Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: ‘Kayak Jual Kacang’

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 3 views

Kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan publik setelah ditemukan fenomena penjualan obat keras yang semakin marak. Warga Geram Tramadol Dijual Terang

Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: ‘Kayak Jual Kacang’

Tramadol Dijual Bebas di Tanah Abang, Warga Geram

Penjualan Terbuka di Kawasan Terminal

Narakabar.com – Kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan publik setelah ditemukan fenomena penjualan obat keras yang semakin marak. Warga Geram Tramadol Dijual Terang terangan di area terminal dan stasiun setempat, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat. Pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, para pedagang obat dari luar Jawa terlihat menjual Tramadol secara terbuka tanpa batasan. Fenomena ini telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar karena dianggap melanggar aturan peredaran obat keras.

Menurut Awing, seorang warga yang tinggal di wilayah tersebut, kondisi penjualan obat ini sudah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Ia menjelaskan bahwa para penjual biasanya mendirikan lapak di area sekitar terminal maupun stasiun Tanah Abang. Penjualan yang dilakukan secara terbuka ini membuat masyarakat merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi.

Udah kayak jual kacang, ujar Awing saat memberikan keterangan kepada Suara.com.

Awing juga menyebutkan bahwa sebagian besar pelaku penjualan tersebut bukanlah penduduk asli Tanah Abang, melainkan pendatang yang berasal dari luar Pulau Jawa. Penyalahgunaan Tramadol diyakini menjadi faktor pendorong utama meningkatnya tawuran dan berbagai tindak kriminal di kawasan ini. Hal ini menunjukkan bahwa masalah tidak hanya sebatas penjualan obat, tetapi juga berdampak pada keamanan lingkungan.

Hampir rata-rata dipengaruhi tramadol atau obat-obatan terlarang, tambahnya.

Kecemasan Ibu dan Pelajar

Siti Wahyuni, seorang ibu rumah tangga, juga menyampaikan kekhawatirannya terkait situasi ini. Ia merasa cemas karena lingkungan tempat anak-anaknya tumbuh menjadi kurang aman akibat maraknya zat adiktif. Siti menekankan bahwa generasi penerus bangsa harus hidup di lingkungan yang kondusif dan bebas dari pengaruh negatif obat-obatan terlarang.

Anak-anak kita generasi penerus bangsa hidup dengan lingkungan yang tidak baik, kata Siti.

Kecanduan obat-obatan terlarang juga dilaporkan banyak terjadi di kalangan pelajar. Untuk mengatasi masalah ini, pihak berwenang berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di lokasi-lokasi transaksi Tramadol yang sering terjadi. Langkah ini diharapkan dapat membantu memantau aktivitas penjualan dan mencegah penyalahgunaan obat secara lebih efektif.

Tuntutan Penindakan Tegas

Kedua warga tersebut sepakat meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk segera melakukan penindakan tegas terhadap seluruh pelaku peredaran obat terlarang. Mereka berharap langkah-langkah konkret dapat diambil agar tercipta masyarakat yang lebih berakhlak dan aman dari dampak negatif penyalahgunaan narkoba. Penindakan yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pedagang obat keras.

Kawasan Tanah Abang selama ini memang masih menjadi salah satu pusat peredaran narkotika di Jakarta. Dengan adanya penjualan terbuka dan dampaknya terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar, desakan untuk memberantas masalah ini semakin kuat. Masyarakat menuntut adanya solusi jangka panjang yang dapat mengatasi akar permasalahan secara menyeluruh.

Frequently Asked Questions

Apa itu Tramadol? Tramadol adalah obat keras yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Obat ini termasuk dalam kategori obat yang memerlukan resep dokter.

Mengapa penjualan Tramadol di Tanah Abang menjadi masalah? Penjualan yang dilakukan secara terbuka tanpa pengawasan membuat obat ini mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja.

Bagaimana langkah yang diambil pemerintah? Pihak berwenang berencana memasang CCTV di lokasi-lokasi transaksi untuk memantau aktivitas penjualan dan mencegah penyalahgunaan.

Siapa saja yang terdampak? Masyarakat sekitar, terutama ibu rumah tangga dan pelajar, menjadi kelompok yang paling terdampak oleh fenomena ini.

Gabung diskusi