Latest Program: KPK Incar ‘Pemain’ Lain di Skandal Korupsi MBG
Latest Program - Penyelidikan dugaan korupsi terkait program Makan Siang Bergizi (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berjalan meski kasus tersebut sudah
KPK Tetap Lanjutkan Investigasi Korupsi MBG
Latest Program – Penyelidikan dugaan korupsi terkait program Makan Siang Bergizi (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berjalan meski kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan di Kejaksaan Agung. Lembaga antirasuah memastikan fokus investigasi mereka berbeda dari proses yang sedang ditangani jaksa, agar tidak ada tumpang tindih atau dualisme dalam penegakan hukum.
Pengembangan Kasus Bisa Dilakukan Jika Temukan Fakta Baru
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa meski Kejaksaan Agung telah mengambil langkah penyidikan lebih dulu, proses di KPK tidak langsung dihentikan. “Tidak berarti proses penyelidikan harus dihentikan,” katanya saat diwawancara di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).
“Siapa tahu nanti ada lokus dan tempus yang berbeda atau pihak lain yang juga diduga terlibat tindak pidana korupsi. Jika ditemukan fakta baru, KPK bisa terus melanjutkan pendalaman,” tambah Budi.
KPK juga menegaskan akan menghormati proses yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung serta memastikan tidak terjadi duplikasi penanganan kasus. Lebih lanjut, lembaga tersebut meyakini bahwa kejaksaan sudah memiliki bukti cukup untuk menaikkan kasus ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.
Penyelidikan Awal Telah Dilakukan Sebelum Kejaksaan Mengambil Langkah Selanjutnya
Sebelum Kejaksaan Agung memasuki tahap penindakan, KPK menyebut telah lebih dulu melakukan penyelidikan awal terhadap dugaan korupsi MBG di BGN. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan bahwa penyelidikan itu sudah berjalan, namun langkah penyidikan tidak segera dilanjutkan karena jaksa sudah mengambil alih.
Dalam rangka menghindari konflik dalam proses hukum, KPK meminta sinergi antarlembaga agar investigasi tetap berjalan secara harmonis. Beberapa data dari penyelidikan awal juga disebut masih bisa dikembangkan lebih lanjut, termasuk kemungkinan diserahkan ke Kejaksaan Agung atau digelar perkara secara internal.
Emak-Emak Tetap Dukung MBG Meski Ada Kritik
Sementara itu, sejumlah masyarakat masih mendukung program MBG meski ada kritik. Contohnya, seorang ibu rumah tangga menyebut ada ulat di sayuran, tetapi tetap memilih MBG karena dianggap efektif mengurangi pengeluaran untuk jajan anak.
