Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng: Jangan Cuma Gimmick Semprot Api, Mana Solusinya?
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah melontarkan kritik tajam terhadap kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Palangka Raya
Walhi Kalteng: Kunjungan Menhut ke Lokasi Karhutla Dinilai Hanya Tontonan Simbolik
Narakabar.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah melontarkan kritik tajam terhadap kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Palangka Raya pada Rabu, 19 Agustus 2026. Menurut organisasi lingkungan tersebut, kehadiran pejabat di titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak otomatis berarti ada jawaban nyata bagi persoalan yang masih membakar lahan di provinsi itu.
Anggaran Perjalanan Sebaiknya Dialihkan ke Pemadaman
Firman Palanungkai, Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, menyatakan bahwa dana yang terpakai untuk perjalanan dinas pejabat ke daerah terdampak karhutla seharusnya dialokasikan ulang. Alih-alih membiayai kunjungan, dana tersebut bisa memperkuat kapasitas peralatan dan operasi pemadaman di lapangan.
“Kami bayangkan bahwa anggaran kunjungan mereka itu coba dialokasikan untuk pemadaman kebakaran saja dibandingkan harus biaya yang cukup besar, bayangkan, kalau berangkat mereka itu berapa biayanya,” kata Firman.
Kunjungan ke Petuk Katimpun: Simbolik, Bukan Solusi
Pada 19 Agustus 2026, Raja Juli Antoni bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau langsung kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya. Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa tujuan kunjungan itu adalah mengamati penanganan karhutla secara langsung di lapangan.
Walhi Kalteng menilai kegiatan tersebut lebih condong ke arah pertunjukan simbolik. Firman mengingatkan bahwa pola kunjungan pejabat yang diakhiri dengan aksi menyemprot api tidak menjawab akar masalah kebakaran yang terus berulang.
“Di Kalimantan Tengah ini ada satu hal yang terakhir yang saya sampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu ada Menteri Kehutanan yang berkunjung ke Kalteng kemudian ada dengan segala gimmicknya, menyemprot-nyemprot api, biasanya begitu,” kata Firman dalam konferensi pers, Selasa (25/8/2026).
Banyak Kunjungan, Sedikit Dampak Nyata
Firman menambahkan bahwa Kalteng belakangan ini kerap menjadi tujuan kunjungan pejabat pemerintah untuk melihat kondisi karhutla. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana kunjungan-kunjungan itu menghasilkan perubahan konkret dalam penanganan kebakaran.
“Kalimantan Tengah hari ini banyak kunjungan. menurut kami, ini yang kami kritik, banyak kunjungan menteri tapi tidak memberikan solusi yang bagus dan tepat,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah untuk menghitung ulang efektivitas anggaran yang terserap oleh perjalanan dinas ke wilayah terdampak, dan mengalihkannya ke penguatan kapasitas pemadaman serta dukungan peralatan.
Konteks: Prabowo Turun Langsung ke Kalteng
Kritik Walhi ini muncul beberapa hari setelah Presiden Prabowo Subianto mendatangi Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk mengecek langsung penanganan karhutla di provinsi tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penanganan karhutla dijalankan melalui sejumlah langkah, antara lain operasi modifikasi cuaca, pemadaman dan pengendalian titik api, serta penegakan hukum. Raja Juli Antoni juga menekankan urgensi pencegahan dan pengawasan di lapangan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng?
Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng matter?
Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
