Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditempatkan pada Awal Agustus

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 9 views

30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih Dimulai Ditempatkan di Desa dan Kelurahan pada Awal Agustus 30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah - Dalam upaya

30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditempatkan pada Awal Agustus

30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih Dimulai Ditempatkan di Desa dan Kelurahan pada Awal Agustus

30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah – Dalam upaya memperkuat pengelolaan koperasi desa dan kelurahan, pemerintah melalui Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, akan melakukan penempatan 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Penempatan ini akan dimulai pada awal Agustus 2026, setelah para peserta mengikuti pelatihan keterampilan dan pembinaan karakter sebelumnya. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas manajerial dan memastikan koperasi dapat menjalankan fungsi ekonomi masyarakat secara lebih efektif.

Pemerintah menganggarkan dana untuk pelatihan calon manajer KDKMP sejak 17 Juli hingga 31 Juli 2026, dengan anggaran yang mencakup pelatihan kompetensi teknis dan pendidikan bela negara. Tahap pertama ini bertujuan membangun fondasi keahlian serta kemampuan manajerial para peserta sebelum mereka ditempatkan di desa-desa dan kelurahan-kelurahan. Ferry Juliantono menyebutkan bahwa program ini adalah bagian dari reformasi sistem koperasi nasional, yang bertujuan mengubah cara pengelolaan ekonomi lokal melalui manajemen yang lebih profesional.

Struktur Pelatihan dan Penempatan Calon Manajer

Pelatihan calon manajer KDKMP dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pembinaan karakter, penguatan kompetensi, dan penerapan sertifikasi. Tahap pertama berfokus pada penguasaan nilai-nilai koperasi, seperti gotong royong dan tanggung jawab sosial, sementara tahap kedua melibatkan pelatihan teknis operasional dan manajemen. Dalam pembinaan ini, para peserta diharapkan mampu memahami dinamika ekonomi masyarakat lokal serta membangun hubungan dengan anggota koperasi.

Pelatihan kompetensi teknis akan mencakup penguasaan sistem administrasi koperasi, manajemen keuangan, dan pengembangan produk layanan. Ferry Juliantono mengatakan, selama pelatihan, peserta juga diberikan kesempatan untuk belajar dari praktisi koperasi di tingkat desa dan kelurahan. “Kita ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung,” ujar Ferry saat berkunjung ke Cimahi, Jawa Barat, Jumat.

Penempatan calon manajer akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas diberikan kepada warga asli desa tempat mereka ditempatkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan manajer memiliki pengetahuan mendalam tentang kondisi sosial dan ekonomi wilayah. Jika kebutuhan desa belum terpenuhi, manajer akan dirotasi dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. “Kalau dia berasal dari desa tersebut, akan ditempatkan di lokasi itu. Tapi kalau tidak, nanti berputarnya dari desa, kecamatan, kabupaten, sampai provinsi,” ujar Destry Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi.

Penempatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan koperasi dalam memenuhi kebutuhan warga, seperti pengadaan barang, penyediaan kredit, dan pendidikan ekonomi. Destry juga menekankan bahwa proses perekrutan calon manajer berdasarkan kriteria yang ketat, termasuk latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan kompetensi teknis. “Kita sudah menyeleksi peserta dengan berbagai kriteria agar kualitasnya sesuai standar nasional,” jelas Destry.

Manfaat dan Dampak Program KDKMP

Dengan adanya 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem koperasi yang lebih berkelanjutan. Program ini juga melibatkan pembangunan 35 ribu fasilitas fisik, seperti gudang, gerai, dan pusat layanan, yang akan siap digunakan segera di bulan Agustus 2026. Tujuan dari pembangunan ini adalah memperkuat kapasitas koperasi dalam mengakses sumber daya dan melayani anggota secara lebih luas.

KDKMP diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi lokal, terutama untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perekonomian. Ferry Juliantono menambahkan bahwa selain manajer, program ini juga mencakup pelatihan untuk anggota koperasi, agar mereka bisa aktif dalam mengelola kegiatan ekonomi bersama. “Selain manajer, kita juga memberikan pelatihan kepada anggota koperasi agar mereka bisa lebih kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan,” kata Ferry.

Destry Anna Sari menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pengisian posisi manajerial, tetapi juga pada pengembangan SDM dan infrastruktur koperasi secara bersamaan. “Kita ingin mengubah paradigma koperasi dari sekadar wadah simpan pinjam menjadi institusi yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi,” imbuh Destry. Selain itu, program ini juga dirancang untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, dengan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.

Dengan adanya 30 ribu calon manajer Koperasi Merah Putih, pemerintah berharap dapat menciptakan koperasi yang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi. Manajer yang ditempatkan di desa-desa akan menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong kolaborasi antarwilayah dalam pengembangan ekonomi. Proyek ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk partai politik dan organisasi masyarakat, yang menjadikannya sebagai bagian dari kebijakan nasional

Gabung diskusi