Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Gara-gara Fogging, Sistem Pemadam di Basement KPK Aktif dan Dikira Kebakaran

Karen Martinez - narakabar.com 4 mins read

Pagi Sabtu, 29 Agustus 2026, suasana di lingkungan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, sempat tegang ketika kepulan asap

Gara-gara Fogging, Sistem Pemadam di Basement KPK Aktif dan Dikira Kebakaran

Asap di Basement Gedung KPK Ternyata Bukan Kebakaran, Melainkan Respons Otomatis Sistem Pemadam

Narakabar.com – Pagi Sabtu, 29 Agustus 2026, suasana di lingkungan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, sempat tegang ketika kepulan asap terlihat keluar dari area basement. Warga sekitar dan sejumlah pegawai yang berada di lokasi awalnya mengira terjadi kebakaran. Namun, setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, dipastikan bahwa tidak ada satu pun titik api yang menyala. Asap tersebut merupakan hasil aktivasi otomatis sistem pemadam kebakaran (fire fighting) yang terpicu oleh prosedur fogging rutin di dalam gedung.

Apa yang Sebenarnya Terjadi

KPK pada pagi hari itu sedang menjalankan kegiatan fogging, yakni penyemprotan cairan pembasmi hama atau pengendali udara di area tertentu gedung. Proses semprotan tersebut menghasilkan partikel halus di udara yang kemudian terdeteksi oleh sensor elektronik pada sistem pemadam. Karena mekanisme kerja sistem ini dirancang untuk merespons setiap indikasi percikan atau anomali pada perangkat elektronik, ia langsung mengaktifkan protokol pemadaman secara mandiri. Salah satu bentuk responsnya adalah pelepasan asap pemadam ke ruang yang dianggap berisiko.

Titik aktivasi berada di ruang baterai uninterruptible power supply (UPS) pada lantai basement. UPS sendiri berfungsi sebagai cadangan daya listrik agar perangkat elektronik tetap beroperasi saat terjadi gangguan pasokan. Karena ruang tersebut dipenuhi komponen elektronik berdaya tinggi, keberadaan sensor pemadam di sana menjadi standar keselamatan yang lazim diterapkan pada gedung pemerintahan dan institusi publik di Indonesia.

Konfirmasi Resmi dari Juru Bicara

Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, memberikan klarifikasi langsung kepada awak media pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada kebakaran yang terjadi di kompleks Gedung Merah Putih.

“Kami konfirmasi, bahwa tidak ada kebakaran di gedung Merah Putih KPK.”

Budi kemudian menjelaskan lokasi spesifik di mana asap muncul.

“Peristiwa ini terjadi di area basement, yakni di ruang baterai UPS.”

Ia menambahkan bahwa langkah penanganan segera dilakukan oleh tim internal KPK. Proses pengisapan asap menggunakan perangkat vakum serta inspeksi lanjutan di berbagai titik gedung dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan yang mengancam keselamatan penghuni maupun integritas struktur bangunan.

“Saat ini Tim Biro Umum sedang mem-vakum asap, dan pengecekan di area-area lainnya untuk memitigasi dan mencegah potensi risiko.”

Respons Pemadam Kebakaran dan Linimasa Kejadian

Sebagai prosedur standar, meskipun tidak ada api yang terkonfirmasi, petugas pemadam kebakaran tetap dikerahkan ke lokasi guna memberikan jaminan tambahan. Sebanyak 14 personel pemadam tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 11.32 WIB. Hanya dua menit kemudian, tepatnya pukul 11.34 WIB, proses pendinginan pada area yang sempat terpapar asap pemadam sudah dilaksanakan. Seluruh rangkaian penanganan berlangsung singkat dan terkendali.

Tim Biro Umum KPK, yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas dan keselamatan gedung, menjadi pihak pertama yang merespons kejadian. Mereka melakukan evakuasi parsial bila diperlukan, mengaktifkan ventilasi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam yang tiba. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Konteks: Mengapa Fogging Bisa Memicu Sistem Pemadam

Fogging merupakan prosedur pemeliharaan yang umum dilakukan di gedung-gedung besar, termasuk kantor pemerintahan, rumah sakit, dan pusat data. Cairan yang disemprotkan dalam bentuk kabut halus bertujuan mengendalikan serangga atau menjaga kualitas udara. Namun, partikel yang dihasilkan dapat mengganggu pembacaan sensor panas, asap, atau listrik pada sistem proteksi kebakaran otomatis. Dalam kondisi demikian, sistem akan mengaktifkan mekanisme pemadamnya tanpa memerlukan intervensi manusia.

Peristiwa semacam ini bukan hal yang sepenuhnya luar biasa di gedung-gedung dengan sistem proteksi kebakaran berteknologi tinggi. Yang membedakan kasus di Gedung KPK adalah skala perhatian publik, mengingat KPK merupakan lembaga antikorupsi yang kerap menjadi sorotan media. Meski demikian, respons cepat dan transparan dari pihak KPK dalam mengklarifikasi situasi menunjukkan bahwa protokol keselamatan gedung berjalan sebagaimana mestinya.

Dampak terhadap Operasional KPK

Dengan tidak adanya kerusakan pada instalasi listrik, perangkat elektronik, maupun struktur bangunan, kegiatan operasional KPK tidak mengalami gangguan berarti. Ruang UPS yang menjadi titik aktivasi sistem pemadam tetap berfungsi normal setelah proses pendinginan dan pengecekan selesai. Seluruh pegawai dapat kembali beraktivitas di area yang telah dinyatakan aman oleh Tim Biro Umum.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sistem proteksi kebakaran otomatis, meski dirancang untuk melindungi nyawa dan aset, tetap memerlukan kalibrasi berkala serta koordinasi dengan kegiatan pemeliharaan gedung agar tidak terjadi aktivasi palsu yang menimbulkan kepanikan. Bagi institusi publik seperti KPK, menjaga kepercayaan publik juga berarti mengelola informasi secara cepat dan akurat setiap kali terjadi insiden, sekecil apa pun skalanya.

Frequently Asked Questions

What is Gara gara Fogging Sistem Pemadam di Basement?

Gara gara Fogging Sistem Pemadam di Basement is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gara gara Fogging Sistem Pemadam di Basement matter?

Gara gara Fogging Sistem Pemadam di Basement matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi