Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

Sarah Martinez - narakabar.com 4 mins read

Setelah berhari-hari membakar kawasan hutan di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) resmi dinyatakan

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

Api di Lereng Semeru Akhirnya Padam, Ratusan Hektare Hutan Hangus Terbakar

Narakabar.com – Setelah berhari-hari membakar kawasan hutan di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) resmi dinyatakan tuntas pada Sabtu, 5 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah tim gabungan tidak lagi mendeteksi sekecil apa pun titik api aktif di seluruh wilayah yang sebelumnya dilalap si jago merah. Penyelesaian penanganan ini menandai berakhirnya salah satu episode kebakaran paling luas yang pernah tercatat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dalam beberapa tahun terakhir.

Skala Kerusakan yang Mencapai Lebih dari 3.000 Hektare

Angka resmi yang dirilis pihak TNBTS menunjukkan bahwa hingga 1 September 2026, total lahan yang telah terbakar mencapai 3.072 hektare. Petugas di lapangan masih melanjutkan proses pengukuran untuk memperbarui angka tersebut hingga hari Sabtu, sehingga total akhir belum dapat dipastikan secara definitif. Namun, estimasi awal menempatkan luas kerusakan di atas tiga ribu hektare — sebuah angka yang menempatkan peristiwa ini di antara kebakaran hutan terluas di kawasan pegunungan Jawa Timur.

Kerusakan tersebar di sejumlah blok dan lokasi berbeda di dalam kawasan. Di antara titik-titik yang teridentifikasi antara lain Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan dengan total sekitar 211,24 hektare. Kawasan Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29 tercatat terbakar seluas 881,78 hektare. Sementara itu, dampak paling masif terpusat di Ranu Kumbolo dan sekitarnya, yang menelan hingga 1.887 hektare tutupan hutan. Satu area yang hingga kini belum terukur secara lengkap adalah Blok Krepelan di Desa Ranupani, tempat petugas TNBTS masih melakukan pendataan di lapangan.

Koordinasi Multi-Agen dan Penutupan Operasi

Penanganan karhutla di Semeru melibatkan kerja sama lintas instansi dalam skala besar. Pihak yang terlibat mencakup TNBTS, Dalkar Hutan Manggala Agni, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, ABI Jatim di Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Kementerian Kehutanan. Kolaborasi ini memungkinkan mobilisasi sumber daya manusia dan peralatan secara simultan di berbagai titik api yang tersebar.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa kegiatan penanganan secara resmi ditutup pada tanggal 5 September 2026. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan Seksi PTN wilayah III TNBTS Ranupani telah dilakukan, dan mulai tanggal tersebut seluruh aktivitas pemadaman beralih ke fase pemantauan rutin.

“Kami berkoordinasi dengan Seksi PTN wilayah III TNBTS Ranupani di Lumajang karena per tanggal 5 September 2026, kegiatan dinyatakan selesai karena sudah tidak ada titik api dan selanjutnya akan dilaksanakan patroli oleh pihak TNBTS,” ujar Isnugroho pada Minggu.

Pengamanan Pasca-Padaman: Patroli dan Pembasahan

Selesainya operasi pemadaman tidak berarti kawasan dibiarkan tanpa pengawasan. Tim regu siaga BPBD Lumajang bersama personel gabungan tetap bergerak ke area pembasahan di Blok Krepelan, arah Ranupani, menggunakan peralatan jet shooter dan blower. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan tanah dan sisa vegetasi yang masih rentan menyala kembali akibat suhu tinggi atau angin kering.

“Tim regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya berangkat menuju area pembasahan di Blok Krepelan arah ke Ranupani dengan menggunakan alat jet shooter dan blower,” kata Isnugroho.

Di sisi lain, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang menjalankan patroli menyusuri jalur pendakian Gunung Semeru hingga mencapai Pos 2. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada titik api baru yang muncul sepanjang rute tersebut, memberikan sinyal positif bahwa kondisi kawasan memang telah stabil.

Peran Cuaca dalam Menstabilkan Kondisi

Beruntung bagi upaya pemulihan, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang pada akhir pekan tersebut. Laporan awal mencatat curah hujan terjadi di Kecamatan Pronojiwo serta kawasan Kota Lumajang. Kehadiran air alami ini diharapkan mempercepat proses pendinginan tanah dan mengurangi risiko kebakaran susulan, terutama di area yang masih menyimpan panas di bawah permukaan vegetasi hangus.

Konteks: Mengapa Karhutla di Semeru Menjadi Perhatian Nasional

Gunung Semeru, dengan ketinggian puncak 3.682 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa. Kawasan di sekitarnya tidak hanya berfungsi sebagai habitat satwa liar endemik dan sumber air bagi jutaan warga di hilir, tetapi juga menjadi bagian dari kawasan konservasi TNBTS yang melindungi ekosistem hutan pegunungan tropis. Kebakaran berskala ribuan hektare di lokasi semacam ini berdampak langsung pada siklus hidrologi, kualitas udara, dan keberlangsungan biodiversitas.

Angka 3.000-an hektare yang hangus dalam satu episode menunjukkan betapa cepatnya api dapat menyebar di musim kering, terutama ketika vegetasi kering dan angin kencang bekerja bersamaan. Pengalaman ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur pemadaman, jaringan deteksi dini, serta koordinasi antar-lembaga yang responsif — elemen-elemen yang dalam kasus Semeru 2026 terbukti mampu menghentikan laju kebakaran sebelum meluas lebih jauh.

Frequently Asked Questions

What is Karhutla Gunung Semeru Padam Lebih dari 3?

Karhutla Gunung Semeru Padam Lebih dari 3 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karhutla Gunung Semeru Padam Lebih dari 3 matter?

Karhutla Gunung Semeru Padam Lebih dari 3 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi