Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Discussion: Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Christopher Williams - narakabar.com 3 mins read 9 views

9 Persen, Belum Capai Target Key Discussion - Dalam laporan terbaru, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun

Key Discussion: Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Program Makan Bergizi Gratis Terealisasi 59 Persen, Belum Capai Target

Key Discussion – Dalam laporan terbaru, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2025 masih belum mencapai target utamanya. Capaian program ini baru mencapai 59 persen dari total anggaran yang ditetapkan, menunjukkan adanya kesenjangan dalam pelaksanaannya. Angka ini memicu diskusi mengenai efektivitas penggunaan dana dan strategi peningkatan realisasi MBG.

Penyerapan Anggaran dan Koordinasi Program SPPI

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa penyerapan anggaran Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) belum optimal. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, ia menyebutkan bahwa dari anggaran Rp18,7 triliun yang dialokasikan, hanya sekitar Rp11 triliun yang berhasil terealisasi. Hal ini menyebabkan realisasi MBG berada di bawah target, menurut Key Discussion yang berlangsung.

“Kinerja MBG sangat tergantung pada dukungan SPPI. Meski pembayaran motor listrik telah terealisasi, banyak aspek lain masih membutuhkan perhatian lebih untuk mempercepat capaian,” ujar Agustina, Jumat (17/7) dalam RDP.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada koordinasi antar-instansi. Beberapa daerah masih mengalami kesulitan dalam distribusi makanan bergizi, terutama di wilayah terpencil. Selain itu, kebijakan pengadaan bahan baku juga memerlukan penyesuaian untuk memastikan efisiensi dan ketersediaan yang lebih merata. Key Discussion menyoroti bahwa peningkatan komunikasi dan pengawasan diperlukan agar program ini bisa mencapai keberhasilan maksimal.

Potensi Belanja dan Target yang Belum Terpenuhi

BGN mencatat total belanja dalam program MBG 2025 mencapai Rp51,5 triliun, atau sekitar 60,49 persen dari pagu anggaran yang telah ditetapkan. Meski capaian ini cukup baik, jaraknya dari target masih signifikan. Agustina menjelaskan bahwa BGN masih memiliki sisa belanja sebesar Rp743 miliar yang belum terealisasi. Dalam Key Discussion, ia menekankan perlunya upaya lebih keras untuk menutup kesenjangan ini.

Menurut data yang dihimpun, program MBG bertujuan menyediakan nutrisi seimbang kepada sekitar 10 juta penduduk miskin di Indonesia. Namun, sampai saat ini, hanya sekitar 5,9 juta orang yang telah mendapatkan manfaat. Hal ini menunjukkan bahwa 41 persen dari target masih tergantung pada kebijakan peningkatan dan efisiensi penggunaan dana.

Mekanisme Pembayaran dan Proses Validasi Aset

Agustina juga menyebutkan bahwa pembayaran pengadaan motor listrik telah dilakukan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). Namun, meski uang sudah cair, aset tersebut belum bisa diakui sebagai milik BGN karena masih dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Agung. Ini menjadi contoh bagaimana Key Discussion menggarisbawahi kebutuhan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana.

Dalam Key Discussion, para pemangku kepentingan menyarankan agar BGN lebih memperketat pengawasan terhadap penggunaan dana. Kebijakan ini juga diharapkan bisa diintegrasikan dengan program-program pemerintah lain, seperti Kartu Sembako dan bantuan sosial lainnya, untuk memperkuat dampaknya. Dengan demikian, peningkatan realisasi MBG bisa menjadi fokus utama dalam diskusi kebijakan tahun depan.

Perspektif Daerah dan Kebutuhan Adaptasi

Para pihak terkait mengungkapkan bahwa beberapa daerah mengalami hambatan dalam pelaksanaan program ini. Terutama di daerah-daerah yang kurang memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai. Key Discussion menyoroti pentingnya adaptasi kebijakan sesuai kondisi lokal, agar program MBG tidak hanya berjalan efektif di tingkat nasional, tetapi juga mampu menjangkau lapisan masyarakat yang paling rentan.

Di sisi lain, BGN berharap dukungan dari pihak ketiga, seperti lembaga nirlaba dan komunitas lokal, bisa meningkatkan cakupan program. Dengan kolaborasi yang lebih kuat, Key Discussion menargetkan bahwa realisasi MBG bisa mencapai 100 persen dalam waktu dekat. Hal ini juga menjadi momentum untuk mengukur kinerja program secara lebih menyeluruh.

Langkah Strategis dan Perkembangan Terkini

Dalam Key Discussion, beberapa rekomendasi strategis telah disampaikan untuk meningkatkan efisiensi MBG. Antara lain, penguatan sistem distribusi makanan bergizi, peningkatan kapasitas petugas lapangan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memantau progres. Kebijakan ini diharapkan bisa mempercepat realisasi MBG dan mengurangi angka 59 persen yang masih tertinggal.

Menurut Agustina, meski capaian sejauh ini mengecewakan, BGN tetap optimis dengan upaya perbaikan yang sedang dilakukan. “Kami akan terus evaluasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program ini bisa mencapai tujuannya secara maksimal,” tambahnya. Key Discussion ini menjadi dasar bagi perbaikan kebijakan dan penggunaan dana yang lebih transparan dalam tahun 2026.

Gabung diskusi