Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

Sandra Martin - narakabar.com 2 mins read 5 views

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kepala Badan Sudaryono memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan SPPG Karangturi di Semarang. Langkah ini diambil

BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

BGN Tunda Operasional Dapur MBG Karangturi Semarang Pasca Insiden Keracunan

Narakabar.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kepala Badan Sudaryono memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan SPPG Karangturi di Semarang. Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan yang melanda Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menimpa 707 orang, terdiri dari siswa serta guru SMK Negeri 6 Semarang.

Penghentian operasional ini bersifat sementara hingga proses investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan selesai dilakukan. Selain itu, BGN juga telah menyampaikan surat peringatan resmi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Detail Korban dan Gejala

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang disajikan pada hari Jumat, tanggal 31 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 693 merupakan siswa dan 14 lainnya adalah guru. Sebagian besar korban melaporkan gejala berupa mual, muntah, pusing, serta diare.

Sementara itu, 13 orang di antaranya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit maupun puskesmas. Kondisi para korban kini dilaporkan sudah membaik.

Kunjungan Langsung Sudaryono ke Semarang

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa ia sengaja melakukan kunjungan ke Semarang untuk memantau langsung situasi para korban yang sedang dirawat. Ia menyampaikan bahwa laporan awal mengenai keracunan diterima dari SMK Negeri 6 Semarang dengan jumlah korban lebih dari 700 orang.

“SPPG kita beri surat peringatan. Ini kan ada mitra, yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi, termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan,” ujar Sudaryono dalam pernyataannya setelah menjenguk korban di Semarang, Minggu (2/8/2026).

Lebih lanjut, Sudaryono menambahkan bahwa ia telah melihat kondisi para korban dan merasa bersyukur karena semuanya dalam keadaan baik.

BGN menegaskan bahwa investigasi terhadap penyebab insiden tersebut masih terus berlangsung. Keputusan untuk melanjutkan program MBG tetap mengikuti rencana awal sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang telah dibuka suaranya oleh Kepala BGN.

Gabung diskusi