Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Topics Covered: Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang

Sarah Martinez - narakabar.com 3 mins read 11 views

Topics Covered: Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang Topics Covered - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Topics Covered: Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang

Topics Covered: Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang

Topics Covered – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengizinkan pegawai negeri sipil (ASN) di Jakarta untuk menonton pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina, meskipun harus begadang. Izin ini diberikan dengan syarat kinerja ASN tetap terjaga, sehingga pekerjaan tidak terganggu selama acara yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, di waktu dini hari.

Keputusan Pramono menjadi sorotan karena menunjukkan upaya untuk menggabungkan keseriusan tugas pekerjaan dengan kebutuhan hiburan masyarakat. Pertandingan final Piala Dunia, yang merupakan ajang olahraga internasional paling dinantikan, dinilainya sebagai momen penting untuk meningkatkan semangat publik. Dalam wawancara di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026), Pramono menjelaskan bahwa izin ini diberikan untuk memastikan ASN tetap dapat menjalankan tugas tanpa mengorbankan pengalaman menonton pertandingan yang dianggap bermakna.

“Bola ini lagi betul-betul atensi publiknya luar biasa,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026). “Kita tidak ingin ASN kehilangan kesempatan menyaksikan momen besar ini, asal kerja jangan kurang.”

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap pertandingan final sangat tinggi, terutama karena Argentina memiliki sejarah unik dalam perjalanan ke babak final. Tahun lalu, tim asuhan Lionel Messi menjuarai Piala Dunia, dan kali ini mereka kembali menunjukkan kehebatan dengan menghadapi Spanyol di babak penentuan. Pramono menilai bahwa pertandingan tersebut mampu mengikat seluruh elemen masyarakat, termasuk pekerja publik.

“Semua orang melihat pertandingan kemarin terakhir ketika Argentina melawan Inggris, 7 menit terakhir itu menurut saya luar biasa. Kalau dulu ada Tangan Tuhan, sekarang ada Kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol menurut saya luar biasa,” tuturnya.

Keputusan ini juga mencerminkan penyesuaian kebijakan pemerintah daerah untuk memprioritaskan keseimbangan antara tugas pekerjaan dan kebutuhan spiritual masyarakat. Pramono menambahkan bahwa penontonan final Piala Dunia dapat menjadi sarana untuk meningkatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi Jakarta. Ia juga menyebut bahwa ASN diminta untuk tetap profesional, bahkan saat menonton pertandingan secara pribadi.

Truk Berat di Jakarta Bikin Ribut, Izin Sopir Siap-siap Dicabut

Pramono juga menyoroti keseruan pertandingan melawan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, dalam laga final nanti. Ia menganggap pertemuan Messi dan Yamal menjadi cerita yang menarik, karena melambangkan generasi baru dalam sepak bola dunia. “Ini bisa menjadi momen untuk membangkitkan semangat nasionalisme melalui olahraga,” kata Pramono.

“Jadi menurut saya, ya monggo-monggo saja, ini kan 4 tahun sekali lah,” pungkasnya.

Keputusan izin begadang bagi ASN ini menjadi bagian dari beberapa topik yang diangkat oleh Pramono dalam komunikasi publiknya. Ia memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil akan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan, termasuk dalam pembangunan infrastruktur seperti Jakarta International Stadium (JIS) yang akan menjadi tempat nonton bareng.

Topics Covered ini juga mencerminkan bagaimana pemimpin daerah berupaya menghadirkan keberagaman dalam kebijakan. Dengan mengizinkan ASN begadang, Pramono memberikan ruang untuk menikmati keseruan Piala Dunia sambil tetap menjalankan tugas pokok. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan waktu kerja, sehingga tidak ada hambatan signifikan bagi k

Gabung diskusi