Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

Emily Moore - narakabar.com 3 mins read 4 views

Pertemuan para kiai dan ulama terkemuka Indonesia yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah berlangsung di Hotel

Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

Muktamar Jombang Bersih Transaksional, Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU

Narakabar.com – Pertemuan para kiai dan ulama terkemuka Indonesia yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah berlangsung di Hotel Fairmont Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026. Dalam acara yang dihadiri ratusan tokoh keagamaan ini, Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU menjadi salah satu topik utama pembahasan. Para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, khususnya mengenai perbaikan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama serta penyelenggaraan Muktamar ke-35 di Jombang yang diharapkan bersih dari praktik-praktik transaksional.

Reformasi Internal PBNU sebagai Prioritas Utama

Maman Imanulhaq, Sekretaris Dewan Syura PKB, menyampaikan bahwa para ulama merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk memperbaiki arah pergerakan PBNU ke depan. Dalam pertemuan tersebut, para kiai menegaskan keinginan mereka agar PBNU kembali menjalankan khitahnya sebagai lokomotif civil society yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Salah satu rekomendasi dari Ijtima Ulama ini adalah soal tanggung jawab para ulama dan kiai untuk membenahi PBNU. Mereka tetap menginginkan PBNU sebagai lokomotif civil society dalam memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah, mendampingi umat dalam pemberdayaan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Maman menjelaskan lebih lanjut bahwa para ulama menginginkan PBNU mampu memberikan kritik yang membangun terhadap pemerintah, mendampingi umat dalam pemberdayaan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan yang menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Muktamar Jombang Bebas dari Praktik Transaksional

Terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Jombang dalam waktu dekat, Maman menegaskan pesan kuat dari para ulama agar momentum tersebut tidak ternodai oleh kepentingan pragmatis. Para peserta Ijtima Ulama menekankan bahwa Muktamar harus menjadi ajang demokratisasi dan profesionalisme, bukan sekadar ajang transaksi kepentingan politik.

Ijtima Ulama meminta agar Muktamar di Jombang besok betul-betul jauh dari praktik transaksional dan jauh dari praktik yang hanya memanfaatkan PC-PC NU. Sebaliknya, muktamar ini harus melibatkan banyak pihak, memberikan peluang bagi anak muda, serta menonjolkan profesionalisme.

Ia menambahkan bahwa Muktamar tersebut harus menjadi ajang untuk merumuskan kembali peran strategis Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan penyeimbang bagi kemajuan bangsa. Dengan demikian, Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU berhasil menyuarakan aspirasi para kiai agar organisasi Islam terbesar ini kembali pada nilai-nilai keislaman yang autentik.

Isu Lingkungan dan Kepemimpinan Visioner

Selain urusan organisasi, Ijtima Ulama juga menyoroti krisis lingkungan hidup yang semakin mengkhawatirkan. Maman mengungkapkan bahwa para kiai sangat menaruh perhatian pada gagasan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengenai “Taubatan Ekologi” sebagai solusi jangka panjang untuk kerusakan lingkungan.

Banyak masukan dari kiai-kiai, termasuk apa yang dikatakan Gus Muhaimin sebagai ‘Taubatan Ekologi’. Bagaimana kita memperbaiki hubungan dengan lingkungan dan menghentikan pola-pola illegal logging. Ini menjadi isu penting yang harus dibawa ke Muktamar NU ke depan.

Maman menekankan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan di tubuh PBNU. Oleh karena itu, sosok yang akan memimpin PBNU ke depan haruslah individu yang paripurna secara keilmuan dan integritas. Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU juga menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki visi jangka panjang dan mampu membawa organisasi menghadapi tantangan global.

Muktamar NU ke depan harus dipimpin oleh pemimpin yang amanah, profesional, alim, alamah, dan juga visioner. Bicara soal NU adalah bicara soal Indonesia. Kalau Indonesia ingin baik, maka PBNU harus dipimpin oleh orang-orang yang betul-betul paham ke mana Indonesia akan dibawa.

Dengan demikian, Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU berhasil menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting yang akan menjadi panduan bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia. Para kiai berharap Muktamar Jombang dapat menjadi titik balik bagi PBNU untuk kembali pada nilai-nilai keislaman yang autentik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Gabung diskusi