Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read

Temuan Surveilans Kadar Timbal dalam Darah (SKTD) BRIN 2025 menunjukkan 1 dari 7 Anak Indonesia memiliki kadar timbal darah minimal 5 mikrogram per desiliter

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi

Narakabar.com – Temuan Surveilans Kadar Timbal dalam Darah (SKTD) BRIN 2025 menunjukkan 1 dari 7 Anak Indonesia memiliki kadar timbal darah minimal 5 mikrogram per desiliter (µg/dL). Angka sekitar 15 persen ini menegaskan bahwa paparan timbal masih menjadi masalah kesehatan lingkungan yang perlu diperhatikan keluarga.

Salah satu kondisi rumah yang berkaitan dengan peningkatan risiko adalah cat dinding yang rusak atau mengelupas. Anak yang tinggal di rumah dengan cat mengelupas tercatat memiliki risiko 61 persen lebih tinggi memiliki kadar timbal darah mencapai atau melampaui 5 µg/dL.

Cat yang rusak bukan berarti menjadi satu-satunya sumber paparan timbal. Namun, serpihan dan debu dari permukaan rumah yang mengelupas dapat lebih mudah bersentuhan dengan anak, terutama ketika mereka bermain di lantai, menyentuh dinding, atau memasukkan tangan ke mulut.

Dampak Timbal bagi Tumbuh Kembang Anak

Kasus 1 dari 7 Anak Indonesia dengan kadar timbal tinggi menjadi perhatian karena zat ini dapat memengaruhi perkembangan saraf dan kemampuan kognitif. Kajian WHO 2021 mengaitkan paparan timbal dengan gangguan belajar, perilaku, pertumbuhan, serta perkembangan anak dalam jangka panjang.

Risiko paparan juga perlu diperhatikan sejak masa kehamilan. Dampak yang dapat berkaitan dengan paparan timbal antara lain gangguan pertumbuhan janin, berat lahir rendah, hipertensi atau preeklamsia, kelahiran prematur, hingga keguguran spontan.

Secara global, paparan timbal berkontribusi terhadap lebih dari 1,5 juta kematian pada 2021. Beban kesehatan terbesar dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan dampak jangka panjang lain yang menyertainya.

Perlunya Edukasi dan Pencegahan Bersama

Pemerintah mendorong terwujudnya Masyarakat Indonesia Bebas Timbal melalui langkah lintas sektor. Dalam pembahasan rancangan Peraturan Menko PMK mengenai Rencana Aksi Nasional Indonesia Bebas Timbal, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan pentingnya edukasi publik.

“Jangan hanya regulasi. Masyarakat harus paham apa bahayanya, dari mana sumber paparannya, dan apa yang bisa dilakukan untuk menguranginya. Kalau masyarakat tidak tahu, perubahan perilaku tidak akan terjadi. Karena itu edukasi harus menjadi bagian dari gerakan kita,” ujar Pratikno.

Informasi yang mudah dipahami dapat membantu warga mengenali potensi sumber paparan di rumah, lingkungan permukiman, tempat kerja, maupun produk yang digunakan sehari-hari. Pencegahan membutuhkan keterlibatan sektor kesehatan, lingkungan, perumahan, pendidikan, dan perlindungan anak.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, mengingatkan bahwa persoalan ini menyangkut kualitas generasi mendatang. Kajian World Bank 2025 juga memperkirakan paparan timbal menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun di Indonesia serta kerugian kesehatan yang besar.

“Ketika kita berbicara tentang timbal, sebenarnya kita sedang berbicara tentang kualitas generasi yang akan datang. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan hari ini, tetapi dapat berpengaruh terhadap kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang,” ujar Sukadiono.

Langkah Sederhana Mengurangi Risiko Paparan Timbal

Temuan bahwa 1 dari 7 Anak Indonesia memiliki kadar timbal tinggi dapat menjadi pengingat bagi keluarga untuk lebih memperhatikan lingkungan terdekat. Rumah perlu dijaga tetap bersih, terutama pada area yang berdebu atau memiliki cat rusak dan mengelupas.

Debu serta serpihan cat sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk di area bermain anak. Keluarga juga perlu berhati-hati saat memperbaiki permukaan rumah yang rusak agar anak tidak berada dekat dengan serpihan atau debu selama proses perbaikan berlangsung.

FAQ: Paparan Timbal pada Anak

Apa arti temuan 1 dari 7 Anak Indonesia?

Temuan tersebut berarti sekitar 15 persen anak dalam surveilans SKTD BRIN 2025 memiliki kadar timbal darah minimal 5 µg/dL. Angka ini menunjukkan perlunya pencegahan paparan timbal secara lebih luas.

Mengapa cat mengelupas perlu diwaspadai?

Cat yang mengelupas dapat menghasilkan serpihan dan debu yang mudah terpapar kepada anak. Anak yang tinggal di rumah dengan kondisi tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami kadar timbal darah mencapai atau melampaui 5 µg/dL.

Apa yang dapat dilakukan keluarga?

Keluarga dapat menjaga kebersihan rumah, memperhatikan kondisi cat yang rusak, mengurangi debu dan serpihan di area bermain anak, serta meningkatkan pemahaman mengenai kemungkinan sumber paparan timbal di lingkungan sekitar.

Gabung diskusi