Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan penelusuran mendalam terkait dugaan keracunan yang menjangkiti ratusan warga sekolah di Semarang. Kepala BGN
Investigasi Keracunan MBG di Semarang: Kualitas Bahan dan Waktu Masak Jadi Fokus
Narakabar.com – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan penelusuran mendalam terkait dugaan keracunan yang menjangkiti ratusan warga sekolah di Semarang. Kepala BGN, Sudaryono, mengonfirmasi bahwa insiden ini melibatkan siswa serta tenaga pengajar dari SMKN 6 Semarang yang terjadi pada hari Jumat pekan lalu.
Temuan Awal Investigasi
Menurut keterangan Sudaryono kepada media, hasil pendugaan awal mengarah pada dua faktor utama. Pertama, kualitas beberapa komponen bahan makanan yang digunakan dalam penyajian MBG. Kedua, metode memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan sempat didistribusikan ke penerima manfaat.
“Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ada daun singkong, bumbu rendang, dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya,” jelas Sudaryono saat ditemui wartawan pada Minggu (2/7/2026).
Proses verifikasi laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari kerja. Meskipun demikian, Sudaryono menekankan bahwa penyebab pasti baru dapat dikonfirmasi setelah seluruh hasil uji laboratorium dirilis secara resmi.
Sistem Digital untuk Mencegah Kejadian Berulang
Guna meminimalisir risiko serupa di masa depan, BGN mempercepat implementasi sistem digital yang dirancang untuk memantau setiap tahap produksi makanan di dapur MBG. Sistem ini akan mencatat secara detail kapan bahan-bahan mulai dicacah hingga proses memasak selesai.
“Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang lagi kita paksa semua dapur, ada Korcam dan lain-lain, lagi kita paksa kita kerja pakai sistem. Jadi kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita lock,” paparnya.
Sudaryono juga menyampaikan harapannya agar pihak terkait, termasuk orang tua siswa, guru, dan Dinas Kesehatan, dapat mengakses informasi mengenai proses memasak MBG serta bahan-bahan yang digunakan secara transparan.
Data Korban Keracunan
Dinas Kesehatan Kota Semarang sebelumnya telah merilis laporan resmi mengenai jumlah korban. Total sebanyak 707 orang terduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (31/7/2026). Angka tersebut mencakup 693 siswa dan 14 guru. Sebagian besar korban melaporkan gejala berupa pusing, mual, muntah, serta diare.
