Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 14 views

Sudah Berusia 40 Tahun Kapal Induk asal Italia yang ditawarkan kepada Indonesia menjadi sorotan serius dalam diskusi pertahanan nasional. Pemerintah Indonesia

Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI

Kapal Induk Italia 40 Tahun: Cocokkah Untuk Pertahanan RI?

Narakabar.com – Sudah Berusia 40 Tahun Kapal Induk asal Italia yang ditawarkan kepada Indonesia menjadi sorotan serius dalam diskusi pertahanan nasional. Pemerintah Indonesia saat ini sedang menimbang-nimbang untuk menerima kapal induk bekas tersebut melalui skema hibah. Namun, langkah ini tidak lepas dari berbagai kritik dan evaluasi mendalam dari para ahli pertahanan. Muhadi Sugiono, pakar Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, menjadi salah satu suara kritis yang menilai kondisi kapal induk ini secara objektif.

Menurut Muhadi, kapal induk yang telah beroperasi selama empat dekade ini memiliki keterbatasan signifikan jika dibandingkan dengan standar peperangan modern. Ia menjelaskan bahwa usia kapal menjadi faktor krusial yang harus dipertimbangkan bersama dengan teknologi yang masih tertanam di dalamnya. Evaluasi komprehensif diperlukan untuk memastikan bahwa kapal ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia ke depan.

“Ya, saya kira kalau untuk kebutuhan perang yang canggih artinya modern, sebagai bagian dari armada yang diandalkan untuk sebuah pertempuran yang kita hadapi, saya kira ya ini sudah out of date ya. Tentu saja sudah tidak memadai lagi,” tegas Muhadi dalam pernyataannya kepada Suara.com pada Selasa, 21 Juli 2026.

Evaluasi Kemampuan Deterrence

Salah satu poin penting dalam perdebatan ini adalah pemahaman yang keliru mengenai fungsi kapal induk sebagai alat deterrence. Muhadi Sugiono menyoroti bahwa banyak pihak mengasumsikan kehadiran kapal induk secara otomatis memperkuat kemampuan Indonesia dalam menggentarkan potensi lawan. Padahal, realitanya berbeda. Dengan masa pakai yang hampir mencapai batas maksimal, kapal induk ini tidak akan memberikan kontribusi besar terhadap postur pertahanan nasional.

“Tapi sekali lagi untuk kebutuhan deterrence, saya kira kok tidak akan banyak membantu. Artinya bahwa kita punya kapal induk, tetapi dengan masa pakai yang sudah hampir kadaluarsa, itu tidak akan meningkatkan postur pertahanan kita sebenarnya,” jelas Muhadi menambahkan.

Kapal induk berusia empat puluh tahun ini juga akan menghadapi tantangan dalam perbandingan dengan armada modern negara-negara tetangga dan kekuatan maritim global. Hal ini menjadi pertimbangan strategis bagi Indonesia dalam menentukan prioritas pembangunan pertahanan lautnya. Meskipun demikian, tidak berarti kapal ini tidak memiliki nilai sama sekali.

Peran Strategis Non-Tempur

Muhadi Sugiono mengemukakan bahwa pemerintah dan TNI Angkatan Laut mungkin memiliki visi berbeda mengenai fungsi kapal induk ini. Alih-alih digunakan sebagai alat tempur utama, kapal tersebut lebih cocok untuk operasi-operasi non-tempur yang mendukung mobilitas dan logistik. Kapal induk ini dapat menjadi platform ideal untuk helikopter, pesawat lepas landas vertikal, maupun wahana nirawak yang semakin penting dalam operasi modern.

“Jadi, dia sebagai kapal induk yang dimaksudkan untuk operasional yang sehari-hari dilakukan untuk pendaratan helikopter, drones, ataupun pesawat-pesawat yang bisa naik turun langsung itu, dan tidak sepenuhnya untuk kepentingan perang,” urai Muhadi.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan khusus dalam hal logistik dan penanggulangan bencana alam. Kapal induk yang ditawarkan Italia ini berpotensi besar untuk mendukung operasi-operasi kemanusiaan di wilayah-wilayah terpencil. Kemampuan kapal untuk membawa berbagai jenis pesawat dan helikopter menjadikannya aset berharga dalam situasi darurat.

Pemerintah Indonesia perlu melakukan analisis menyeluruh mengenai biaya operasional, pemeliharaan, serta manfaat diplomatik dari penerimaan kapal induk ini. Meskipun Sudah Berusia 40 Tahun Kapal Induk tersebut mungkin tidak menjadi tulang punggung pertahanan nasional, nilai strategisnya dalam konteks lain tetap signifikan. Dengan penempatan fungsi yang tepat, kapal induk warisan Italia ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

Gabung diskusi