Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah: Disemprot Istana hingga Dianggap Tak Paham Hukum

Sarah Jackson - narakabar.com 3 mins read 15 views

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik setelah pengacara senior tersebut memutuskan untuk menjadi kuasa hukum mantan

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah: Disemprot Istana hingga Dianggap Tak Paham Hukum

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie: Istana Kritik Tegas

Narakabar.com – Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik setelah pengacara senior tersebut memutuskan untuk menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Langkah ini memicu reaksi keras dari Istana Kepresidenan maupun kalangan hukum yang menilai keputusan tersebut kurang tepat secara prosedural.

Pembelaan yang dilakukan Hotman Paris menyangkut dugaan tindak pidana korupsi serta pencucian uang yang melibatkan PT Asabri. Kasus ini sebelumnya sedang dalam proses penyidikan oleh Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya, sebelum akhirnya Febrie ditetapkan sebagai tersangka.

Latar Belakang Kasus dan Peran Febrie

Febrie Adriansyah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung. Selama masa jabatannya, ia berhasil mengungkap beberapa perkara besar, termasuk dugaan korupsi Jiwasraya, Garuda Indonesia, serta pengadaan BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penggeledahan yang dipimpinnya kemudian memaksanya untuk mengundurkan diri dari posisi strategis tersebut.

Setelah resmi mengundurkan diri, Febrie ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Dugaan yang menjeratnya mencakup tindak pidana korupsi dan TPPU dalam skema PT Asabri. Proses hukum ini menjadi salah satu kasus yang paling banyak diperbincangkan di kalangan hukum Indonesia.

Klaim Hotman dan Reaksi Istana

Hotman Paris menyatakan bahwa penetapan tersangka terhadap Febrie oleh Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya tidak disertai izin dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini langsung mendapat tanggapan keras dari Istana Kepresidenan yang menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, Hotman menjelaskan motivasinya mendampingi Febrie. Ia merasa ada ketidakwajaran dalam penanganan perkara tersebut. Bahkan, Hotman menegaskan bahwa ia tidak mengharapkan imbalan finansial atas pendampingan ini.

Itulah saya mau saya terpanggil ya karena saya merasa ada yang benar, ujar Hotman Paris.

Konfrontasi Media dan Permintaan Maaf

Konferensi pers malam hari tersebut tidak berjalan mulus. Hotman Paris sempat tersulut emosi saat menghadapi pertanyaan dari awak media. Dalam momen tersebut, ia melontarkan pertanyaan retoris yang langsung menuai kritik dari organisasi jurnalis, termasuk Ikatan Wartawan Hukum dan Persatuan Wartawan Indonesia.

Menanggapi respons tersebut, Hotman menyampaikan permohonan maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin, 20 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya keluar dalam kondisi emosional dan tidak bermaksud menyinggung para wartawan.

Peryataan maaf dari saya Hotman Paris sehubungan dengan adanya imbauan dari PWI dan juga rekan-rekan wartawan lainya dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya, kata Hotman.

Hotman kemudian memberikan klarifikasi mengenai konteks pernyataannya. Ia menjelaskan bahwa wartawan pertama menanyakan apakah instansi terkait memiliki acara tersembunyi. Kemudian, wartawan kedua bertanya mengenai kemungkinan keliru yang dilakukan instansi tersebut. “Akhirnya saya emosi saya jawab kamu punya otak gak si,” lanjutnya.

Pengacara tersebut mengakui bahwa emosinya naik saat itu, namun ia menegaskan tidak ada niat buruk. “Tapi terlepas fakta dari kejadian sebenarnya waktu itu, sudah sama-sama emosianal, tapi tetap saya mengatakan maaf kepada wartawan tersebut, termasuk orgasnisasi wartawan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, proses pencarian pengganti Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus masih terus ditimbang oleh Presiden Prabowo Subianto. Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kasus yang melibatkan mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung ini.

Gabung diskusi