Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, telah
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang, Ribuan Warga Luka di Tujuh Kabupaten
Narakabar.com – Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat. Hingga Selasa, 25 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa korban gempa NTT tembus 103 orang meninggal dunia, sementara 1.666 warga lainnya mengalami luka-luka yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring berdatangannya laporan baru dari lapangan.
Kronologi dan Perkembangan Data
Gempa tersebut menjadi salah satu bencana alam paling dahsyat yang melanda wilayah NTT dalam beberapa tahun terakhir. Guncangan kuat dirasakan tidak hanya di Nagekeo sebagai episenter, tetapi juga di sejumlah kabupaten tetangga yang berdekatan secara geografis. Dalam sepuluh hari pasca-gempa, proses evakuasi, pencarian, dan pendataan korban berlangsung intensif di tengah keterbatasan akses jalan, kerusakan infrastruktur, serta gangguan jaringan komunikasi di beberapa titik.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan pemutakhiran data pada konferensi pers daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa (25/8/2026). Ia menjelaskan bahwa angka kematian bertambah tiga jiwa dibandingkan catatan hari sebelumnya, sehingga total korban jiwa resmi mencapai 103 orang.
“Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” ujar Berton dalam konferensi pers penanganan gempa NTT tersebut.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, jumlah korban tewas tercatat 100 orang. Kenaikan tiga jiwa pada hari berikutnya menunjukkan bahwa proses identifikasi dan verifikasi korban masih berlangsung di lapangan, terutama di wilayah dengan akses jalan yang rusak dan medan sulit. Tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, serta relawan lokal terus melakukan penyisiran di area terdampak.
Rincian Korban Meninggal per Kabupaten
Distribusi korban jiwa tersebar di tujuh kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat angka kematian tertinggi, yakni 41 jiwa, disusul Manggarai Timur dengan 34 jiwa. Kabupaten Nagekeo mencatat 13 jiwa, Sikka enam jiwa, Ngada lima jiwa, Ende tiga jiwa, dan Manggarai Barat satu jiwa. Konsentrasi korban di Manggarai dan Manggarai Timur mencerminkan kedekatan wilayah-wilayah tersebut dengan episenter gempa serta kepadatan permukiman di kawasan pesisir dan lembah.
Profil Demografis dan Kondisi Luka
Dari total 103 korban meninggal, 55 persen adalah perempuan dan 45 persen laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, lansia mendominasi dengan porsi 45 persen, diikuti kelompok dewasa 37 persen, anak-anak dan remaja 12 persen, serta sisanya balita dan batita. Komposisi ini mengindikasikan bahwa kelompok rentan, khususnya lansia yang tinggal di struktur bangunan tidak tahan gempa, paling terdampak oleh guncangan kuat.
Sementara itu, jumlah warga terluka juga mengalami peningkatan signifikan dari hari ke hari. BNPB mencatat 1.666 orang luka hingga Selasa (25/8), naik dari 1.603 orang pada hari sebelumnya. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan beban luka paling berat:
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang 1?
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang 1 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang 1 matter?
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang 1 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
