 5 views

Pengacara Don Ritto Ungkap Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah Pengacara Don Ritto kembali memberikan penjelasan terkait

Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah

Pengacara Don Ritto Ungkap Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah

Pengacara Don Ritto kembali memberikan penjelasan terkait ditemukannya emas seberat 74 kilogram dan uang tunai dalam brankas di rumah Febrie Adriansyah, yang dinyatakan sebagai titipan pengusaha dari bidang dakwah. Handika Honggowongso, kuasa hukum Don Ritto, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut diperoleh dari klien yang meminjam tempat tinggal Febrie di Sentul, Bogor, untuk keperluan operasional yayasan pendidikan. Menurut Handika, dana yang ditemukan menjadi bagian dari upaya pendidikan dan dakwah yang dijalankan oleh yayasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Handika menyebutkan bahwa penggeledahan di rumah Febrie dilakukan oleh tim penyidik gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. Kebutuhan akan transparansi menjadi prioritas dalam penyelidikan ini. “Kami ingin memastikan bahwa barang-barang tersebut benar-benar menjadi bagian dari kegiatan sosial yang telah direncanakan,” kata Handika, menjelaskan bahwa dana tersebut tidak disimpan secara pribadi, tetapi digunakan untuk membantu 700 anak didik yang ditargetkan oleh yayasan.

“Itu penguasaannya ada di klien kami. Jadi itu bukan milik Pak Febrie,” ujar Handika, di Kejagung, Jumat (17/7/2026). Ia menambahkan bahwa penyidik masih mengejar sumber uang tunai dan emas tersebut, terutama untuk memastikan tidak ada bentuk penyalahgunaan dana yang terjadi. Selain itu, Handika juga memperjelas bahwa pengusaha yang menitipkan dana tersebut belum memberikan nama lengkapnya karena alasan perlindungan.

Detail Penggeledahan dan Temuan Brankas

Penggeledahan di lokasi terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, setelah adanya laporan dari penyidik tentang adanya barang berharga di dalam rumah Febrie. Dalam brankas yang ditemukan, terdapat emas batangan seberat 74 kg serta uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing. Handika mengungkap bahwa brankas tersebut merupakan hasil dari kontraktor yang sama dengan brankas di Cafe de’Klan. “Kontraktor sudah diperiksa, dan hasilnya akan diumumkan lebih lanjut,” jelasnya.

Kebutuhan untuk memperjelas status barang-barang yang ditemukan menjadi fokus utama dalam penyelidikan. Pengacara Don Ritto mengatakan bahwa penyidik akan mengecek sumber dana untuk memastikan keabsahan penggunaannya. “Kami yakin semua transaksi telah diakui secara sah,” tegas Handika, sambil menambahkan bahwa yayasan tersebut memiliki rencana jangka panjang untuk mendukung masyarakat dengan dana yang dihimpun.

Dalam konteks penegakan hukum, pengacara Don Ritto juga memperkenalkan peran Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidsus) dalam penyidikan ini. Jampidsus bertugas mengawasi proses penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan korupsi atau pelanggaran hukum lainnya. Handika menekankan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan tim penyidik untuk memberikan penjelasan yang jelas tentang pengelolaan dana yang ditemukan.

“Kami sudah mengirimkan semua dokumen ke Jampidsus. Mereka akan mengecek keabsahan penggunaan dana tersebut,” tambah Handika. Ia juga menyebutkan bahwa penyidik sedang mempelajari hubungan antara pengusaha yang menitipkan dana dan yayasan yang dikelola. “Ada kemungkinan ada bentuk kerja sama yang dilakukan untuk mendukung pendidikan dan dakwah,” kata Handika, menegaskan bahwa fokus utama penyidikan adalah untuk memastikan kejujuran dalam pengelolaan dana.

Dengan ditemukannya emas seberat 74 kg, kasus ini mendapat perhatian lebih luas dari publik dan media. Pengacara Don Ritto menilai bahwa temuan ini tidak hanya menjadi bukti dana yang dialokasikan untuk kegiatan sosial, tetapi juga menunjukkan komitmen pengusaha dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan dan dakwah. “Ini adalah bentuk kontribusi yang signifikan untuk masyarakat,” ujar Handika, meminta agar dana tersebut digunakan seoptimal mungkin.

Gabung diskusi