Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 10 views

Isu posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara kembali menjadi bahan perdebatan publik. Menurut

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk: Analis Minta Istana Dibersihkan

Narakabar.com – Isu posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara kembali menjadi bahan perdebatan publik. Menurut analisis Selamat Ginting, seorang politikus dan akademisi dari Universitas Nasional, terdapat upaya strategis dalam membangun narasi bahwa Gibran sedang menjadi korban atau Gibran Playing Victim Soal Posisi setelah penempatannya yang tidak berada di sisi Presiden Prabowo Subianto.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) ini menjadi sorotan karena penempatan Gibran sejajar dengan para menteri koordinator, bukan di sebelah Presiden. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk membentuk persepsi bahwa putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut sedang dipinggirkan dalam struktur pemerintahan baru.

Narasi Playing Victim yang Disengaja

Selamat Ginting menjelaskan bahwa narasi ini tampaknya dibangun secara sengaja untuk mengirimkan sinyal politik kepada para pendukung Gibran. Ia menilai ada upaya untuk membuat sang wakil presiden terlihat sebagai pihak yang mengalami tekanan dari kelompok-kelompok yang berada di sekitar Presiden Prabowo.

"Sengaja membangun simpati publik terhadap Gibran seolah-olah dipinggirkan oleh kubunya Presiden Prabowo," ungkap Selamat saat memberikan komentarnya, yang dikutip pada Jumat (24/7/2026). Pendapat ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik sedang dijalankan untuk kepentingan tertentu.

Belum Ada Penugasan Khusus dari Presiden

Salah satu poin penting yang disoroti oleh analis ini adalah belum jelasnya peran Wakil Presiden dalam pemerintahan saat ini. Ia merujuk pada Pasal 4 ayat (2) UUD 1945 yang mengatur bahwa tugas wakil presiden adalah membantu presiden. Namun, menurutnya hingga kini belum terlihat adanya penugasan khusus dari Presiden Prabowo kepada Gibran.

"Tidak ada tugas khusus Presiden (Prabowo) kepada Wakil Presiden Gibran," tegasnya. Pernyataan ini menjadi dasar bagi analisisnya bahwa posisi Gibran masih dalam proses penyesuaian dan belum sepenuhnya terdefinisi dalam hierarki pemerintahan.

Minta Prabowo Bersihkan Istana

Selamat juga menduga bahwa pengaturan posisi duduk tersebut telah ditetapkan oleh Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Karena itu, ia menilai munculnya kesan Gibran diperlakukan tidak semestinya justru merugikan Presiden Prabowo secara politik.

Ia bahkan meminta Presiden Prabowo melakukan "bersih-bersih istana" dari pengaruh pemerintahan sebelumnya. "Ada orang istana yang harus dibersihkan," katanya, merujuk pada kemungkinan adanya keterpengaruhuan dengan bapaknya Gibran, yaitu Presiden Jokowi. Tindakan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa keputusan-keputusan pemerintahan diambil secara objektif.

Sebelumnya, Gibran terlihat duduk di sebelah Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan. Penempatan ini menjadi bahan diskusi karena tidak sesuai dengan ekspektasi banyak pihak yang mengharapkan Gibran berada di posisi yang lebih dekat dengan Presiden.

Isu posisi duduk Gibran juga bisa dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu lain, termasuk relasi pemerintahan Presiden Jokowi dengan mantan Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu. Hal ini menunjukkan kompleksitas dinamika politik yang sedang berlangsung di Indonesia.

Dengan demikian, kasus Gibran Playing Victim Soal Posisi ini bukan sekadar masalah tata letak kursi, melainkan mencerminkan pertarungan narasi dan kepentingan politik yang lebih besar dalam pemerintahan baru Indonesia.

Gabung diskusi