336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya! 428,46 Hektare Lahan Ludes Selama 3 Bulan
336 karhutla terjadi di Palangka Raya dalam rentang tiga bulan, menghanguskan 428,46 hektare lahan. Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
336 Karhutla Terjadi di Palangka: 428 Ha Ludes
Narakabar.com – 336 karhutla terjadi di Palangka Raya dalam rentang tiga bulan, menghanguskan 428,46 hektare lahan. Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperpanjang masa tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 8 September 2026. Perpanjangan ini diambil setelah ancaman api di wilayah kota belum menunjukkan tanda mereda meski berbagai upaya pemadaman telah dilakukan sejak awal musim kemarau tahun berjalan.
Rekapitulasi Data: Empat Kecamatan Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat total 336 insiden kebakaran yang tersebar di empat kecamatan selama periode 1 Juni hingga 24 Agustus 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Muhammad Heri Pauzi, menjelaskan bahwa Kecamatan Jekan Raya menjadi episentrum dengan jumlah kejadian tertinggi, diikuti Sebangau, Pahandut, dan Bukit Batu. Kecamatan Rakumpit tercatat bebas insiden selama periode tersebut.
“Total luas lahan terbakar mencapai 428,46 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah Kecamatan Sebangau,” kata Heri di Palangka Raya, Selasa (25/8/2026).
Rincian per kecamatan menunjukkan: Jekan Raya 229 kejadian, Sebangau 72 kejadian, Pahandut 25 kejadian, dan Bukit Batu delapan kejadian. Konsentrasi tinggi di Jekan Raya berkaitan erat dengan keberadaan kawasan gambut serta aktivitas pembukaan lahan di sekitar permukiman warga, sehingga risiko api menjalar ke pemukiman menjadi lebih tinggi dibanding kecamatan lain.
Tantangan Lahan Gambut dan Respons Cepat
Heri menegaskan bahwa setiap laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti melalui pengerahan personel beserta peralatan pemadam guna mencegah api menjalar lebih jauh. Karakteristik lahan gambut menjadikan api mampu merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga proses pemadaman memerlukan pendekatan yang jauh lebih menyeluruh dibanding kebakaran di lahan mineral. Tim di lapangan harus memastikan api padam total hingga ke lapisan bawah agar tidak kembali menyala saat kelembapan udara berubah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya 428?
336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya 428 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya 428 matter?
336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya 428 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
