Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Geger Tetesan Darah dari Plafon Kos di Grogol, Ternyata Nyawa Wanita Melayang di Tangan Kekasih

David Moore - narakabar.com 2 mins read 9 views

Polisi berhasil menangkap Endang, seorang wanita berusia 54 tahun, pada Rabu malam (29/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Penangkapan ini dilakukan di kawasan

Geger Tetesan Darah dari Plafon Kos di Grogol, Ternyata Nyawa Wanita Melayang di Tangan Kekasih

Kematian M di Kos Grogol: Endang Ditangkap Setelah Membunuh Kekasihnya

Narakabar.com – Polisi berhasil menangkap Endang, seorang wanita berusia 54 tahun, pada Rabu malam (29/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Penangkapan ini dilakukan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, setelah pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.

Endang dituduh membunuh kekasihnya yang berinisial M, berusia 52 tahun, di dalam kamar kos mereka yang terletak di Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kejadian tragis ini bermula dari sebuah pertengkaran kecil yang kemudian berujung fatal.

Motif Cemburu Atas Pesan WhatsApp

Seluruh peristiwa dimulai ketika korban datang ke kos tersangka untuk bertemu. Setelah tiba di lokasi, korban memeriksa ponsel milik M dan menemukan sesuatu yang membuatnya tersinggung.

Dalam perangkat seluler tersebut, korban melihat percakapan antara M dengan seorang wanita lain. Hal ini memicu rasa cemburu dan akhirnya menyebabkan keduanya bertengkar.

“Korban menanyakan ke tersangka tentang maksud chat wa tersebut,” kata Ressa, Jumat (31/7/2026).

Pertengkaran pun memanas. Korban mengambil sebuah palu dan mencoba memukul M. Namun, tersangka berhasil menghalau serangan tersebut dan merebut senjata dari tangan korban.

Setelah itu, M langsung menghantam korban sebanyak empat kali menggunakan palu yang sama. Korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat serangan tersebut.

Tetesan Darah dari Plafon Membongkar Kejahatan

Para penghuni kos di lantai bawah mulai merasa curiga setelah melihat ada cairan merah yang menetes dari atas plafon. Tetesan darah tersebut berasal dari kamar korban yang berada di lantai atas.

Setelah menyadari kejadian, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada RT setempat. Selanjutnya, laporan pun diteruskan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Setelah melakukan aksinya, Endang langsung kabur dari lokasi. Namun, ia tidak berhasil jauh dan akhirnya ditangkap oleh petugas di Cilandak pada hari yang sama dengan terjadinya pembunuhan.

Barang Bukti Disita

Dalam proses penyelidikan, petugas menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Barang-barang tersebut antara lain satu buah palu, dua unit telepon seluler, sebuah tas, dompet, perhiasan, kain, topi, sarung tangan, serta satu unit sepeda motor.

Kasus ini kini sedang dalam tahap penyidikan lebih lanjut oleh kepolisian untuk memastikan semua aspek kejadian terungkap secara tuntas.

Gabung diskusi