Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Profil Febri Diansyah kini semakin menarik perhatian publik setelah ia resmi dilantik sebagai kuasa hukum untuk Febrie Adriansyah. Pelantikan ini berlangsung
Profil Febri Diansyah: Pengacara Baru untuk Febrie Adriansyah
Narakabar.com – Profil Febri Diansyah kini semakin menarik perhatian publik setelah ia resmi dilantik sebagai kuasa hukum untuk Febrie Adriansyah. Pelantikan ini berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, menandai babak baru bagi mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini mengambil peran berbeda dalam dunia hukum Indonesia.
Keputusan Febri Diansyah untuk bergabung dengan tim pembela Febrie Adriansyah terjadi setelah Hotman Paris Hutapea mengundurkan diri dari posisi tersebut. Pengacara senior ini memilih mundur dengan alasan kesehatan, sementara di saat bersamaan muncul berbagai kontroversi terkait pernyataannya mengenai kasus pencucian uang yang sedang berlangsung.
Penunjukan Febri Diansyah langsung menjadi sorotan media dan masyarakat. Hal ini wajar mengingat rekam jejaknya yang sangat kuat dalam isu pemberantasan korupsi selama bertahun-tahun. Kini, pria yang dulu sering mengumumkan penetapan tersangka dalam kasus-kasus besar justru berada di sisi lain, membela terdakwa dalam perkara TPPU yang ramai diperbincangkan.
Riwayat Pendidikan dan Karier di ICW
Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2007. Setelah lulus, ia bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan mendedikasikan hampir sembilan tahun untuk mengawal berbagai kasus korupsi di Indonesia.
Nama Febri Diansyah mulai dikenal publik secara luas pada tahun 2011. Saat itu, ia vokal dalam mengawasi kasus korupsi yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Sejak momen tersebut, Febri konsisten tampil mengkritik praktik korupsi serta mengawasi proses penegakan hukum di berbagai lembaga negara.
Pengalaman panjangnya di ICW membuka jalan bagi Febri Diansyah untuk bergabung dengan KPK sebagai pegawai fungsional di Direktorat Gratifikasi. Kariernya kemudian berkembang pesat hingga ia dipercaya menjadi Juru Bicara KPK pada awal Desember 2016. Posisi ini menjadikan namanya selalu hadir dalam pemberitaan kasus-kasus korupsi besar.
Sebagai jubir lembaga antirasuah, Febri Diansyah menjadi penyampai resmi perkembangan sejumlah perkara kelas kakap. Mulai dari kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto hingga proyek Hambalang, ia selalu menjadi wajah yang menyampaikan informasi kepada publik. Termasuk berbagai operasi tangkap tangan yang menjadi sorotan masyarakat.
Karier Febri Diansyah di KPK berakhir pada September 2020. Ia memilih mengundurkan diri setelah adanya polemik revisi Undang-Undang KPK yang dinilai banyak pihak melemahkan independensi lembaga antirasuah tersebut.
Peran Baru dalam Kasus Febrie Adriansyah
Menyikapi penunjukan barunya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertama kalinya ia mendampingi proses pemeriksaan dalam kapasitas tersebut.
“Baru, saya baru jadi ini proses pemeriksaan pertama yang saya dampingi. Surat kuasanya tertanggal kemarin,” kata Febri di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, Jumat malam.
Langkah Febri Diansyah memasuki tim pembela ini tentu menjadi sorotan tersendiri. Sosok yang dulu kerap mengumumkan penetapan tersangka kini berdiri di barisan yang membela terdakwa dalam dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyedot perhatian publik. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Profil Febri Diansyah sebagai mantan jubir KPK yang kini menjadi pengacara pribadi menunjukkan fleksibilitas dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan baru. Masyarakat akan terus memantau bagaimana ia menjalankan peran barunya ini dalam kasus yang sedang menjadi perhatian nasional.
