Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis
Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (21/7/2026) menjadi momen tepat bagi Megawati
Megawati Serukan TIM Kembali Jadi Ruang Seni Rakyat
Narakabar.com – Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (21/7/2026) menjadi momen tepat bagi Megawati Soekarnoputri menyampaikan aspirasi. Ketua Umum PDI Perjuangan ini menginginkan fasilitas budaya tersebut dikembalikan ke fungsi aslinya sebagai tempat berkarya bagi para seniman, bukan sekadar ruang eksklusif.
Sebelum pelantikan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Megawati sudah sempat berpesan agar TIM sesuai dengan tujuan awal pembangunannya. “Itu namanya TIM itu mbok dikembalikan seperti apa adanya,” tegasnya dalam rangkaian acara peringatan tersebut.
Keluhan Seniman Semakin Tinggi
Megawati mengaku telah menerima banyak keluhan dari kalangan seniman yang mengalami kesulitan mendapatkan ruang pertunjukan. Menurutnya, saat ini para seniman bahkan merasa pusing hanya untuk mencari tempat pentas yang layak.
Presiden kelima Indonesia ini menilai bahwa TIM perlu dipulihkan fungsinya agar para seniman tidak lagi kesulitan menampilkan karya-karya mereka. Ia berharap pemulihan ini mampu menghapus kesan eksklusif sehingga masyarakat dapat kembali menikmati seni dengan harga terjangkau.
“Sekarang ini kalau seniman mau pentas saja, untuk ruang pentasnya saja sudah membuat pusing kepalanya,” ungkapnya.
Dari Era Ali Sadikin Hingga Kini
Saat pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, TIM memang dirancang sebagai wadah bagi para pelaku seni. Megawati masih mengingat dengan jelas suasana Teater Terbuka yang kala itu ramai dikunjungi masyarakat karena harga tiketnya yang terjangkau.
Namun menurut Megawati, kondisi TIM sempat berubah sehingga terasa lebih eksklusif dan menjauh dari masyarakat biasa. Ia mengakui bahwa dirinya sendiri tidak lagi ingin pergi ke TIM karena suasananya sudah berbeda.
“Saya bilang pada diri saya, saya enggak mau pergi ke TIM. Karena sudah menjadi beda. Suasananya jadi borjuis. Rakyat tidak bisa dengan tenang seperti dulu di Teater Terbuka,” ucapnya.
Mengajak Generasi Muda Berkarya
Megawati berharap TIM kembali menjadi rumah bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas mereka. Ia juga mengajak generasi muda untuk berani berkarya tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
“Boleh saja anak muda meniru modernisasi, tapi jangan lupa tradisi mereka datangnya dari mana kalau kalian ini anak Indonesia,” ucap dia.
